<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382</id><updated>2012-02-16T19:03:44.554-08:00</updated><category term='sejarah'/><category term='Arab Saudi'/><category term='berita'/><category term='Wahabi'/><category term='Taliban'/><category term='perempuan'/><category term='artikel'/><title type='text'>Hakikat Wahabi</title><subtitle type='html'>Blog ini saya buat khusus untuk memposting kembali berita-berita yang saya anggap menunjukkan secara nyata sepah-sepah kekejian wahabi, salafi atau apapun namanya... Bagi saya, mereka wajar untuk dipertanyakan keabsahannya sebagai aliran pemikiran dalam Islam.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-7369018450190948911</id><published>2010-05-01T23:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-01T23:52:13.519-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Arab Saudi, Kuburan Buruh Migran Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/S90gUSBixJI/AAAAAAAAA2w/uXYelmHyyVc/s1600/1d8e2d2bf7168e14.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 98px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/S90gUSBixJI/AAAAAAAAA2w/uXYelmHyyVc/s320/1d8e2d2bf7168e14.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466561055505433746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Laporan HRW: Hak-hak PRT Disangkali di Arab Saudi    &lt;p style="text-align: justify;" align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 3, 96);font-family:verdana,geneva;font-size:8pt;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:85%;" &gt;Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan dan para aktivis pembela hak-hak buruh migran menyambut laporan terbaru lembaga pemantau hak asasi manusia yang berpusat di New York, Amerika Serikat, Human Rights Watch atau HRW, mengenai pelanggaran serius hak asasi manusia terhadap pekerja rumah tangga di Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran itu bermuara pada tiga hal, yakni Hukum Perburuhan, keimigrasian, dan sistem hukum pidana di Arab Saudi yang tidak memberikan jaminan perlindungan pada korban, ujar HRW Ken Roth di Jakarta, saat peluncuran laporan 155 halaman yang berjudul Seolah Saya Bukan Manusia: Kesewenang-wenangan terhadap Pekerja Rumah Tangga di Arab Saudi. Nisha Varia, peneliti senior dari Divisi Hak Perempuan HRW, yang didampingi Sri Wiyanti Eddyono dari Komnas Perempuan, menambahkan, penelitian atas undangan resmi dari Pemerintah Arab Saudi itu antara lain menemukan, beban kerja berlebih dengan gaji tidak dibayar dalam rentang waktu beberapa bulan sampai 10 tahun adalah jenis pengaduan yang paling umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Perburuhan Saudi yang diamandemen dengan Dekrit Kerajaan, menyangkali jaminan hak bagi pekerja rumah tangga (PRT) yang kini berjumlah sekitar 1,5 juta, terutama berasal dari Indonesia, Sri Lanka, Filipina, dan Nepal. Banyak pekerja rumah tangga harus bekerja 18 jam sehari, tujuh hari seminggu. Ken Roth dan Nisha mengatakan, sistem kafala atau sponsor yang ketat di Arab Saudi, yang menggantungkan visa kerja pekerja migran pada majikannya, menjadi pemicu eksploitasi dan penganiayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem itu memberi kekuasaan yang luar biasa pada majikan. HRW mencatat sejumlah kasus di mana pekerja tidak dapat melepaskan diri dari kondisi yang meningkatkan risiko menjadi korban tindak kekerasan psikologis, fisik, dan seksual. Bahkan, tidak dapat pulang setelah kontrak kerja berakhir karena majikan menolak memberi izin. Setelah mewawancarai 86 pekerja rumah tangga, HRW menemukan 36 pekerja yang mengalami tindak kesewenang-wenangan yang berakibat pada terjadinya kerja paksa, trafficking, dan kondisi seperti perbudakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Tak mengejutkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian temuan pelanggaran HRW itu sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bagi para aktivis di Indonesia. Menurut catatan aktivis pembela hak buruh migran, Wahyu Susilo, sekitar 40 persen dari jumlah total penyiksaan dan kematian buruh migran asal Indonesia, terjadi di Arab Saudi. Setidaknya laporan ini akan menjadi peringatan bagi Pemerintah RI agar segera membuat perjanjian bilateral dengan pemerintah negara-negara penerima, termasuk Pemerintah Arab Saudi, untuk memastikan perlindungan pekerja migran berbasis HAM (hak asasi manusia), ujar Anis Hidayah dari Migrant Care. Ken Roth juga mengakui, berita tentang pelanggaran hak-hak buruh migran PRT di Arab Saudi telah lama diketahui. Dengan keluarnya laporan ini, menjadi momentum yang tepat untuk mencari pemecahan masalah buruh migran pekerja rumah tangga tersebut, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengusulkan agar negara- negara pengirim bersatu untuk melakukan perundingan dengan negara penerima agar posisi tawarnya seimbang. Laporan itu menyebutkan, terdapat lebih dari delapan juta buruh migran di Arab Saudi atau sepertiga jumlah penduduk negara itu. Mereka mengisi kekosongan di bidang kesehatan, konstruksi, dan pekerjaan domestik, yang mendukung ekonomi di negara asal, dengan mengirim sekitar 15,6 miliar dollar AS pada tahun 2006 atau hampir lima persen pendapatan kotor (GDP) Arab Saudi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" align="\&amp;quot;justify\&amp;quot;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;http://www.menegpp.go.id/en/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=89%3Alaporan-hrw-hak-hak-prt-disangkali-di-arab-saudi-&amp;amp;Itemid=1&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-7369018450190948911?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/7369018450190948911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/05/arab-saudi-kuburan-buruh-migran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7369018450190948911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7369018450190948911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/05/arab-saudi-kuburan-buruh-migran.html' title='Arab Saudi, Kuburan Buruh Migran Indonesia'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/S90gUSBixJI/AAAAAAAAA2w/uXYelmHyyVc/s72-c/1d8e2d2bf7168e14.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-640413766519100342</id><published>2010-04-28T00:04:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T00:08:30.415-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Seorang TKW di Arab Diduga Diperkosa 46 Orang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/S9fe47wTsuI/AAAAAAAAA2o/OlThrCJ9JdU/s1600/dc9576740626909e.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 97px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/S9fe47wTsuI/AAAAAAAAA2o/OlThrCJ9JdU/s320/dc9576740626909e.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465081742531736290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="catb"&gt;                                      &lt;div class="otext2"&gt;Jumat,  13 Maret 2009 17:35 WIB                   &lt;/div&gt;                                      &lt;div class="otext22"&gt;Penulis : Maulana Fajar&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="opti"&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="yahooBuzzBadge yahooBuzzBadge-text-votes" id="yahooBuzzBadge-44307522521272438127268"&gt;&lt;a title="Vote for your favorite stories on Yahoo! Buzz" href="http://buzz.yahoo.com/buzz?targetUrl=http%3A%2F%2Fwww.mediaindonesia.com%2Fread%2F2009%2F03%2F13%2F64761%2F37%2F5%2FSeorang-TKW-di-Arab-Diduga-Diperkosa-46-Orang"&gt;&lt;span style="cursor: pointer; position: relative; padding-left: 20px; line-height: 16px;" id="yahooBuzzBadge-44307522521272438127268-form-votes"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;!--&lt;a href="#"&gt;&lt;img class="imid" src="http://www.mediaindonesia.com/public/imgs/ic_c_y.gif" alt="" /&gt;YAHOO! BUZZ&lt;/a&gt;--&gt; &lt;/p&gt;                                                   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                     &lt;b&gt;JAKARTA--MI:&lt;/b&gt; Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang bekerja di Arab Saudi diduga telah diperkosa oleh 46 orang pria. Hal tersebut mencuat setelah diberitakan oleh sebuah situs di negara Arab &lt;i&gt;www.saudigazette.com&lt;/i&gt; pada tanggal 29 Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Identitas korban masih belum diketahui. Kita juga masih mencari tahu kebenaran berita tersebut, " ujar Ketua Pengurus Besar Gabungan Serikat Buruh Islam Indonesia (PB GASBIINDO), Soetito kepada wartawan, Jum'at (13/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soetito menjelaskan dugaan kasus pemerkosaan itu terjadi sekitar bulan November 2008. Dalam situs tersebut dikatakan bahwa TKW yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu telah kabur dari tempat penampungan sponsornya di Al-Nuzha, Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dalam pelarian, wanita itu mengaku dibawa oleh oleh petugas keamanan setempat ke sebuah penginapan di distrik Al-Assaila. Di tempat itulah ia mengaku diperkosa secara bergantian selama beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini juga telah ditangani oleh petugas kepolisian Mekah. 46 pria yang diduga melakukan pemerkosaan telah ditangkap. Namun, mereka kemudian dibebaskan kembali dengan jaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas pemberitaan tersebut, PB GABSIINDO yang selama ini melakukan advokasi terhadap kaum buruh berusaha untuk mengetahui identitas dan keberadaan korban, "Kami sudah mengirim surat ke pihak Kementrian luar negeri agar bisa memberikan bantuan hukum," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, PB GABSIINDO juga telah mengirimkan surat kepada Duta Besar Arab Saudi untuk di Jakarta pada 30 Januari lalu. Namun, ia mengaku hingga kini belum mendapatkan respon. (*/OL-02) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-640413766519100342?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/640413766519100342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/04/seorang-tkw-di-arab-diduga-diperkosa-46.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/640413766519100342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/640413766519100342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/04/seorang-tkw-di-arab-diduga-diperkosa-46.html' title='Seorang TKW di Arab Diduga Diperkosa 46 Orang'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/S9fe47wTsuI/AAAAAAAAA2o/OlThrCJ9JdU/s72-c/dc9576740626909e.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-8654225592353823711</id><published>2010-02-24T05:10:00.001-08:00</published><updated>2010-02-24T05:11:19.441-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Ulama Kuwait Kecam Fatwa Mati Ulama Saudi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/S4UlZTMboLI/AAAAAAAAA2A/RyPM_aQPXIU/s1600-h/Ulama-Kuwait.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 229px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/S4UlZTMboLI/AAAAAAAAA2A/RyPM_aQPXIU/s320/Ulama-Kuwait.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441796841326485682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUWAIT- republika.co.id - Ulama terkemuka Kuwait telah menolak fatwa hukuman mati bagi yang melawan aturan pemisahan ketat antara laki-laki dan perempuan yang dikeluarkan seorang ulama Saudi. Mereka mengatakan bahwa fatwa seperti itu merupakan hasutan dan kekacauan dalam negara Islam. Tokoh agama Saudi Syekh Abdul Rahman Al-Barrak pada hari Selasa mengatakan bahwa pencampuran gender di tempat kerja atau di lembaga pendidikan agama dilarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan alasan bahwa dengan pencampuran itu mereka dapat melihat apa yang tidak boleh dilihat atau berbincang dengan nonmuhrim. Mereka yang menolak untuk mematuhi pemisahan yang ketat antara laki-laki dan perempuan harus dihukum mati, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ulama Kuwait mengatakan bahwa fatwa seperti itu hanya keluar dari "orang yang pikun atau seseorang yang ingin menabur hasutan dengan membiarkan membunuh orang tidak berdosa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah harus segera mengambil langkah tegas untuk memastikan bahwa tidak ada rakyat tak berdosa dibunuh atau dilecehkan oleh mereka yang hendak menerapkan fatwa," kata Dr Ajeel Al Nashmi, kepala GCC Liga Cendekiawan Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Dr Bassam Al Shatti memperingatkan bahwa fatwa yang memperbolehkan membunuh orang adalah sangat berbahaya. "Hanya pihak berwenang memiliki hak hukum menerapkan hukuman. Tokoh agama dapat memberikan saran dan menjelaskan semuanya kepada orang-orang, tapi keputusan merupakan hak prerogatif penguasa, "katanya kepada harian Kuwait Al Watan pada hari Rabu (23/2). "Membiarkan orang untuk mengambil hukum ke tangan mereka akan mengakibatkan kekacauan sosial dan pembunuhan yang dilarang dalam Islam," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Ahmad Hussain mengecam fatwa tersebut, mengatakan bahwa Islam sangat ketat tentang membunuh orang dengan sengaja. "Semua ajaran dalam Alquran dan dalam hadis Nabi menekankan bahwa membunuh tidak diperbolehkan. Allah berkata bahwa 'barang siapa membunuh seorang mukmin itu seolah-olah ia membunuh seluruh kehidupan manusia'. Jadi kita harus berhati-hati mengeluarkan fatwa yang mendorong atau mengizinkan orang untuk membunuh orang lain," katanya. "Sayangnya, ada ulama yang membahayakan agama melalui fatwa yang aneh. Hanya penguasa negara yang berhak untuk mengambil tindakan terhadap mereka yang harus dihukum," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-8654225592353823711?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/8654225592353823711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/02/ulama-kuwait-kecam-fatwa-mati-ulama.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/8654225592353823711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/8654225592353823711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/02/ulama-kuwait-kecam-fatwa-mati-ulama.html' title='Ulama Kuwait Kecam Fatwa Mati Ulama Saudi'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/S4UlZTMboLI/AAAAAAAAA2A/RyPM_aQPXIU/s72-c/Ulama-Kuwait.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-3562539752651313185</id><published>2010-02-24T05:06:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T05:07:50.617-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Ulama Saudi: Yang Mengizinkan 'Ikhtilat' Boleh Dibunuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/S4Ukig6iReI/AAAAAAAAA14/_fMQnK-UOx4/s1600-h/syaikhabdulrahmanbarak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 319px; height: 272px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/S4Ukig6iReI/AAAAAAAAA14/_fMQnK-UOx4/s320/syaikhabdulrahmanbarak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441795900116714978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Eramuslim.com - Seorang ulama resmi Saudi senior menyatakan bahwa halal untuk dibunuh yang mengizinkan "Ikhtilat" antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya di lapangan pendidikan maupun pekerjaan. Syaikh Abdul Rahmah Al-Barrak salah seorang ulama Saudi senior dalam pesannya yang disampaikan lewat situsnya, dengan tegas menyatakan bahwa Halal dan boleh dibunuh bagi orang-orang yang mengizinkan percampuran/ikhtilat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;antara laki-laki dan perempuan di lapangan pendidikan maupun pekerjaan, dan ia menyebut orang yang membolehkan hal ini adalah Kafir dan telah murtad dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Al-Barrak juga mengecam seseorang yang membiarkan saudara perempuannya atau istrinya untuk bekerja dan belajar di tempat yang terjadi ikhtilat, dia menganggap orang tersebut tidak memiliki rasa kecemburuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ulama resmi senior ini tentu saja akan menimbulkan polemik berkepanjangan, sebelumnya seorang anggota dari dewan ulama senior Saudi - Syaikh Dr. Saad bin Abdul Aziz bin Nassir Shitri terpaksa harus dipecat dari posisi sebagai ulama senior, karena berani secara terang-terangan mengecam pendirian kampus milik raja Abdullah Saudi, King Abdullah University of Science and technology (KAUST) yang membolehkan para mahasiswanya bercampur baur di ruang kelas maupun semua tempat yang ada dikampus super modern tersebut. KAUST sendiri secara resmi dibuka pada akhir bulan September tahun lalu.(fq/alqudsalarabi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Read more about Fiqhislam.com - Pustaka Muslim Indonesia by www.fiqhislam.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-3562539752651313185?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/3562539752651313185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/02/ulama-saudi-yang-mengizinkan-ikhtilat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/3562539752651313185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/3562539752651313185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/02/ulama-saudi-yang-mengizinkan-ikhtilat.html' title='Ulama Saudi: Yang Mengizinkan &apos;Ikhtilat&apos; Boleh Dibunuh'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/S4Ukig6iReI/AAAAAAAAA14/_fMQnK-UOx4/s72-c/syaikhabdulrahmanbarak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-971441914834730119</id><published>2010-01-02T23:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T23:58:17.756-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Jin Arab Masuk Pengadilan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt;&lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;MADINAH, SENIN -&lt;/b&gt; Gemas gara-gara terganggu ulah jin, satu keluarga di Arab Saudi menyeret satu jin ke pengadilan. Tuduhannya, jin itu suka melemparkan batu ke rumah. Tak cuma itu, jin tersebut dituding mencuri hape si empunya rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat kabar Al Watan, Senin (13/7), menyebutkan, adalah satu keluarga yang melayangkan surat tuduhan itu ke pengadilan di Kota Madinah. Sayang, kepala keluarga tak hendak disebutkan namanya ke publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga itu telah tinggal di rumah sama dekat kota Madinah selama 15 tahun. Namun, mereka baru-baru ini sadar keberadaan jin tersebut. Alhasil, keluarga tersebut sekarang telah keluar dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pandangan Islam, jin adalah mahluk halus yang dapat mengganggu atau masuk ke tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami mulai mendengarkan suara-suara aneh," kata kepala keluarga itu yang datang dari Mahd Al Dahab, kepada harian di Arab Saudi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama-tama kami tidak menganggapnya serius, namun ketika suara aneh itu mulai terjadi dan anak-anak ketakutan ketika jin itu mulai melemparkan batu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, "Pertama, suara seorang perempuan berbicara kepada saya dan kemudian seorang pria. Mereka bilang kami harus keluar dari rumah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pengadilan lokal sedang menyelidki kasus ini. Pengadilan pun memeriksa kebenaran klaim itu "meskipun sulit" melakukannya.(Kompas.com)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-971441914834730119?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/971441914834730119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/01/jin-arab-masuk-pengadilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/971441914834730119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/971441914834730119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/01/jin-arab-masuk-pengadilan.html' title='Jin Arab Masuk Pengadilan'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-3304495740349536009</id><published>2010-01-02T23:36:00.001-08:00</published><updated>2010-01-02T23:40:20.798-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Inna lillah! Mesir Bangun Dinding Baja di Perbatasan Gaza</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: justify;" id="post-8038"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mesir memulai pembangunan sebuah dinding logam besar di sepanjang perbatasannya dengan Jalur Gaza. Langkah itu dilakukan untuk menutup terowongan-terowongan yang dipakai untuk menyelundupkan barang.&lt;span id="more-8038"&gt;&lt;/span&gt;Dinding itu direncanakan memiliki panjang 10-11 kilometer dan akan berada 18 meter di bawah permukaan tanah. &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="snap_preview"&gt;&lt;h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Para pekerja Mesir dibantu oleh insinyur dari kemiliteran Amerika, yang menurut laporan &lt;em&gt;BBC &lt;/em&gt;mendesain dinding tersebut. Rencana tersebut selama ini menjadi rahasia, dan sejauh ini belum ada komentar atau konfirmasi dari Pemerintah Mesir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dikutip dari &lt;em&gt;BBC&lt;/em&gt;, Kamis (11/12/2009), pembangunan dinding itu akan memakan waktu 18 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selama beberapa pekan, para petani lokal telah melaporkan adanya aktivitas di perbatasan, di mana pepohonan ditebangi. Namun tidak banyak di antara mereka yang menyadari sebuah palang penghalang tengah dibangun. Maklum, dinding penghalang yang dibuat dari baja superkuat itu disembunyikan di bawah tanah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut informasi yang diperoleh, dinding-dinding logam itu dibuat di Amerika Serikat, dan telah diuji untuk memastikan tahan terhadap bom. Dinding itu konon juga tidak dapat dipotong atau meleleh. (okezone)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/h3&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-3304495740349536009?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/3304495740349536009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/01/inna-lillah-mesir-bangun-dinding-baja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/3304495740349536009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/3304495740349536009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2010/01/inna-lillah-mesir-bangun-dinding-baja.html' title='Inna lillah! Mesir Bangun Dinding Baja di Perbatasan Gaza'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-7319335179626223007</id><published>2009-12-11T22:15:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T22:23:48.047-08:00</updated><title type='text'>Bush dan Zionis Berjubah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SyM2LAqtTUI/AAAAAAAAA04/tsRPZ9KMdkg/s1600-h/image018.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SyM2LAqtTUI/AAAAAAAAA04/tsRPZ9KMdkg/s320/image018.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414230739815058754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SyM1oimbmQI/AAAAAAAAA0w/r1Z-6JkDFWM/s1600-h/image004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 245px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SyM1oimbmQI/AAAAAAAAA0w/r1Z-6JkDFWM/s320/image004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414230147628505346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="height: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;!-- --&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                         &lt;!-- END_HEADER --&gt;   &lt;script&gt; function open_slideshow(album_id) { 	var width = 500; 	var height = 500; 	var left = (screen.availWidth-width)/2; 	var top = (screen.availHeight-height)/2; 	window.open('/photos/slideshow2/' + album_id, "Slideshow", "resizable=no,scrollbars=no,menubar=0,toolbar=0,location=0,directories=0,status=0,width="+width+",height="+height+",top="+top+",left="+left); } &lt;/script&gt;   &lt;script type="text/javascript" language="Javascript" src="http://multiply.com/scripts/facebox/6.js"&gt;&lt;/script&gt;  &lt;script&gt; OnPhotoAlbumPage = true; function local_hotKeys(event) { 	var keynum; 	if (window.event) { 		event = window.event; 		keynum = event.keyCode; 	} 	else { 		keynum = event.which; 	}         if (event.ctrlKey || event.altKey || event.shiftKey)                 return true;         var target = event.target || event.srcElement;         if (target &amp;&amp; (target.tagName == 'TEXTAREA' || target.tagName == 'INPUT'))                 return true; 	if (keynum == 39) { 		var n = next ? next : 1; 		show_photo(n); 		return false; 	} 	else if (keynum == 37) { 		var p = CurrentIndex == 'order' ? TotalPhotos : prev ? prev : TotalPhotos; 		show_photo(p); 		return false; 	} 	else { 		return true; 	}	 } var CurrentIndex = 0; var orig_doc_title = document.title; function show_faceboxes(id) { 	for (i = 0; i &lt; i =" 0;" loadedimages =" new" src =" src;" i="1;" scrolling_panes ="="&gt; 20) 			getEl('mailitem').scrollTop = 0; 	} 	else { 		var top = window.pageYOffset || document.documentElement.scrollTop || 0; 		photo_y_pos = getPosition(getEl('content_wrapper')).y; 		if (30 + photo_y_pos &lt; need_to_hide_delete_link =" false;" index ="=" prev_next_links =" (TotalPhotos" href="#'" onclick="return show_photo(' + TotalPhotos + ')"&gt;&lt;&gt;   print options   &lt;a href="#1" onclick="return show_photo(1)"&gt;' + (index &gt;= TotalPhotos ? 'print options &gt;' : 'first photo &gt;') + '&lt;/a&gt;'); 		return '&lt;div class="prevnextphoto"&gt;&lt;table height="18" id="prevnexttable" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0" border="0"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="33%"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="34%" align="center"&gt;' + prev_next_links + '&lt;/td&gt;&lt;td width="33%" align="right"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;'; 	} 	if (FaceboxDisabled &amp;&amp; TotalPhotos == 1 &amp;&amp; !HiLinks[index]) { 		return ''; 	} 	else { 		var target = (Scrolling_Panes == 2) ? ' target=_blank' : ''; 		var zoombutton = HiLinks[index] &amp;&amp; (1 &gt; 0) ? '&lt;a href="'" xurl="'" class="zoombutton" id="zoombutton"&gt;Zoom In&lt;/a&gt;' : ''; 		var is_last_photo = (CanOrderPrints &amp;&amp; (index &gt;= TotalPhotos)); 		var last_photo_style = is_last_photo ? 'style="margin-left: 3.5em"' : ''; 		var prev_next_links = (TotalPhotos == 1) ? '' : ('&lt;a href="#'" onclick="return show_photo(' + prev + ')"&gt;&lt;&gt;    #' + index + ' of ' + TotalPhotos + '    &lt;a href="#'" onclick="return show_photo(' + next + ')"&gt;' + (is_last_photo ? 'print options &gt;' : 'next &gt;') + '&lt;/a&gt;'); 		var facebox_link = FaceboxDisabled ? '' : '&lt;a onclick="display(\'faceboxhint\', 1); display(\'prevnexttable\', 0);" class="faceboxbutton"&gt;Add Facebox&lt;/a&gt;';  		return '&lt;div class="prevnextphoto"&gt;&lt;table height="18" id="prevnexttable" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0" border="0"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="33%"&gt;' + facebox_link + '&lt;/td&gt;&lt;td width="34%" align="center"&gt;' + prev_next_links + '&lt;/td&gt;&lt;td width="33%" align="right"&gt;' + zoombutton + '&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;table height="18" width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0" border="0" id="faceboxhint" style="display: none"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;To add a facebox click on the face of someone you want to identify.&lt;/td&gt;&lt;td align="right"&gt;&lt;button style="font-size: 11px; margin: -5px 0 -5px 0; z-index: 1000000;" onclick="display(\'faceboxhint\', 0); display(\'prevnexttable\', 1);"&gt;Done&lt;/button&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;'; 	} }  function open_slideshow_ajax(album_key, photo_index) { 	photo_index = photo_index ? photo_index : ''; 	var url = '/slideshow/' + album_key + '/' + photo_index + '/' + getWidth() + '/' + window_height(); 	show_big_blank_div(null, '#000', 100); 	ajax_load(url, 'big_blank_div', 1); }  var prev; var next; function show_photo(index) { 	index = index * 1; 	if (index &gt; TotalPhotos) { 		order_photoproducts(); 		return false; 	} 	var old_index = CurrentIndex; 	set_item_key(index); 	display('delete_link',0); 	Need_To_Hide_Delete_Link = true; 	CurrentIndex = index;  	var new_hash = PhotoIds[index]; 	set_hash_param('photo', new_hash); 	var body = getEl('albumbody'); 	if (body) { 		if (OrigAlbumBody == undefined) { 			OrigAlbumBody = body.innerHTML; 		} 		prev = (index == 1) ? TotalPhotos : index - 1; 		if (!CanOrderPrints) 			next = (index == TotalPhotos) ? 1 : index + 1; 		else 			next = index + 1;  		var prevNextPhotoHTML = nav_table(index, '#photo=' + new_hash); 		body.innerHTML = prevNextPhotoHTML + '&lt;center&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: left;"&gt;&lt;div id="photoimgwrap" style="margin: 0 auto; float: none; text-align: left" class="frame-none"&gt;' + FBPopup + '&lt;div id="faceboxes_divwrapper"&gt;' + (FBD[index] || '') + '&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; position: relative;"&gt;&lt;img id="photoimg" class="photoimg" src="' + Srcs[index] + '" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;' + Subjects[index] + '&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;div id="item_body"&gt;' + Bodies[index] + '&lt;/div&gt;&lt;div id="faceboxes" class="relatedlinks"&gt;' + (FBH[index] || '') + '&lt;/div&gt;'; 		if (! FaceboxDisabled) { 			getEl('photoimg').onclick = start_facebox; 		} 		add_class(body, 'singlephotoview');  		cache_image(Srcs[next]);  		var next_next = (next == TotalPhotos) ? 1 : next + 1; 		cache_image(Srcs[next_next]); 	} 	display('nonpromo', 1); 	display('itemreplyform', 1); 	display('itemactions', 1); 	display('shoppromo', 0);	 	display('albumreplies', 1); 	var sharebutton = getEl('sharebutton'); 	if (sharebutton) { 		sharebutton.href = '/item/share/' + AlbumKey + ':' + PhotoIds[index] + '?xurl=' + encodeURIComponent(window.location.href); 	} 	document.title = orig_doc_title + ' - Photo #' + index + ' of ' + TotalPhotos; 	show_comments(index); 	assign_reply_links(index); 	if (old_index == 0) scroll_to_top(); 	if (window.MultiplyTracker) { 		MultiplyTracker.track_url('/photo/item (ajax)','/photo/item/'+AlbumID+' (ajax)');         }  	return false; } function set_item_key(index) { 	if (index &amp;&amp; index != 'all') 		IndividualPhotoReplyKey = AlbumKey + ':' + PhotoIds[index]; 	else 		IndividualPhotoReplyKey = AlbumKey; 	//ItemKeyDefault = IndividualPhotoReplyKey; } function show_album() { 	display('nonpromo', 1); 	display('itemreplyform', 1); 	display('itemactions', 1); 	display('shoppromo', 0);	 	display('albumreplies', 1); 	if (CurrentIndex == 0) return false; 	CurrentIndex = 0; 	set_item_key(0); 	display('delete_link', 1); 	show_comments('all'); 	assign_reply_links(0);         if(OrigAlbumBody &amp;&amp; OrigAlbumBody.length) 		getEl('albumbody').innerHTML = OrigAlbumBody; 	remove_class('albumbody', 'singlephotoview'); 	window.location.href = AlbumURI + '#'; 	for(x in PhotoIds) { 	    var el = getEl('photoimg_' + PhotoIds[x]); 	    if (el &amp;&amp; el.style.backgroundPosition == '0px 50%') { 		el.style.backgroundPosition = '0px 0px'; // for once, it was firefoxs fault 	    } 	} 	var sharebutton = getEl('sharebutton'); 	if (sharebutton) { 		sharebutton.href = '/item/share/' + AlbumKey + '?xurl=' + encodeURIComponent(window.location.href); 	} 	document.title = orig_doc_title; 	return false; } function set_new_replies_display(node) { 	if (CurrentIndex == 0) { 		return; // if we're looking at them all, show them all 	} 	var all_reply_divs = getElementsByClassName('reply', node, 'div');  	var re = new RegExp('\\b' + 'thumbnail_reply_' + CurrentIndex + '\\b'); 	for (var i=0; i&lt;all_reply_divs.length; el =" all_reply_divs[i];" display =" 'none';" currentindex ="=" id ="=" new_replies =" getEl('new_replies_go_here');" all_reply_divs =" getElementsByClassName('reply'," rep_count =" 0;" re =" new" i="0;" el =" all_reply_divs[i];" id ="=" display =" '';" display =" 'none';" all_reply_divs =" getElementsByClassName('reply'," rep_count =" 0;" re =" new" i="0;" el =" all_reply_divs[i];" id ="=" display =" '';" display =" 'none';" all_replydeleted_divs =" getElementsByClassName('replydeleted'," deleted_re =" new" i="0;" el =" all_replydeleted_divs[i];" id ="=" display =" '';" display =" 'none';" rep_count_label =" getEl('numcommentslabel');" rep_count ="=" innerhtml =" '1" innerhtml =" rep_count" replies_count =" rep_count;" id ="=" check_replies_delay =" 1000;" hash =" hash_param('photo')" hash =" hash.replace(/^#/," hash ="=" hash_index =" get_index(hash);" hash_index ="="&gt; 0) 		show_photo(hash_index); 	else 		show_album(); }  function assign_reply_links(index) { 	if (index &amp;&amp; index &gt; 0) { 		var areply_btn = getEl('areplybutton'); 		if (areply_btn) { 			areply_btn.href = AudioReplyURLS[index]; 		}  		var vreply_btn = getEl('vreplybutton'); 		if (vreply_btn) { 			vreply_btn.href = VideoReplyURLS[index]; 		} 	} }  var single_print; function order_photoproducts() { 	display('nonpromo', 0); 	getEl('shoppromonav').innerHTML = nav_table('order'); 	show_comments('none'); 	display('itemreplyform', 0); 	display('itemactions', 0); 	display('albumreplies', 0); 	display('shoppromo', 1); 	CurrentIndex = 'order'; 	scroll_to_top(); 	var hash = hash_param('photo') || window.location.hash;         hash = hash.replace(/^#/, '');         single_print = hash.match(/^\d+$/) ? hash : ""; 	set_hash_param('photo', 'order'); 	track_url('/photo/item (ajax - promo)'); }  function order_photoprints(link) {         if (single_print)                 link.href += ':' + single_print;         return true; }  setInterval(check_uri, 1000);&lt;/script&gt;“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak,&lt;br /&gt;atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.”&lt;br /&gt;(Qs. Al Mujadilah : 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali&lt;br /&gt;dan meninggalkan orang-orang mu’min.&lt;br /&gt;Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah…”&lt;br /&gt;(Qs. Ali-Imran : 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululah SAWW bersabda, “Sesungguhnya Allah melindungimu dari kepemimpinan orang-orang dungu.” Ka’ab bertanya, “Apakah kepemimpinan orang-orang dungu itu ?”. Beliau berkata, “Yaitu para penguasa yang ada setelahku, mereka tidak mengikuti tuntutanku, dan mereka tidak meneladani sunnahku. Siapa yang membenarkan mereka dengan kebohongannya dan membantu mereka di atas kezalimannya, maka mereka itu bukan bagian dariku dan aku bukan dari mereka, serta mereka tidak akan menemuiku di atas telagaku. Dan siapa yang tidak membenarkan mereka dengan kebohongannya dan tidak membantu mereka di atas kezalimannya, maka mereka itu bagian dariku&lt;br /&gt;dan aku bagian darinya serta akan menemuiku di atas telagaku.”&lt;br /&gt;(HR. Ahmad, haditsnya Shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada yang merusak agama ini, kecuali raja,&lt;br /&gt;dan para ulama su’u serta para rahibnya.”&lt;br /&gt;(Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-7319335179626223007?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/7319335179626223007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/12/bush-dan-zionis-berjubah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7319335179626223007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7319335179626223007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/12/bush-dan-zionis-berjubah.html' title='Bush dan Zionis Berjubah'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SyM2LAqtTUI/AAAAAAAAA04/tsRPZ9KMdkg/s72-c/image018.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-2452764001015723816</id><published>2009-11-28T22:21:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T22:30:08.107-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Penyelewengan Wahabi  dalam Sahih Bukhari</title><content type='html'>Sayang sekali setiap kali kita melihat kitab Ahlusunnah, jikalau ada yang bertentangan dengan pandangan Wahabi, maka mereka berusaha menghapuskannya karena bimbang timbulnya kebenaran. Kerja ini jelas buruk akhlaknya dan tidak beramanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamalah kita saksikan Sahih Bukhari cetakan Darul Fikr - Beirut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;دار الفكر - بيروت&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SxIT_9RVPII/AAAAAAAAA0o/rwi-20GB32o/s1600/tzweer_9a7ee7_Cover+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 223px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SxIT_9RVPII/AAAAAAAAA0o/rwi-20GB32o/s320/tzweer_9a7ee7_Cover+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409408091925331074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SxIT73wjl7I/AAAAAAAAA0g/7U7mFSHEgoE/s1600/tzweer_9a7ee7_1+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SxIT73wjl7I/AAAAAAAAA0g/7U7mFSHEgoE/s320/tzweer_9a7ee7_1+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409408021726205874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sini hadis Bukhari menukilkan tentang perkahwinan Mut'ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imran bin Hushain berkata: Ayat Mut'ah dalam kitab Allah telah turun dan kami melaksanakannya bersama Rasulullah dan ayat pengharamannya tidak diturunkan dan tidak dihalang melakukannya hingga nabi yang mulia wafat. Datang seorang lelaki dan dengan pandangannya sendiri menitahkan menurut kehendaknya. Muhammad mengatakan: Mereka berkata dia ialah Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang disebut: "datang seorang lelaki dan dengan pandangannya sendiri menitahkan menurut kehendaknya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya ialah: seorang lelaki mengharamkannya. Disebut juga "Muhammad berkata: mereka mengatakan beliau ialah Umar" Iaitu Muhammad Ismail Bukhari (Pemilik kitab) berkata: beliau ialah Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang titik tolak di sini ialah. Sayangnya mereka siap sedia menafikan amalan tersebut sekaligus menentang sunnah nabi (s) dalam cetakan Bukhari yang baru seperti dalam 3 cetakan Darul Ihya Beirut, Darul Kitab al-Alamiyah - Beirut, Darul Mu'arif- Beirut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SxIT4EEf1kI/AAAAAAAAA0Y/x2vuWKpgPv4/s1600/tzweer_9a7ee7_2+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 238px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SxIT4EEf1kI/AAAAAAAAA0Y/x2vuWKpgPv4/s320/tzweer_9a7ee7_2+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409407956311594562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SxITxik0myI/AAAAAAAAA0Q/TNiDDDIKj9A/s1600/tzweer_9a7ee7_4+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SxITxik0myI/AAAAAAAAA0Q/TNiDDDIKj9A/s320/tzweer_9a7ee7_4+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409407844241152802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpulanglah kepada anda menilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;http://reyhane-masoumah.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-2452764001015723816?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/2452764001015723816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/11/penyelewengan-dalam-sahih-bukhari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/2452764001015723816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/2452764001015723816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/11/penyelewengan-dalam-sahih-bukhari.html' title='Penyelewengan Wahabi  dalam Sahih Bukhari'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SxIT_9RVPII/AAAAAAAAA0o/rwi-20GB32o/s72-c/tzweer_9a7ee7_Cover+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-4135604274300788516</id><published>2009-11-24T03:14:00.001-08:00</published><updated>2009-11-24T03:20:40.366-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>SAUDI Memang Saudara Israel</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/internasional/1saudiparahsekali.jpg" style="border: 0pt none ; margin: 0pt; display: block; padding-bottom: 1em;" class="captify" alt="" width="372" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Saudi oh Saudi. Sementara Yahudi Israel sibuk membangun kota dan perumahan di Jerusalem, negera yang dipimpin oleh Raja Abdullah itu terlibat dalam penyediaan trem atau kereta api yang akan beroperasi di Jerusalem, tentunya untuk kepentingan orang-orang Yahudi. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adalah Haramain Express yang menjadi konsorsium dana penyediaan trem ini. Haramain bekerja sama dengan perusahaan sejenis asal Prancis, Alstom Transport. Keduanya adalah sebagian dari grup perusahaan yang membangun jaringan kereta api atau trem itu di Jerusalem, yang diharapkan untuk memperluaskan Jerusalem dan koloni Yahudi di Tebing Barat yang sudah diduduki.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keikutsertaan Saudi ini jelas menjadi kontroversi. Perusahaan Saudi yang menangani projek ini tidak memberikan komentar apapun. Sekadar informasi, perusahaan Perancis yang diajak bekerja sama ini telah lama menjadi target boikot di Eropah, serta menghadapi perkara hukum yang oleh kelompok advokasi Asosiasi Solidaritas Perancis-Palestin di Paris.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Disinyalir dalam kes proyek ini, mantan presiden Prancis Jacques Chirac terlibat. Sedangkan Liga Arab dengan tegas telah menyatakan bahwa Saudi harus menghentikan projek Jerusalem itu. (sa/gulfn)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;http://satuumat.blogspot.com/2009/06/saudi-memang-saudara-israel.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-4135604274300788516?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/4135604274300788516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/11/saudi-kerjasama-dengan-mossad_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4135604274300788516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4135604274300788516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/11/saudi-kerjasama-dengan-mossad_24.html' title='SAUDI Memang Saudara Israel'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-3483368232588394372</id><published>2009-11-24T03:14:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T03:15:00.245-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>SAUDI Kerjasama dengan MOSSAD</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: justify;" class="post-title"&gt; &lt;a href="http://satuumat.blogspot.com/2009/07/saudi-kerjasama-dengan-mossad.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://b.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/1saudisoldiers.jpg" style="display: block; padding-bottom: 1em;" class="captify" alt="" width="372" /&gt; Semakin hari, semakin aneh tindak-tanduk Arab Saudi. Negara tempat dilaksanakannya ibadah haji ini baru-baru ini dilaporkan mempunyai hubungan yang khusus dengan agen perisikan Israel, Mossad.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Awal tahun ini, Meir Dagan, ketua Mossad sejak tahun 2002, sudah menjalin perbincangan dengan pemerintahan Saudi untuk membangun landasan terbang untuk Israel. Dagan meyakinkan perdana menteri Benjamin Netanyahu bahawa tampaknya Saudi tak keberatan sama sekali akan proposal ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhbar-akhbar dari Israel bahkan sudah menurunkan berita bahawa para pegawai tinggi Israel, seperti Ehud Olmert, ikut terlibat perbincangan ini dengan para keluarga kerajaan Saudi. Laporan ini dibantah oleh Saudi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebuah sumber diplomatik mengatakan bahawa setujunya Saudi bekerja sama dengan Israel tidak lain melihat dari kepentingan jangka panjang dari Saudi pula yang sedang membangun kekuatan militer. Bahkan sejak jauh-jauh hari, Saudi menjalin hubungan kerja sama dengan AS.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mossad dipercayai berada di belakang semua kerja sama antara Saudi dan Israel ini. John Bolton, mantan duta besar AS untuk PBB yang baru-baru ini mengunjungi Saudi, mengatakan bahawa sangat mungkin dan masuk akal bagi Israel menggunakan Saudi sebagai basis pangkalan militernya. “Keduanya (Israel dan Saudi) tak akan mengatakan apa-apa kepada publik.” ujarnya. (sa/sndytms)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : http://satuumat.blogspot.com/2009/07/saudi-kerjasama-dengan-mossad.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-3483368232588394372?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/3483368232588394372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/11/saudi-kerjasama-dengan-mossad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/3483368232588394372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/3483368232588394372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/11/saudi-kerjasama-dengan-mossad.html' title='SAUDI Kerjasama dengan MOSSAD'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-4483213063913339500</id><published>2009-11-24T00:14:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T00:16:44.279-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Ulama Arab Saudi Ditangkap Karena Serukan untuk Serang Israel</title><content type='html'>Riyadh (ANTARA News) - Seorang ulama terkemuka Arab Saudi ditangkap karena menyerukan untuk menyerang warga Israel di seluruh dunia sebagai balasan terhadap serangan Israel ke Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPA yang mengutip media Saudi pada hari Rabu melaporkan bahwa Sheikh Awad al-Qarni mengeluarkan fatwa pada hari Senin yang menyebut "darah orang Israel halal selama mereka menumpahkan darah saudara kita di Palestina."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran al-Rasad melaporkan bahwa al-Qarni ditangkap di Saudi Selatan dan telah dibawa ke Riyadh. Polisi tidak mau berkomentar atas penangkapan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hari terakhir, fatwa al-Qarni banyak dibicarakan di situs-situs Internet, tulis koran tersebut.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.antara.co.id/view/?i=1230775365&amp;c=INT&amp;s=&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-4483213063913339500?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/4483213063913339500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/11/ulama-arab-saudi-ditangkap-karena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4483213063913339500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4483213063913339500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/11/ulama-arab-saudi-ditangkap-karena.html' title='Ulama Arab Saudi Ditangkap Karena Serukan untuk Serang Israel'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-5196933648433717400</id><published>2009-10-26T01:19:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T01:21:50.223-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Saudi Wahabia Setia Sampai Mati Pada Zionis</title><content type='html'>&lt;p&gt;Keluarga Saudi selama ini mengklaim diri mereka sebagai “Pelayan Haramain”, tetapi kenyataan yang benar adalah mereka budak zionis. Sejak awal Saudi Wahabia berkomplot mendukung dan rela zionis menduduki Palestina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumpah setia mereka kepada zionis dinyatakan dalam sebuah dokumen yang ditandatangani sendiri oleh Ibnu Saud.&lt;span id="more-28"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam dokumen tersebut juga tersirat adanya kesepakatan sebelumnya bahwa Saudi Wahabia akan dijamin tetap berkuasa asal Palestina diberikan kepada kaum Zionis. Hal ini ditunjukkan oleh pernyataan Ibnu Saud: “I…..also believe that Britain does not leave its view even tip”, yang maksudnya kurang lebih “Saya juga meyakini bahwa Inggris tidak akan bergeser dari pandangannya walau seujung jari pun”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://wildwestwahabi.files.wordpress.com/2008/11/dokumen-raja-saudi.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-29" title="dokumen-raja-saudi" src="http://wildwestwahabi.files.wordpress.com/2008/11/dokumen-raja-saudi.jpg?w=300&amp;amp;h=176" alt="dokumen-raja-saudi" width="300" height="176" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudi Arabia and Zionists, Brothers until victory or death&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Book on workshops Daily: Saudi Arabia and the Zionist Brothers until victory or death&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Its published manuscripts of the book had been prepared and researcher of Israeli anti-racist Zionist Professor Israel Shahak, the manuscript written in Hebrew, the colleague Yitzhak Sarai translated into Arabic and disseminating the disposal (because he did not complete) on a daily workshops.&lt;br /&gt;In the book shows the late thinker, the critical role played by Britain in creating racial entity in Saudi Arabia and his brother Talmud in Palestine.&lt;br /&gt;The document was signed by Ibn Saud of the French pledge to give Palestine to the Jews (”I’m the Sultan Abdul Aziz Bin Abdul Rahman Al Saud al-Faisal acknowledged and admitted to Sir Percy Cox delegate of Great Britain, I have no objection to give Palestine to the Jews or other poor also believe that Britain does not leave its view even tip”)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibn Saud had served head of the Zionist state and dreaming for this moment in the future.&lt;br /&gt;Picture of Ibn Saud gathering and King Faisal of Iraq and leaders of the Zionist Organization on board Lauren in 1949.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://wildwestwahabi.files.wordpress.com/2008/11/saudizionis.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-30" title="saudizionis" src="http://wildwestwahabi.files.wordpress.com/2008/11/saudizionis.jpg?w=512&amp;amp;h=435" alt="saudizionis" width="512" height="435" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;A Zionist Engineer built the first palaces in Saudi Arabia and Ibn Saud  did not even send blankets and food to displaced Palestinians.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zionist Engineer built the first palaces in Saudi Arabia and Ibn Saud  did not even send blankets and food to displaced Palestinians. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://wildwestwahabi.files.wordpress.com/2008/11/istana-saudi.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-31" title="istana-saudi" src="http://wildwestwahabi.files.wordpress.com/2008/11/istana-saudi.jpg?w=512&amp;amp;h=384" alt="istana-saudi" width="512" height="384" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="postmetadata"&gt;        Sumber : &lt;span style="font-size:78%;"&gt;http://wildwestwahabi.wordpress.com/2008/11/14/saudi-wahabia-setia-sampai-mati-pada-zionis/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-5196933648433717400?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/5196933648433717400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/10/saudi-wahabia-setia-sampai-mati-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/5196933648433717400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/5196933648433717400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/10/saudi-wahabia-setia-sampai-mati-pada.html' title='Saudi Wahabia Setia Sampai Mati Pada Zionis'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-6152162075560100300</id><published>2009-10-26T01:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T01:10:13.505-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>PANGKALAN MILITER AMERIKA DI TIMUR TENGAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="post-343 post hentry category-arsip-al-waie" id="post-343"&gt;      &lt;h2&gt;&lt;a href="http://wisnusudibjo.wordpress.com/2008/06/21/pangkalan-militer-amerika-di-timur-tengah-bukti-nyata-pengkhianatan-para-penguasa-arab/" rel="bookmark" title="PANGKALAN MILITER AMERIKA DI TIMUR TENGAH Bukti Nyata Pengkhianatan Para Penguasa Arab"&gt;Bukti Nyata Pengkhianatan Para Penguasa Arab&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;            &lt;div class="entry"&gt;       &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tahun &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;1987 &lt;em&gt;pernah terbit sebuah tulisan yang berjudul &lt;/em&gt;“Kesepakatan yang Mengikat Antara Amerika Serikat dan Negara-Negara dalam Dewan Kerjasama Teluk.” Tulisan &lt;em&gt;tersebut dipersiapkan oleh &lt;/em&gt;Husain Musa &lt;em&gt;dan diajukan oleh &lt;/em&gt;Said &lt;em&gt;Sayf yang kemudian diterbitkan sebuah media di Beirut. &lt;/em&gt;D sini, &lt;em&gt;kami &lt;/em&gt;sekedar &lt;em&gt;ingin mengingatkan kembali &lt;/em&gt;sebagian &lt;em&gt;isi &lt;/em&gt;dan penjelasan &lt;em&gt;mengenai kesepakatan &lt;/em&gt;tersebut. Sebab, dalam tulisan tersebut terungkap &lt;em&gt;keserakahan Amerika di wilayah &lt;/em&gt;Teluk sejak &lt;strong&gt;beberapa &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;tahun yang lalu, jauh &lt;/em&gt;sebelum &lt;em&gt;Perang&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Teluk &lt;/em&gt;I &lt;em&gt;dan sebelum Peristiwa &lt;strong&gt;II &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;September 2001. &lt;span id="more-343"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada bagian yang paling awal, tulisan tersebut mengungkapkan:&lt;br /&gt;Kehadiran militer Amerika dalam jumlah banyak di Teluk Arab sejak paruh terakhir tahun 1987, yang dibawa oleh sebuah kapal, dan dengan membawa kapal-kapal penyapu ranjau multinasional Eropa, tidak datang secara tiba-tiba; tidak pula karena perkembangan Perang Irak-Iran, atau karena kebutuhan Kuwait untuk menjaga tangki-tangki minyaknya dan berbagai serangan udara. Akan tetapi, kehadiran militer Amerika itu, di satu sisi dimaksudkan sebagai bentuk pengukuhan hubungan Amerika yang bersifat hegemonik atas negara-negara di kawasan ini, dan di sisi lain sebagai pengukuhan markas imperialis. Kehadiran militer Amerika tersebut juga merupakan implementasi langsung, bukan saja dari sejumlah kesepakatan militer dan keberadaan militer di negara-negara yang ada di kawasan ini, tetapi juga dari sejumlah kesepakatan lain dalam berbagai bentuknya. Kehadiran sejumlah banyak militer imperialis ini didorong oleh sejumlah sebab dan telah menimbulkan berbagai akibat yang buruk. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Sejak Perang Dunia II, muncullah Amerika yang tidak merasa perlu mengikutsertakan Inggris dalam melanjutkan interaksinya dengan Kerajaan Arab Saudi. Sebaliknya, Amerika merasa perlu menghadirkan secara langsung kekuatan militernya setelah berbagai perusahaan minyaknya melemah.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Sebàgaimana diketahui, pada tahun tersebut, yakni pada tahun 1987, di kawasan ini, ‘nyanyian’ tentang adanya senjata pemusnah massal dan senjata biologi tidak pernah terdengar; kekhawatiran atas ancaman Saddarn Hussein terhadap tetangga-tetangganya juga tidak pernah muncul, meskipun saat itu Irak berperang melawan Iran selama 8 tahun. Meskipun demikian, Amerika memobilisasi kekuatan militernya ke wilayah kaya minyak itu. Amerika mulai melatih tentara-tentara marinirnya dan mengerahkan pasukan gerak cepatnya sejak tahun 1980 untuk terlibat dalam Perang Padang Pasir. Amerika juga mulai melakukan sejumlah manuver militer di sekitar Mesir atas nama manuver ‘bintang terang’ dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;SeLanjutnya, penulis kembali mengingatkan sejumlah kesepakatan yang dibuat Amerika dengan sejumlah negara Teluk, khususnya Arab Saudi sebagai negara yang paling besar di kawasan ini. Penulis menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Sesungguhnya kesepakatan pertama yang dibuat Amerika dengan Arab Saudi terjadi pada tahun 1933; berkaitan erat dengan perwakilan diplomatik dan konsulat serta perlindungan hukum, perdagangan, dan pelayaran. Kesepakatan kedua dibuat pada tahun 1951 dengan judul, “Kesepakatan Umum ‘Titik Keempat’ &lt;em&gt;(Point Four) &lt;/em&gt;yang Khusus Berkenaan dengan Bantuan Teknis Antara Negara Arab Saudi dan Amerika.” Kesepakatan ketiga juga dibuat pada tahun 1951 bagi pembangunan pangkalan militer Amerika yang pertama kalinya di Dhahran. Pada pasal 5 ayat b terdapat pernyataan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ekspedisi Amerika hanya boleh melintasi wllayah Dhahran saja. &lt;/em&gt;Ini adalah merupakan tambahan atas apa yang disebutkan pada ayat a, yang berkaitan dengan masalah pesawat-pesawat militer Amerika dan pasukan-pasukan militer Amerika.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Sementara itu, pada pasal ke-6 ayat a disebutkan: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Untuk menjamin Iancarnya berbagai aktivitas dan pelayanan teknis secaro baik dan optimal di Bandara Dhahran, utusan Amerika diperkenankan untuk melakukan perbaikan, pengubahan, dan penggantian— semata-mata demi tujuan perbaikan— berbagai perusahaan dan bangunannya. Amerika juga boleh membuat berbagai bangunan dan berbagai kemudahan lainnya di sejumlah landasan terbang dan tempat-tempat pesawat-pesawat terbang; memasang berbagai alat pengintaian udara (radar) dan berbagai alat intelijen tanpa kabel; menyediakan berbagai bantuan penerbangan udaranya yang dipandang penting demi sejumlah tujuan yang dikehendaki dalam kesepakatan ini.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Di dalam kesepakatan ini terdapat sejumlah pasal lain dengan syarat-syarat yang siap menjadi ‘bom waktu’.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Pada tahun yang sama, yakni tahun 1951, juga dibuat kesepakatan khusus yang bertema, “Program Bantuan Pertahanan Timbal Balik.” Perhatikanlah penggunaan istilah ‘timbal-balik’ pada kesepakatan tersebut. Padahal, berkaitan dengan kesepakatan yang dilakukan Saudi pada tahun 1951 untuk pertahanan ‘timbal balik’ itu, orang yang berakal pasti memahami bahwa kesepakatan tersebut meniscayakan pihak yang kuat mendominasi pihak yang lemah. Pada pasal ke-2 dalam kesepakatan tersebut antara lain terdapat pernyataan: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Pemerintah Arab Saudi menyukai untuk mengambil manfaat berupa bantuan produk senjata dari Amerika dan agar Amerika mengirimkan utusan yang terdiri dari pasukan militer laut dan kekuatan udara sesuai dengan bagian-bagian tertentu dari sejumlah program pelatihan serta membuat satu langkah bagi serah-terima senjata-senjata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Pada pasal ke-4 disebutkan: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Pemerintah Amerika Serikat siap untuk—berdasarkan pengajuan permintaan bantuan senjata— mengutus sejumlah orang yang memiliki kemampuan dan kapabilitas dari kalangan tentara darat, laut, dan udara Amerika untuk menyelenggarakan pelatihan penggunaan perangkat militer sebagaimana yang diminta dalam kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Pada pasal 5 dinyatakan: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Amerika, sejauh mungkin, akan menerima para pelajar Arab Saudi dan kalangan militernya yang dipandang layak untuk belajar dan mengikuti pelatihan di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Pada tahun yang sama juga dibuat “Kesepakatan Khusus Program Bantuan Pendapatan Alami”, yakni pendapatan dari minyak, gas, dan barang tambang/mineral.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Sementara itu, pada tanggal 17 Januari 1951, juga telah dibuat, “Kesepakatan Program Persenjataan Massal” antara Amerika dan Arab Saudi. Kesepakatan tersebut menetapkan bahwa pelaksanaannya disempurnakan melalui utusan kerjasama teknis menteri luar negeri. Pada tahun yang sama, juga ditandatangani, “Kesepakatan Khusus Program Kerjasama Teknis Bidang Pertambangan/Mineral” dan berkaitan dengan pelatihan kerja dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;TanggaL 27 Juni 1953 dibuat kesepakatan di seputar utusan pelatih militer Amerika dan tempat penandatangannya di Makkah. Pasal 4 dari butir-butir kesepakatan tersebut berbunyi: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Kewajiban-kewajiban Dewan Penasihat meliputi upaya membantu dan memberikan konsultasi kepada Menteri Pertahanan dan Penerbangan Kerajaan Arab Saudi serta bagi kesatuan-kesatuan kekuatan bersenjata Arab Saudi dalam sejumlah perkara tertentu dengan membuat Iangkah-langkah, pengaturan, dasar-dasar administrasi, dan metode pelatihan militer sebagai bentuk implementasi kesepakatan Menteni Pertahanan dan Penerbangan Kerajaan dengan kepala Dewan Penasihat. Pelatihan mencakup pula penggunaan berbagai macam senjata, strategi militer, dan logistik. Para anggota Dewan Penasihat dibolehkan—dalam rangka menunaikan berbagai kewajibannya—untuk melakukan infeksi dan penyelidikan militer serta melaksanakan kewajiban-kewajiban lain yang disarankan oleh kepala Dewan Penasihat dan disetujui oleh Menteri Pertahanan dan Penerbangan Kerajaan Saudi.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Pada butir ke-5 juga disebutkan: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Setiap anggota Dewan Penasihat tidak boleh menyebarluaskan cara apa pun kepada pemerintahan asing atau individu mana pun dan dimana pun tanpa diberi hak untuk melakukan penyelidikan atas topik rahasia atau khusus yang telah ditelaah atau disikapi sesuai dengan kedudukannya sebagai anggota Dewan Penasihat.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Sebuah kesepakatan juga telah dibuat berkenaan dengan hak-hak untuk menggunakan Pangkalan Dhahran pada tahun 1957. Pada pasal 1 tercantum pernyataan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Pemerintah Amerika memahami berbagai penjelasan Yang Mulia Penguasa Saudi kepada Presiden Amerika Eisenhower dan mengakui kebutuhan Kerajaan Saudi untuk memperkuat kekuatan persenjataannya demi tujuan-tujuan pertahanan Kerajaan di Bandara Dhahran.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Selanjutnya, pada awal bulan Maret tahun 1957 dibuat kesepakatan untuk memperluas Pelabuhan ad-Dimam. Pada tanggal 10-13 November tahun 1958 dibuat kesepakatan seputar Pesawat-pesawat terbang Phantom, yang kemudian dibuat sekali lagi pada tanggal 22 Maret tahun 1963. Pada pasal 2 di antaranya terdapat pernyataan: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Tujuan dan penyediaan pesawat-pesawat tersebut adalah demi pertahanan resmi tanah-tanah Kerajaan Saudi melawan musuh sesuai dengan yang disepakati dalam Piagam PBB.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;TanggaL 24 Mei 1965 dibuat kesepakatan seputar pengembangan militer yang pada masa depan dipimpin oleh para teknisi Amerika.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;TanggaL 4 April tahun 1972 dibuat kesepakatan seputar hak-hak istimewa &lt;em&gt;(previlege) &lt;/em&gt;dan perlindungan bagi para pekerja Amerika.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Tanggal 8 Juni 1974 dibuat kesepakatan seputar kerjasasama Amerika-Saudi dalam bidang ekonomi, teknologi, industri, dan suplai bagi Kerajaan sesuai dengan yang dibutuhkan demi tujuan-tujuan pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Pada tanggal 4 Juni 1980 dibuat kesepakatan mengenai berbagai kemudahan militer antara Amerika dan penguasa Amman yang mana Amerika memiliki hak untuk menggunakan Pangkalan Amman.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Tahun 1975 dibuat kesepakatan untuk menyewa Pangkalan al-Jafir di Bahrain. Ini adalah untuk memperbarui kesepakatan yang pernah dibuat tahun 1971.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Tanggal 24 Februari 1975, hal-hal yang tidak yang dilanjutkan pada&lt;br /&gt;tanggal 15 Juni tahun yang sama, dibuat kesepakatan antara Kuwait dan Amerika dengan nama, ‘Kerjasama Timbal Balik demi Pertahanan, Bantuan Peralatan, Pelayanan bagi Keperluan Pertahanan, dan Pembangunan Kantor Kerjasama.”&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Pada 15-21 Juni 1975 dibuat kesepakatan seputar pembelian senjata dan pelayanan pertahanan antara Amerika dan negara-negara yang tergabung dalam Emirat Arab.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Semua kesepakatan di atas dibuat sebelum Perang Teluk I dan sebelum terjadinya Peristiwa 11 September 2001. Sebagaimana diketahui, kesepakatan militer yang terjadi setelah Perang Teluk dan Peristiwa 11 September 2001 antara Amerika dan negara-negara Teluk dianggap sebagai bentuk pertahanan negara-negara Teluk dalam melawan Irak atau dipandang demi menjaga negara-negara tersebut dari serangan para teroris pasca Peledakan 11 September 2001. Jika demikian, atas dasar apa dibuat berbagai kesepakatan militer tersebut jauh sebelum Perang Teluk dan Peristiwa 11 September 2001? Sebab, tidak ada latar belakang atau sebab yang nyata—yang dapat menyesatkan umat Islam—di seputar berbagai kesepakatan tersebut. Oleh karena itulah, mereka berupaya sekuat tenaga agar berbagai kesepakatan tersebut dapat dilangsungkan secara rahasia antara Amerika dan negara-negara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Tulisan di atas tidak mencakup seluruh ketamakan Amerika di seputar Teluk dan kesepakatan yang dibuatnya dengan negara-negara Teluk. Akan tetapi, berbagai kesepakatan Amerika dengan negara-negara di wilayah itu serta berbagai pangkaLan militer tersebut merupakan jalan masuk bagi pangkalan-pangkalan berikutnya yang jauh lebih besar dan lebih berbahaya di Saudi, Qatar, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Semua kesepakatan dan pangkalan militer yang dibuat di atas adalah sekadar kenyataan yang tersingkap dan tampak ke permukaan. Sementara itu, hal-hal yang tidak tersingkap dari berbagai persekongkolan dan manuver antara Amerika dan para anteknya di negara-negara Teluk adalah jauh lebih besar dan lebih berbahaya. Oleh karena itu, umat dituntut secara sungguh-sungguh untuk senantiasa terikat dengan agamanya serta menjaga berbagai kepentingannya dalam rangka mencegah bercokolnya terus berbagai pangkalan militer yang bisa menjadi sarana untuk membunuh kaum Muslim di wilayah ini. Umat Islam juga harus bersikap tegas dan keras di hadapan para penguasa antek Amerika tersebut yang telah menyerahkan berbagai wilayah darat, laut, dan udaranya kepada Amerika dan sekutunya hingga mereka menyerahkan tanah-tanah kaum Muslim sejengkal demi sejengkal kepada orang-orang kafir penjajah.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;Allahlah Penolong orang-orang yang menolong agama-Nya. Allah Swt. berfirman: &lt;span&gt;          &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah adalah Mahakuat dan Mahaperkasa. &lt;/em&gt;(QS al-Hadid [57]: 25).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Sumber : &lt;span style="font-size:78%;"&gt;http://wisnusudibjo.wordpress.com/2008/06/21/pangkalan-militer-amerika-di-timur-tengah-bukti-nyata-pengkhianatan-para-penguasa-arab/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-6152162075560100300?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/6152162075560100300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/10/pangkalan-militer-amerika-di-timur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/6152162075560100300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/6152162075560100300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/10/pangkalan-militer-amerika-di-timur.html' title='PANGKALAN MILITER AMERIKA DI TIMUR TENGAH'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-8127130052688938746</id><published>2009-10-26T01:03:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T01:07:10.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Saudi Tutup Masjid-Masjid Syi’ah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SuVYJBCACRI/AAAAAAAAAzw/d5kgyWN1YTA/s1600-h/saudi_tutup_masjid_syiah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 284px; height: 296px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SuVYJBCACRI/AAAAAAAAAzw/d5kgyWN1YTA/s320/saudi_tutup_masjid_syiah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396816640392300818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syi'ah boleh tengah menyebari di daratan Timur-Tengah. Dari Iran, Syi’ah menyebar cepat ke Iraq, Syria, dan Lebanon, namun di Mesir, Syi’ah dinyatakan sebagai aliran sempalan terlarang. Begitu pula dengan Palestina, atau lebih tepatnya di Gaza. Seorang perwakilan Hamas mengatakan dengan tegas, bahwa tak ada Syi'ah dalam perjuangan Gaza. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah di Saudi, tak ada kompromi untuk Syi’ah. Pemerintah Saudi sudah sangat jelas menyatakan kalau Syi'ah terlarang di negara ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat ini dengan tegas, pemerintah Saudi sudah menutup semua masjid-masjid yang diperkirakan dijadikan tempat berkumpulnya kaum Syi’ah. Misalnya saja, Masjid Ismail di Khobar sudah dinyatakan tertutup untuk umum. Pemerintah Saudi memagarinya dengan tembok besar di depan masjid tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, keamanan di Saudi juga terus berjaga-jaga di depan masjid tersebut, dan sudah mengeluarkan larangan resmi kepada warga untuk datang lagi ke tempat itu, dengan tujuan apapun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekelompok kaum Syi’ah yang berjumlah sekitar 12 orang tidak mau pergi dari masjid itu. Akhirnya keamanan pun menangkap dan mengamankannya. (sa/bab/erm).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;catatan :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masjid ditutup, pangkalan Militer US dibiarin&lt;br /&gt;dasar WAHABI perusak umat, musuh dalam selimut umat&lt;br /&gt;Kalian adalah ujian umat zaman ini!!!    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-8127130052688938746?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/8127130052688938746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/10/saudi-tutup-masjid-masjid-syiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/8127130052688938746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/8127130052688938746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/10/saudi-tutup-masjid-masjid-syiah.html' title='Saudi Tutup Masjid-Masjid Syi’ah'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SuVYJBCACRI/AAAAAAAAAzw/d5kgyWN1YTA/s72-c/saudi_tutup_masjid_syiah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-85747762494818273</id><published>2009-10-13T01:06:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T01:08:40.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Ironi Besar Arab dan Yahudi di Sepakbola Inggris</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="garis-bawah"&gt;     &lt;p&gt;&lt;img src="http://b.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/0avram_grant_1498523c.gif" style="display: block; padding-bottom: 1em;" alt="" width="372" /&gt; Inilah paradox besar dan menyedihkan antara dunia Arab dan Israel. Sementara rakyat Palestina mengeluarkan keringat, darah, dan nyawa menghadapi Israel mempertahankan kehormatan, harga diri dan tanah air, eh di Inggris, terjadi sebaliknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti diketahui, para pengusaha dan anggota kerajaan di negeri Arab sekarang ini berbondong-bondong membeli klub sepakbola Premier League. Ada Syeikh Mansour yang memiliki klub Manchester City. Ada pula Pangeran Faisal yanag tengah dalam proses membeli klub Liverpool. Yang terakhir adalah Ali Al Faraj yang membeli klub Porstmouth.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, Ali Faraj ini yang bener-bener kebangetan. Ia—entah dengan pertimbangan apa—kemudian memperkerjakan seorang Israel . Bukan sembarangan orang Israel, karena ia adalah Avram Grant. Grant adalah seorang Yahudi yang pernah melatih klub Chelsea, namun kemudian digantikan oleh Luis Felipe Scolari karena dianggap gagal memenuhi ekspektasi sang pemilik klub, Roman Abramovic.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Portsmouth, Grant akan ditunjuk sebagai Direktur Sepakbola klub tersebut untuk durasi dua tahun. Grant sendiri bukanlah orang baru dalam tubuh Portsmouth. Empat tahun lalu, sebelum melatih Chelsea, ia pernah menjabat sebagai Direktur Teknik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tampaknya Al Faraj benar-benar bernafsu akan membangun Porstmout seperti Chelsea atau Manchester City. Pada Januari mendatang, ia akan menggelontorkan sejumlah dana untuk merekrut pemain baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Faraj, kemanakah nurani Anda? Tidakkah Anda lihat sesama orang Islam sekarat oleh Israel, dan kini Anda membayar mahal seorang Yahudi untuk klub sepakbola Anda yang hanya untuk kepentingan dunia dan senang-senang saja? Duh, Arab, Arab. (sa/tpskr)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dunia/ironi-besar-pengusaha-arab-dan-yahudi-di-sepakbola-inggris.htm&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-85747762494818273?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/85747762494818273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/10/ironi-besar-arab-dan-yahudi-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/85747762494818273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/85747762494818273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/10/ironi-besar-arab-dan-yahudi-di.html' title='Ironi Besar Arab dan Yahudi di Sepakbola Inggris'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-6338925993963927682</id><published>2009-10-11T00:58:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T01:05:47.816-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wahabi'/><title type='text'>Penerbit Wahabi Hapus Pembahasan Tentang Tawashul</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pembajakan kitab tidak hanya dilakukan oleh penerbit Darul Kutub Al-Ilmiyah di Lebanon terhadap kitab Sirajut Thalibin karya Syekh Ihsan Jampes. Belakangan diungkap beberapa manipulasi dalam kitab terbitan Timur Tengah yang beredar di Indonesia.&lt;span id="more-7906"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang KH Aziz Masyhuri mengungkapkan, dalam kitab &lt;em&gt;Al-Adzkar&lt;/em&gt; terbitan Saudi Arabia, salah satu bagian penting yang menjelaskan tentang ajaran tentang berdoa dengan perantara atau tawashul sengaja dihapus, karena dianggap bertentangan dengan ajaran Wahabi. Padahal kitab yang dikaji di berbagai pesantren itu ditulis oleh ulama Sunni yang menganjurkan tawashul.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Saat berkunjung ke redaksi &lt;em&gt;NU Online&lt;/em&gt; pertengahan bulan lalu, mantan ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) ini menuturkan, dirinya telah lama menemukan manipulasi itu, bahkan sejak awal awal tahun 2000.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Selain kitab&lt;em&gt; Al-Adzkar&lt;/em&gt;, alam kitab &lt;em&gt;Tafsir Shawi&lt;/em&gt;, misalnya, ditengarai terjadi penmghapusan beberapa baris, sehingga memenggal isi pokok kitab tersebut.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Menurut Kiai Aziz, pihaknya sempat mengirumkan surat protes kepada pihak penerbit Saudi Arabia atas sepengatahuan Dr KH Agil Al Munawwar, menteri Agama saat itu, tetapi surat protes itu tidak pernah ditanggapi oleh mereka.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ia menduga masih banyak kitab yang sisinya sudah diacak-acak seperti itu. Karenanya ia meminta PBNU dan kalangan pesantren untuk kritis terhadap keaslian kitab yang dikaji.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;”Kita perlu terus mentashih kembali kitab-kitab yang akan dikaji di pesantren, agar tidak menyebabkan kepeincangan dan kesesatan,” katanya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sesepuh NU yang rajin menghimpun arsip NU ini juga berharap agar penyelidikan terhadap kasus pembajakan kitab &lt;em&gt;Sirajut Thalibin&lt;/em&gt; sekaligus dijadikan momentum untuk mengkaji kitab yang ada, baik dari segi hak cipta maupun dari segi matan atau isinya agar bila terjadi penyimpangan bisa segera di luruskan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;“Ini salah  satu bentuk menjaga nilai-nilai Aswaja yang saant ini memang sdang banyak menghadapi tantangan baik dari kelompok liberal yang marak di kalangan muslim Timur Tengah, maupun rongrangan dari kelompok fundamentalis Islam sebagaimana dilakukan terhadap kitab &lt;em&gt;Al-Adzkar&lt;/em&gt; tersebut,” katanya. (NU Online/http://www.nu.or.id)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-6338925993963927682?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/6338925993963927682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/10/penerbit-wahabi-hapus-pembahasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/6338925993963927682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/6338925993963927682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/10/penerbit-wahabi-hapus-pembahasan.html' title='Penerbit Wahabi Hapus Pembahasan Tentang Tawashul'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-4417151148974056111</id><published>2009-10-10T04:16:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T04:18:53.674-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Seorang Ilmuwan Nuklir Iran Diculik di Saudi Arabia</title><content type='html'>&lt;div&gt;       &lt;/div&gt;Menlu Iran Manouchehr Mottaki mengatakan Rabu bahwa ada "campurtangan" AS dalam kasus seorang warga Iran yang hilang di Arab Saudi. "Kami telah memperoleh dokumen yang menunjukkan campurtangan AS dalam hilangnya Shahram Amiri di Arab Saudi," kata Mottaki seperti yang dikutip oleh kantor berita FARS. "Kami akan kejar kasus ini."&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Media Iran dan regional melaporkan pada beberapa pekan terakhir bahwa Amiri hilang ketika naik haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian luar negeri menolak untuk mengomentari jabatan pria yang hilang itu, tapi beberapa media Arab regional berspekulasi bahwa ia adalah seorang ilmuwan nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mottaki memberi kesan bahwa Amiri telah ditangkap dan AS terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menganggap Arab Saudi bertanggungjawab atas situasi Shahram Amiri dan kami menganggap Amerika terlibat dalam penangkapannya," ujar Mottaki seperti dikutip oleh kantor berita resmi IRNA. [islammuhammadi/mt]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.islammuhammadi.com/content/view/1309/119/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-4417151148974056111?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/4417151148974056111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/10/seorang-ilmuwan-nuklir-iran-diculik-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4417151148974056111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4417151148974056111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/10/seorang-ilmuwan-nuklir-iran-diculik-di.html' title='Seorang Ilmuwan Nuklir Iran Diculik di Saudi Arabia'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-4351864684120655343</id><published>2009-07-02T06:40:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T06:43:29.353-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Raja Abdullah dan Hegemoni AS di Arab Saudi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sky5E0T9oJI/AAAAAAAAAxU/vIhjqC64tfc/s1600-h/1king_abdullah_barack_obama.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353857549449666706" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 255px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sky5E0T9oJI/AAAAAAAAAxU/vIhjqC64tfc/s320/1king_abdullah_barack_obama.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Senin, 08/06/2009 10:06 WIB &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pekan lalu, presiden AS Barack Obama mengawali perjalanannya di Timur Tengah di Arab Saudi. Kita semua telah melihat bahwa betapa mesranya para petinggi Saudi dengan AS.&lt;br /&gt;Saat ini Saudi tengah menggembar-gemborkan reformasi di negaranya. Beberapa pengamat Islam memprediksi bahwa diangkatnya Raja Abdullah akan berbeda sama sekali dengan Raja Fahd. Raja Abdullah yang tak pernah mengenyam “pendidikan formal” di luar negeri tadinya diharapkan akan memberikan angin perubahan yang baru yakni lebih pro kepada Islam. Karena sebelumnya, Raja Fahd begitu ketat terhadap segala sesuatu yang berbau perkembangan Islam.&lt;br /&gt;Faktanya, tidak ada bedanya antara kedua raja itu. Malah, di zaman Raja Abdullah sekarang ini, banyak “kemajuan” Arab Saudi yang modern, seperti diangkatnya perempuan sebagai pejabat pemerintahan, dibukanya bioskop, dan adanya acara-acara seperti American Idol.&lt;br /&gt;Salah satu yang dilakukan oleh Raja Abdullah sekarang ini adalah melarang penggunaan kata “reformasi” dari publik. Sebaliknya, Raja Abdullah menggunakan kata “pembangunan”.&lt;br /&gt;Yang juga paling mencolok dalam rejim raja Abdullah adalah dukungan Saudi untuk AS dan begitu pula sebaliknya. Dengan pergantian tampuk kekuasaan kerajaan, sepertinya sekarang AS tidak lagi mempunyai kendala yang berarti dalam menancapkan hegemoninya.&lt;br /&gt;Saat ini ada dua hubungan timbal balik antara pemerintah Saudi dengan AS yaitu Saudi memenuhi semua kebutuhan minyak AS, sebaliknya AS membantu Saudi dalam meredam kekuatan Islam yang muncul dan kemungkinan mengancam keberadaan kekuasaan kerajaan. (sa/imr)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-4351864684120655343?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/4351864684120655343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/07/raja-abdullah-dan-hegemoni-as-di-arab.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4351864684120655343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4351864684120655343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/07/raja-abdullah-dan-hegemoni-as-di-arab.html' title='Raja Abdullah dan Hegemoni AS di Arab Saudi'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sky5E0T9oJI/AAAAAAAAAxU/vIhjqC64tfc/s72-c/1king_abdullah_barack_obama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-577011131524270471</id><published>2009-07-02T06:04:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T06:06:30.263-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Kalau Putri Saudi Belanja di Paris</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkywnyV_t-I/AAAAAAAAAxM/tnj15OUpgXI/s1600-h/1putrisaudiokeh.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353848254612092898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 234px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkywnyV_t-I/AAAAAAAAAxM/tnj15OUpgXI/s320/1putrisaudiokeh.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para penguasa dan orang kaya di negeri Arab memang suka ada-ada saja—jika tidak mau dibilang tak punya empati.&lt;br /&gt;Maha al-Sudairi, istri dari menteri dalam negeri Saudi, mengeluarkan lebih dri $120.000 (atau lebih dari Rp. 1,2 milyar lebih) hanya untuk berbelanja barang di satu toko saja, begitu menurut penuturan para pengacara al-Sudairi.&lt;br /&gt;Bahkan saking banyaknya jumlah belanjaannya, Maha al-Sudairi harus berurusan dahulu dengan pengadilan agar bisa membawa barang-barang yang telah dibelinya ke negaranya. Selain juga karena ia tampaknya kesulitan dalam membayarnya, walau tak urung kemudian melunasinya juga.&lt;br /&gt;Putri Saudi ini berplesir di hotel Georges V, yang bersebelahan dengan Champ Elysee yang terkenal mahal, glamour dan mewah di ibukota Prancis. Hotel itu sendiri dimiliki oleh keponakannya yang juga berasal dari Saudi. Ia mempunyai kekebalan politik karena status suaminya selama ini.&lt;br /&gt;Jumlah sebanyak itu hanya ia bayarkan untuk membeli kalung dan pakaian dalam yang jumlahnya mencapai $100.000. Ini bukan pertama kalinya seorang putri Saudi masuk headline koran internasional karena belanja yang gila-gilaan. Duh Saudi, Saudi… (sa/bbc)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/kalau-putri-saudi-belanja-di-paris.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dunia/kalau-putri-saudi-belanja-di-paris.htm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-577011131524270471?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/577011131524270471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/07/kalau-putri-saudi-belanja-di-paris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/577011131524270471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/577011131524270471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/07/kalau-putri-saudi-belanja-di-paris.html' title='Kalau Putri Saudi Belanja di Paris'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkywnyV_t-I/AAAAAAAAAxM/tnj15OUpgXI/s72-c/1putrisaudiokeh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-2332363679557814010</id><published>2009-07-02T05:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T05:32:40.781-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Fakta-Fakta Aneh di Balik Kerajaan Saudi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Skyo2DQrueI/AAAAAAAAAw8/kvPmGbOaqgM/s1600-h/1riyadh_cityokeh.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353839703578360290" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 208px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Skyo2DQrueI/AAAAAAAAAw8/kvPmGbOaqgM/s320/1riyadh_cityokeh.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kamis, 02/07/2009 06:05 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudi Arabia mengalir dengan riak tenang yang mempunyai gelombang besar di dalamnya, dan ditutup dengan arus kecil, seolah-olah semuanya baik-baik saja. Dibandingkan dengan negara-negara Arab lainnya, dari segi apapun, Saudi aman terkendali. Pemasukannya per tahun terus meningkat, atau paling tidak cenderung stabil, dan untuk beberapa puluh tahun ke depan, mereka tak akan terpengaruh dalam perangkap krisis ekonomi global. Jamaah haji yang sudah dipastikan membanjir bagai air bah setiap tahun merupakan salah satu jaminan besar, selain juga kekayaan minyak bumi yang berlimpah. Hingga tak heran, anak muda Saudi mayoritas berpikiran tak perlu harus bekerja keras atau belajar dengan susah payah.&lt;br /&gt;Toh semua itu tak menyembunyikan gejolak yang semakin panas di negara itu. Di satu sisi, para pemuda Saudi telah sedikit berani membuat riak-riak kecil. Mereka telah sadar bahwa selama ini, sejak bertahun-tahun lamanya, raja mereka—siapapun yang sedang berkuasa—telah mengebiri gerakan dan perkembangan Islam yang justru mereka lihat di negara-negara lain.&lt;br /&gt;Ada ketertarikan yang besar pada sebagian pemuda Saudi untuk belajar mengenal gerakan Islam. Di negara itu, bayangkan, kerumunan lebih dari 10 orang akan selalu menjadi masalah. Apalagi di dalam masjid. Pada awalnya, para pemuda ini masih mau mengunjungi ulama-ulama yang mereka percayai seperti Shaykh 'Ali al-Khudhayr, Shaykh Nasir al-Fahd dan Shaykh Ahmad al-Khalidi. Namun seiring perkembangan yang cenderung makin membesar, maka semua ulama itu dibekuk pemerintah, dan dijebloskan ke dalam penjara dengan waktu yang tidak ditentukan. Dalih penangkapan itu adalah ketiga ulama ini merupakan pentolan kelompok Al-Muwahhidden, yang mempunyai banyak persenjataan dan bom. Para Syeh ini sampai detik terakhir mereka diringkus, membantah tuduhan tersebut.&lt;br /&gt;Para pemuda Saudi berada dalam ketakutan dan kebingungan pada waktu yang bersamaan. Mereka sama sekali tidak mempunyai pengalaman menghadapi opresi penguasa. Otomatis mereka tidak lagi mempunyai tempat yang layak untuk bertanya. Mereka ketakutan karena peristiwa penangkapan itu bisa terjadi pada mereka. Bingung karena tak ada pula pengalaman terhadap konspirasi besar.&lt;br /&gt;Mengapa Saudi sangat membatasi gerakan-gerakan Islam bahkan boleh dibilang memberangusnya? Ada beberapa fakta yang menarik untuk disingkap:&lt;br /&gt;1. Rejim Saudi, seperti juga sebagian besar negara-negara Arab lainnya, adalah pemerintahan yang menyatukan antara yang benar (haqq) dan salah (batil). Aspek Haqq Saudi hanya bisa kita lihat dari simbol-simbol yang mereka pakai; bendera Saudi, klaim negara Islam, dan penerapan Syariah. Namun, di balik itu sebenarnya Saudi juga tak berbeda dengan negara sekuler lainnya.&lt;br /&gt;2. Beberapa tahun sebelumnya, Saudi menggandeng Inggris untuk sama-sama memberantas gerakan Ikhwan di negaranya itu. Seorang anggota kerajaan pernah mengungkapkan hal ini. Sekarang, bukan rahasia lagi kalau Saudi akrab dengan AS. AS sudah dijadikan sebagai pelindung Saudi.&lt;br /&gt;3. Komite Tetap Saudi (al-Lajnah ad-Da'imah) mengeluarkan fatwa: “Siapapun yang tidak membedakan antara Yahudi dan Kristen dan orang kafir lainnya dengan bangsa Muslim kecuali karena kebangsaannya, dan menganggap semua penguasa sama, maka dia adalah kafir.” Sebuah fatwa yang sesungguhnya membuat banyak orang berkerut dahi, namun efektif dalam meredam masyarakat Saudi. Karena, bukankah pemerintah Saudi sendiri persis seperti itu?&lt;br /&gt;4. Perempuan Saudi tidak boleh menikah dengan laki-laki yang bukan dari Saudi. Dan seorang laki-laki Saudi tidak boleh menikah di luar Saudi kecuali sudah memenuhi persyaratan umur. Sebuah peraturan yang dibuat-buat karena Islam sendiri tidak cupat seperti ini.&lt;br /&gt;5. Ribuan orang terbantai di negara-negara Muslim di wilayah Arab, tapi apa yang dilakukan oleh pemerintah dan rejim Saudi? Tidak ada. Rejim Saudi hanya menyuruh para Syeikh-nya untuk berdoa untuk umat Islam, dan masyarakatnya dianjurkan untuk mengumpulkan dana bantuan yang disebarkan ke seluruh dunia, utamanya untuk pembangunan masjid. Maka jangan heran, jika di sebuah pelosok terpencil di Indonesia misalnya, bisa ada sebuah masjid besar yang megah dengan tulisan di peresmiannya: "Sumbangan dari (kerajaan) Saudi..."&lt;br /&gt;6. Saudi membangun hubungan diplomatik dan non-diplomatik dengan negara-negara yang jelas telah membantai umat Islam dalam jumlah yang luar biasa banyak. Dalam hal ini yang mempunyai hubungan harmonis dengan Saudi adalah India, Russia, Filipina, Amerika (tentu saja!), Cina, dan Israel.&lt;br /&gt;7. Amerika mempunyai basis militer di Saudi, dan pemerintah Saudi melarang rakyatnya yang mendoakan keburukan untuk Amerika di masjid-masjid di negara itu.&lt;br /&gt;8. Rejim Saudi juga membantu dan mendirikan saluran-saluran TV yang banyak sekali saat ini. Selain TV, mereka juga membantu pendanaan media-media internasional.&lt;br /&gt;9. Keluarga kerajaan Saudi tidak boleh dihina oleh siapapun. Jika ada yang melakukannya, maka akan dikenakan hukuman yang berat, bahkan dihukum mati. Tapi pemerintah Saudi tidak peduli kepada para pelaku yang menghina Allah dan agamaNya. Misalnya saja, seorang Saudi zindiq, Turki al-Hamd menulis sebuah buku berjudul “al-Karadeeb” dan di dalamnya terdapat kalimat “Jadi, Allah dan setan adalah dua wajah dengan satu penemuan”, tidak dikenakan hukuman apapun, dan bukunya yang penuh dengan cerita kekafiran beredar bebas di negara itu. (sa/wkngslm)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/fakta-fakta-aneh-di-balik-kerajaan-saudi.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/fakta-fakta-aneh-di-balik-kerajaan-saudi.htm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-2332363679557814010?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/2332363679557814010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/07/fakta-fakta-aneh-di-balik-kerajaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/2332363679557814010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/2332363679557814010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/07/fakta-fakta-aneh-di-balik-kerajaan.html' title='Fakta-Fakta Aneh di Balik Kerajaan Saudi'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Skyo2DQrueI/AAAAAAAAAw8/kvPmGbOaqgM/s72-c/1riyadh_cityokeh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-7267575354791891858</id><published>2009-06-23T01:12:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T01:24:32.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taliban'/><title type='text'>Perempuan Afghanistan, di Bawah Cengkaraman Taliban</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkCPprm7mkI/AAAAAAAAAuo/7w5qSJQhkKs/s1600-h/ilkka2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkCPprm7mkI/AAAAAAAAAuo/7w5qSJQhkKs/s320/ilkka2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350434303559572034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Beginilah nasib kaum perempuan di Afghanistan di bawah penguasaan Taliban... Dengan doktrin-doktrin yang kaku mereka memperlakukan perempuan layaknya bukan manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkCPJR3SD-I/AAAAAAAAAug/35UoZD4XATA/s1600-h/beating4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkCPJR3SD-I/AAAAAAAAAug/35UoZD4XATA/s320/beating4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350433746893017058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkCOtRq7HgI/AAAAAAAAAuQ/2Q8Pyy0eTzg/s1600-h/beating5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 231px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkCOtRq7HgI/AAAAAAAAAuQ/2Q8Pyy0eTzg/s320/beating5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350433265804844546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkCO7jfB0II/AAAAAAAAAuY/nJ5BvpbC9AA/s1600-h/beating3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkCO7jfB0II/AAAAAAAAAuY/nJ5BvpbC9AA/s320/beating3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350433511104958594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkCQ2oft21I/AAAAAAAAAvA/2BQlttU3q0A/s1600-h/fa-kab23.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkCQ2oft21I/AAAAAAAAAvA/2BQlttU3q0A/s320/fa-kab23.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350435625573931858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkCQqfgPPvI/AAAAAAAAAu4/32k0V0a-M0w/s1600-h/ilkka3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkCQqfgPPvI/AAAAAAAAAu4/32k0V0a-M0w/s320/ilkka3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350435417001770738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-7267575354791891858?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/7267575354791891858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/06/perempuan-afghanistan-di-bawah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7267575354791891858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7267575354791891858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/06/perempuan-afghanistan-di-bawah.html' title='Perempuan Afghanistan, di Bawah Cengkaraman Taliban'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SkCPprm7mkI/AAAAAAAAAuo/7w5qSJQhkKs/s72-c/ilkka2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-2490400327712338854</id><published>2009-06-21T00:02:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T00:04:18.304-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Qishos Tidak Berlaku Untuk Warga Saudi yang Bunuh TKW</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sj3bUCtS44I/AAAAAAAAAuI/eM-nF2ej1nc/s1600-h/riyadh(1).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349673069756736386" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 238px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sj3bUCtS44I/AAAAAAAAAuI/eM-nF2ej1nc/s320/riyadh(1).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengadilan Saudi Arabia menjatuhkan putusan kepada salah seorang warga negaranya yang membunuh seorang pembantunya dari Indonesia. Pengadilan Saudi hanya menuntutnya untuk membayar denda (diyat) saja, dan tidak menegakkan hukum qishos. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan BBC (16/6), sumber Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh menjelaskan, pengadilan Saudi mengharuskan sang majikan yang melakukan pembunuhan itu untuk membayar denda sebesar 54 ribu dollar yang dibayarkan kepada keluarga korban. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Korban pembunuhan tersebut adalah TKW asal Indonesia berumur dua puluhan. Visum dokter membuktikan, hampir seluruh tubuh korban mengalami luka-luka serius akibat penyiksaan. Jasad mayat korban sendiri telah dipulangkan ke tanah airnya di Indonesia untuk dikuburkan.&lt;br /&gt;Beberapa organisasi hak asasi manusia telah berkali-kali memperingatkan Saudi Arabia atas terjadinya berbagai kasus kekerasan dan pelecehan yang menimpa para pekerja di negara itu, khususnya para pembantu rumah tangga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber KBRI mengatakan, pada tahun ini telah terjadi sebanyak 81 kasus TKW/TKI yang mati di Saudi Arabia. Sementara itu, tahun 2008 lalu, jumlah TKW/TKI yang mati di Saudi Arabia mencapai 156 orang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, pemerintahan Indonesia seakan tidak memiliki daya upaya di hadapan semua kasus memilukan di atas. Secara tidak langsung, pemerintahan Indonesia seakan pasrah melihat nasib anak negerinya yang menjadi bangsa pembantu dan dilecehkan di negeri orang. (la/bbc)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-2490400327712338854?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/2490400327712338854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/06/qishos-tidak-berlaku-untuk-warga-saudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/2490400327712338854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/2490400327712338854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/06/qishos-tidak-berlaku-untuk-warga-saudi.html' title='Qishos Tidak Berlaku Untuk Warga Saudi yang Bunuh TKW'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sj3bUCtS44I/AAAAAAAAAuI/eM-nF2ej1nc/s72-c/riyadh(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-6460261245166104812</id><published>2009-06-14T04:37:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T04:39:13.732-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Persaingan di Lingkar Kekuasaan Saudi Arabia</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SjThVP2iPpI/AAAAAAAAAtY/CMnCbOTqgyI/s1600-h/bandarnturki.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347146412744392338" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 224px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SjThVP2iPpI/AAAAAAAAAtY/CMnCbOTqgyI/s320/bandarnturki.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masih ingat kejadian di Washington pada 2006 lalu? Ketika itu terjadi peristiwa yang unik. Pangeran Turki al Faisal secara tiba-tiba mengundurkan diri sebagai Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS). Padahal, masa jabatannya sebagai Duta Besar di Washington baru sekitar 17 bulan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bandar dan Turki saling sikutLebih aneh lagi, Turki al Faisal bukanlah diplomat yang sembarangan. Dia sempat sekelas dengan mantan Presiden AS Bill Clinton. Sebelum menjadi Duta Besar untuk kerajaan Inggris dan AS, putra bungsu Raja Faisal tersebut sempat mengepalai dinas intelijen Arab Saudi selama 24 tahun. Guru intelijennya pun tidak tanggung-tanggung, mata-mata legendaris Perancis Count Alexander de Marenches. Dari sini, jelaslah sudah bahwa Turki al Faisal merupakan kekuatan politik yang patut diperhitungkan di kerajaan Arab Saudi. Punya hubungan darah (trah) dengan keluarga kerajaan, punya akses ke sumber-sumber intelijen kelas satu, dan relasi yang luas dengan kalangan internasional di Amerika dan Eropa. Namun Turki al Faisal bukanlah satu-satunya kekuatan yang patut diperhitungkan di lingkar inti kekuasaan Raja Abdullah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adalah Pangeran Bandar bin Sultan, yang memiliki kedekatan dengan keluarga George Bush tua maupun muda. Bandar bin Sultan, yang sekarang masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional kerajaan Arab Saudi, seperti halnya dengan al Faisal, juga pernah menjabat Duta Besar Arab Saudi di AS. Setelah kedua masa jabatan Bandar bin Sultan dan al Faisal sebagai Duta Besar Saudi di AS berakhir, kemudian Adil al Jubairi terpilih mengganti mereka berdua. Hanya saja, al Jubairi tidak termasuk golongan ”darah biru.” Dia hanya penasehat pribadi Raja Abdullah bidang kebijakan luar negeri.Hubungan Bandar dan Turki memang tidak bisa dibilang mesra. Bandar yang sudah menjadi Duta Besar AS sejak era Ronald Reagan , tak heran jika punya hubungan persahatan yang dekat dengan beberapa kroni Reagan seperti George Bush Tua dan mantan Wakil Presiden Dick Cheney yang mendampingi George Bush muda sebagai presiden dalam periode kepresidenan AS antara 2000-2008. Melalui hubungan Bandar dan kroni Bush inilah, kongsi bisnis antara para pengusaha minyak Saudi dan AS secara erat terjalin. Adanya ”perselingkuhan” kroni Bush dan Bandar inilah yang memicu pengunduran diri Turki al Faisal sebagai Duta Besar AS pada 2007. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa sumber mewartakan bahwa meski sebagai Duta Besar, al Faisal merasa tidak dilibatkan dalam kunjungan kenegaraan Wakil Presiden Cheney ke Arab Saudi. Beda Cara Pandang Melihat Iran Tujuan SamaMeski tidak ada kaitannya dengan pengunduran diri al Faisal sebagai Duta Besar Saudi di AS, ada kejadian menarik ketika itu. Yaitu bocornya sebuah rencana Saudi di Irak. Nawaf Ubayd, bawahan Turki, dalam artikelnya di Washington Post 29 November 2006, menyatakan Saudi siap melakukan intervensi besar-besaran ke Irak membantu kaum ekstrem Wahhabi, melalui bantuan dana, senjata, dan logistik kepada milisi Wahhabi untuk menghantam kaum Syiah dan adu domba kaum Sunah dan Syiah. Dari berbagai data dan sumber informasi [Global Future Institute], banyak kalangan elite Saudi yang sebenarnya menyokong pendapat Ubayd, termasuk Raja Abdullah. Ketika itu berita Washington Post yang mengutip pernyataan provokatif Ubayd, memang sekadar uji materi untuk memancing opini publik, sekaligus menyudutkan Dubes al Faisal dalam posisi sulit. Alhasil, Ubayd tak lama kemudian dipecat dari jajaran staf diplomatik kedutaan Arab Saudi di Washington. Harus diakui, perkembangan di Irak pasca kejatuhan Saddam Husein yang bergeser ke kelompok Islam Syiah yang berpenduduk mayoritas di Irak, Arab Saudi sebenarnya sangatlah ketakutan. Atau kalau mau lebih spesifik, ketakutan dinasti Saud terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah dan utamanya di Irak, yang mengarah pada semakin menguatkanya pengaruh Iran dan Islam Syiah di Irak. Apalagi ketika dalam menghadapi serangan Israel ke Lebanon, gerakan Islam bernama Hizbullah , ternyata memiliki kemampuan militer yang cukup mengagetkan. Bahkan dari segi peralatan militer pun, Hizbullah ternyata memilliki pesawat udara tanpa awak UAV. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bisa dimengerti jika Bani Saud, yang mana Bandar bin Sultan termasuk di dalamnya, menganggap ekspansi kekuatan Syiah di Irak dan Iran bisa mengancam status quo kerajaan Saudi yang wahhabi. Tak heran jika Saudi bersama dua negara sekutu Israel, Yordania dan Mesir, semakin erat dalam menjalin persekutuan taktis. Bahkan dengan Israel, Saudi pun diam-diam menjalin kontak untuk membendung ancaman Iran. Sedemikian ketakutannya kerajaan Ibnu Saud ini, sehingga bila perlu Saudi akan merestui dan mendukung jika AS ataupun Israel suatu waktu menyerbu secara militer ke Iran.Sebaliknya al Faisal, termasuk yang menganggap sikap konfrontatif Bandar bin Sultan sebagai tindakan yang tidak taktis. Dia lebih menganjurkan sikap yang menekankan kehati-hatian dan menggunakan pendekatan melalui jalur diplomasi. Turki al Faisal, nampaknya lebih sehaluan dengan Presiden AS, Barrack Obama, untuk mengadakan dialog secara langsung dengan Iran dalam segala masalah. Yang kiranya masih harus dipantau secara lebih seksama adalah, apakah perseteruan Bandar dan Turki hanya sebatas perbedaan metode Arab Saudi dalam mengembangkan politik luar negeri atau memang sudah pada taraf pertarungan perebutan kekuasaan di internal Bani Saud. Bandar bin Sultan yang berasal dari klan Sudairi merupakan putra dari Sultan bin Abdul Azis yang sekarang putra mahkota, dikenal pro-barat dan dekat dengan kalangan kapitalis dari sektor bisnis industri berat, minyak, pertambangan dan energi. Sedangkan Turki al Faisal, yang terhitung keponakan langsung dari Raja Abdullah, cenderung menganut pendekatan realisme politik namun memiliki sikap nasionalisme arab yang tinggi.Lepas dari itu semua, pertarungan antar pangeran di internal Bani Saud bisa-bisa akan menjurus ke pertumpahan darah atau pembunuhan politik bahkan kondisi di dalam kerajaan Saudi saat ini sudah mengarah ke arah sana. Sejarah mencatat Raja Faisal mati terbunuh akibat ulah salah seorang anggota keluarga kerajaan. Dan dimungkinkan kejadian yang menimpa Faisl bisa jadi terulang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa seluruh anggota keluarga kerajaan memiliki 7000 pangeran serta 23 ribu istri dan anak. Jelas sebuah pertaruhan hidup dan mati untuk menjaga keseimbangan antar faksi di dalam internal Bani Saud Al Wahhabi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[islammuhammadi/mt/theglobalreviews] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-6460261245166104812?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/6460261245166104812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/06/persaingan-di-lingkar-kekuasaan-saudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/6460261245166104812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/6460261245166104812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/06/persaingan-di-lingkar-kekuasaan-saudi.html' title='Persaingan di Lingkar Kekuasaan Saudi Arabia'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SjThVP2iPpI/AAAAAAAAAtY/CMnCbOTqgyI/s72-c/bandarnturki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-4896278565734005561</id><published>2009-06-10T08:01:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T08:06:45.750-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Negara Saudi II dan III</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Si_L5d--VkI/AAAAAAAAAtA/no0nwUQP1yc/s1600-h/c3441388e8b2bbd6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 121px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Si_L5d--VkI/AAAAAAAAAtA/no0nwUQP1yc/s320/c3441388e8b2bbd6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345715470873810498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="snap_preview"&gt;  &lt;p&gt;Oleh: Rizal Panggabean&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Negara Wahabi/Saudi II (1824-1891)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1924, Turki ibn Abdullah, putra dari penguasa Saudi yang dipenggal  di Istambul, mengambil alih Riyad, sebuah pemukiman di sebelah selatan Dir`iyyah  yang dikemudian hari menjadi kota penting. Ini dapat terjadi karena pasukan dari  Mesir mengundurkan diri Dari Najd pada 1821. Dari sana, kekuasannya meluas ke  daerah `Aridh, Kharj, Hotah, Mahmal, Sudayr dan Aflaj. Pada 1830, ia juga  berhasil memperluas kekuasaan sampai ke wilayah Hasa, salah satu medan perang  saudara di antara faksi-faksi klan Saudi. Amir Turki sendiri tidak mengutak-atik  kekuasaan Usmaniyah dan Mesir di wilayah Hijaz, yang menjamin keamanan  kafilah-kafilah haji. (al-Rasheed, 23).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konflik internal di dalam negara Wahabi/Saudi kedua sudah dimulai sejak masa  Amir Turki, Salah seorang musuhnya adalah Mishari, seorang saudara sepupu yang  ia angkat menjadi Gubernur di Manfuhah, berada di balik komplotan yang membunuh  Turki pada 1834, selepas salat Jumat. Ia digantikan anaknya, Faisal, yang dengan  bantuan `Abdullah ibn Rashid, Amir dari Ha’il, berhasil membalas kematian  ayahnya pada tahun yang sama. Tetapi, ia tidak lama berkuasa. Karena menolak  membayar upeti kepada pasukan Mesir yang menduduki Hijaz, pada tahun 1837 ia  ditangkap dan dikirim ke Kairo. Perebutan kekuasaan terjadi lagi di Riyad, di  antara sesama keluarga Saud.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-98"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada 1840, Mesir meninggalkan Arabia dan pada tahun 1943, Faisal ibn Turki  al-Saud melarikan diri dari Mesir dan kembali ke Riyad dan menjadi amir kembali  sampai wafat pada 1865. Selama berkuasa, Faisal mengakui kekuasaan Khilafah  Usmaniyah dan membeyar upeti kepada Khalifah. Setelah kematiannya,  putra-putranya (dari istri yang berbeda-beda) bertarung memperebutkan  kekuasanaan. Mereka adalah `Abdullah, Sa`ud, Muhammad, dan `Abd al-Rahman.  `Abdullah, anak tertua yang menggantikan Faisal, bersaing dengan  saudara-saudaranya. `Abdullah bahkan pernah meminta bantuan dari Midhat Pasya,  Gubernur Usmaniyah di Baghdad, supaya membantunya dalam pertarungannya melawan  saudara-saudaranya. Permintaan ini dipenuhi dan invasi dari Bagdad terjadi pada  1870, walaupun hanya berhasil menghentikan perang saudara sebentar. Demikian  pula, Sa`ud memerangi abangnya dengan bantuan dari konfederasi suku-suku yang  ingin bebas dari kekuasaan abangnya, dan dari dominasi klan Sa`udiyyah.  `Abdullah menyerah dan Sa`ud praktis berkuasa sejak 1871 sampai ia wafat pada  1875. Setelah itu, perebutan kekuasan dilanjutkan `Abd al-Rahman, `Abdullah, dan  keturunan Sa`ud (Al-Rasheed, 2005: 24,36; Al-Fahad, 2004).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1887, `Abdullah meminta Muhammad ibn Rasyid, peguasa Ha’il, supaya  membantunya menyingkirkan keturunan Sa`ud yang juga keponakan-keponakannya.  Muhammad ibn Rasyid, pemimpin klan yang sudah lama menjadi musuh klan Sa`udi,  bersedia. Setelah membasmi sebagian besar keponakan `Abdullah, sisanya  kucar-kacir melarikan diri. Akan tetapi, Ibn Rasyid sendiri mengkhianati orang  yang mengundangnya. Ia menawan `Abdullah dan mengasingkannya ke Ha’il, ibukota  klan Rasyidi. Klan Rasyidi kemudian menguasai Riyad dan banyak wilayah Najd  lainnya, atas nama Khalifah Usmani. Setelah `Abdullah wafat pada 1889, `Abd  al-Rahman, yang sempat menjadi gubernur di bawah kekuasaan Rasyidi, masih  berusaha merebut kekuasaan dari keluarga Rasyidi akan tetapi gagal. Muhammad ibn  Rasyid mengalahkannya pada 1891 dan `Abd al-Rahman harus melarikan diri ke  beberapa tempat sampai akhirnya, sejak 1893, ia menetap di Kuwait di bawah  perlindungan klan al-Sabah, penguasa Kuwait yang ketika itu merupakan salah satu  pelabuhan penting yang di kawasan Teluk, tempat Khilafah Usmani dan Inggris  berebut pengaruh dan kekuasaan, dengan kemenangan Inggris melalui traktat  perlindungan yang ditandatangani pada 1899.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Dimensi Agama pada Masa Negara Saudi II&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada masa Negara Saudi II yang penuh pergolakan, ulama Wahabi secara politik  didukung oleh Amir Turki dan Faisal. Setelah menguasai Riyad, Amir Turki segera  meminta `Abd al-Rahman ibn Hasan, cucu pendiri Wahabiyah, supaya kembali ke  Riyad dan menduduki jabatan yang dulu dipegang kakeknya, yaitu menjadi pemimpin  agama dan penasihat penguasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ulama Wahabi menjadi kadi dan guru agama, sambil menyebarkan paham Wahabiyah  di wilayah-wilayah yang dikuasai Amir Turki dan Faisal. Para ulama Wahabi, yang  menguasai pengetahuan keagamaan yang bersumber dari kitab suci, hadis, dan  keteladanan al-salaf al-salih. Selain itu, jika diingat bahwa banyak ulama  Wahabi adalah keturunan dari Muhammad ibn `Abd al-Wahhab dengan julukan Al  al-Syaikh, maka ulama Wahabi juga memiliki status sosial yang terhormat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kadi, yang juga wakil resmi Wahabiyah, menjadi arbitrator sengketa, khatib  salat Jumat, imam salat, dan guru agama di masjid agung kota-kota. Jika  dikaitkan dengan dukungan politik yang mereka peroleh dan kaitan “kelas” ulama  dengan Al al-Syaikh, jelaslah tidak banyak ruang bagi penolakan terhadap paham  Wahabi. Salah satu di antaranya adalah kota `Unayzah di wilayah Qasim. Wilayah  Qasim, dengan dua kota utama `Unayzah dan Buraidah, menentang Faisal, memiliki  kontak yang lebih sering dengan daerah Usmaniyah melalui perdagangan, sebagai  jalur utama orang naik haji dari Irak dan negeri-negeri Muslim di Timur ke  Makkah dan Madinah, dan pendidikan, serta kalangan ulamanya juga tidak pernah  seluruhnya menjadi Wahabi sehingga dapat mempertahankan tradisi mereka.  Kekuasaan dinasti Rasyidi di wilayah ini turut menopang semangat menentang  Wahabi (Al-Fahad, 2004: 505; Al-Rasheed, 2002: ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pembentukan Negara Wahabi/Saudi III (1902-1932&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1902, `Abdul Aziz, putra `Abd al-Rahman ibn Sa`ud yang mengungsi  ke Kuwait, memulai usaha meraih kembali kejayaan dinasti Saudi yang hilang.  Dengan bantuan Syeikh Kuwait yang selama ini melindunginya, Ibn Saud – nama  populer `Abdul Aziz – berhasil meraih Riyad dan mengumumkan pemulihan kembali  kekuasaan dinasti Sa`ud di sana. Klan al-Sabah di Kuwait mendorong Ibn Sa`ud  menaklukkan Riyad karena mereka takut kekuasaan Rasyidi semakin kuat dan luas –  terutama karena aliansi Rasyidi dengan Khilafah Usmani – sehingga mengancam  Kuwait (al-Rasheed, 40).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertarungan di Najd terjadi antara Ibn Sa`ud yang dibantu Kuwait dan Inggris  melawan Ibn Rasyid yang dibantu Khilafah Usmani. Inggris ikut campur karena  kuatir dukungan Khilafah Usmani terhadap Ibn Rasyid akan mengancam kepentingan  mereka di Kuwait. Pada tahun 1906, wilayah Qasim direbut sehingga kekuasaan Ibn  Sa`ud semakin dekat ke jantung klan Rasyidi di Najd utara. Selain Qasim, Ibn  Sa`ud juga menguasai kota-kota penting lain seperti `Unayzah dan Buraydah. Najd  praktis terbelah dua: separuh dikuasai Ibn Sa`ud dan separuh lagi dikuasai Ibn  Rasyid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibn Sa`ud mengalihkan sasaran ke Hasa, tempat di kawasan timur Jazirah Arabia  yang banyak didiami masyarakat Syiah. Setelah Hasa akhirnya takluk pada 1913,  Ibn Sa`ud mengadakan perjanjian dengan ulama Syiah yang menetapkan bahwa Ibn  Sa`ud akan memberikan mereka kebebasan menjalankan keyakinan mereka dengan  syarat mereka patuh kepada Ibn Sa`ud. Pada saat yang sama, Syiah tetap dianggap  sebagai kalangan Rafidlah, artinya yang menolak iman (al-Rasheed, 41).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada 26 Desember 1915, ketika Perang Dunia I berkecamuk, Ibn Sa`ud  menyepakati traktat dengan Inggris. Berdasarkan traktat ini, pemerintah Inggris  mengakui kekuasaan Ibn Sa`ud atas Najd, Hasa, Qatif, Jubail, dan wilayah-wilayah  yang tergabung di dalam keempat wilayah utama ini. Apabila wilayah-wilayah ini  diserang, Inggris akan membantu Ibn Sa`ud. Traktat ini juga mendatangkan  keuntungan material bagi Ibn Sa`ud. Ia mendapatkan 1000 senapan dan uang £20.000  begitu traktat ditandatangani. Selain itu, Ibn Sa`ud menerima subsidi bulanan  £5.000 dan bantuan senjata yang akan dikirim secara teratur sampai tahun 1924.  Sebagai imbalannya, Ibn Sa`ud tidak akan mengadakan perundingan dan membuat  traktat dengan negara asing lainnya. Ibn Sa`ud juga tidak akan menyerang ke,  atau campur tangan di, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Oman – yang berada di bawah  proteksi Inggris. Traktat ini mengawali keterlibatan langsung Inggris di dalam  politik Ibn Sa`ud (Nakash, 2006: 33-34; Al-Rasheed, 2002: 42).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, saingan Ibn Sa`ud di Najd, Ibn Rasyid, tetap bersekutu dengan  Khilafah Usmaniah. Ketika Kesultanan Usmani kalah dalam Perang Dunia I  bersama-sama dengan Jerman, klan Rasyidi kehilangan sekutu utama. Selain itu,  yang tidak kalah pentingnya, Rasyidi dilanda persaingan internal di bidang  suksesi. Perang antara Ibn Sa`ud dan Ibn Rasyid sendiri tetap berlangsung selama  PD I dan sesudahnya. Akhirnya, pada 4 November 1921 dan setelah berbulan-bulan  dikepung, Ha’il, ibukota Rasyidi, jatuh ke tangan Ibn Sa`ud yang dibantu Inggris  melalui dana dan persenjataan. Penduduk oase subur di utara itu pun mengucapkan  bay`ah ketundukan kepada Ibn Sa`ud.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesudah menaklukkan Ha’il, Ibn Sa`ud beralih ke Hijaz. Satu-demi-satu kota di  Hijaz jatuh ke tangan Ibn Sa`ud. `Asir, wilayah di Hijaz selatan, jatuh pada  1922, disusul Taif, Makkah, dan Medinah di tahun 1924, dan Jeddah di awal tahun  1925. Pada tahun 1925 juga, di bulan Desember, Ibn Sa`ud menyatakan diri sebagai  Raja Hijaz, dan pada awal Januari 1926 ia menjadi Raja Hijaz dan Sultan Najd dan  daerah-daerah bawahannya. Untuk pertama kali sejak Negara Saudi II, empat  wilayah penting di Jazirah Arabia, yaitu Najd, Hijaz, `Asir, dan Hasa, kembali  berada di tangan kekuasaan klan Saudi. Pada tahun 1932, Ibn Saud telah berhasil  menyatukan apa yang sekarang dikenal sebagai Kerajaan Saudi Arabia. Penemuan  minyak di wilayah padang pasir itu memberikan Ibn Saud kekayaan berlimpah yang  ia perlukan membangun negerinya. Pada tahun 1953 ia wafat dan digantikan oleh  Raja Saud dan kemudian Raja Faisal.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Dua Ilustrasi Fatwa Wahabi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;1. Fatwa yang menghalalkan permintaan bantuan kepada Gubernur  Usmaniyah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika terjadi perang saudara di dalam tubuh klan Saudi pada abad XIX,  `Abdullah yang sedang diperangi saudara-saudara dan keponakannya memutuskan  untuk meminta bantuan dari Gubernur atau Wali Khilafah Usmaniyah yang  berkedudukan di Bagdad, bernama Midhat Pasya. Masalahnya, dilihat dari paham  Wahabiyah, adalah: apakah boleh meminta bantuan dan pertolongan dari orang-orang  kafir dan musyrik seperti gubernur Khilafah Usmaniyah? Jawabannya, dalam situasi  normal, tentu saja tidak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi, `Abdullah berhasil mendapatkan fatwa dari salah seorang  ulama,yaitu Muhammad ibn Ibrahim ibn `Ajlan. Menurutnya, meminta bantuan kepada  Khilafah Usmaniyah tidak slebih berdosa dari tindkan yang dilakukan Ibn Taymiyah  ketika ia meminta bantuan dari orang-orang Mesir dan Suriah dalam perang melawan  invasi pasukan Mongol di akhir abad ke-13 dan awal abad ke-14. Jadi, menurut  `Ajlan, boleh meminta bantuan dari orang-orang kafir ketika ada darurah (yaitu  situasi genting dan darurat sehingga yang tadinya dilarang menjadi  diperbolehkan). Apalagi, panglima dan perwira tinggi pasukan dari Bagdad juga  tampak soleh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fatwa di atas menyulut kontroversi di kalangan ulama Wahabi. Sebagian  mengatakan fatwa itu tidak sah dan sebagian lagi, seperti Hamad ibn `Atiq,  mengatakan bahwa Ibn `Ajlan sudah murtad. Ulama besar Wahabi saat itu, `Abd  al-Latif ibn `Abd al-Rahman ibn Hasan Al al-Syaikh, menghantam argumen `Ajlan  walaupun ia tidak memandangnya murtad. Ia bilang bahwa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suriah dan Mesir masa Ibn Taimiyah bukanlah kafir tapi muslim. Ibn Taimiyah  sendiri pernah mengatakan bahwa negeri-negeri tersebut adalah darul islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Argumen mengenai kesalehan komandan dan perwira tidak dapat diterima karena  banyak sekali orang-orang kafir yang nyata (kafir mu`ayyan) – seperti tokoh sufi  semacam Ibn `Arabi dan Ibn al-Farid, adalah orang-orang yang terkenal  kesalehannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sebagian ulama yang membolehkan meminta bantuan orang-orang kafir atau  nonmuslim, akant tetapi itu hanya dalam perang antara umat Islam melawan  non-Muslim. Dalam kasus fatwa `Ajlan, yang berperang adalah pasukan Sa`ud  melawan `Abdullah yang sama-sama muslim walaupun yang satu – yaitu pasukan  Sa`ud, masuk kategori pemberontak (bughah).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Argumen dlarurah tidak dapat digunakan dalam kasus ini karena tidak terkait  dengan agama dan iman dan hanya dalam rangka mempertahankan kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalahnya bukanlah boleh-tidaknya meminta bantuan Khilafah Usmaniyah. Sebab,  penguasa Usmaniyah sendiri ingin datang, bertahan, dan memerintah di wilayah  yang dikuasai Saudi/Wahabi (Al-Fahad, 2004: 501-504).&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;2. Fatwa membolehkan meminta pertolongan Amerika dalam Perang Teluk  1990-1991.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada 1990, Alm Saddam Husein menginvasi Kuwait dan menimbulkan salah satu  krisis dan kemudian perang penting setelah Perang Dingin. Dalam rangka menentang  agresi dan invasi tersebut, Raja Saudi Arabia meminta bantuan terutama dari  Amerika Serikat. Majelis ulama senior Arab Saudi mengeluarkan fatwa yang  membolehkan tindakan tersebut dengan alasan dlarurah.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Beberapa peristiwa yang tidak ada fatwa yang  melarang/membolehkannya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Traktat Ibn Sa`ud – Inggris pada 26 Desember 1915&lt;/p&gt; &lt;p&gt;`Abd al-Rahman, ayahanda Ibn Sa`ud, yang mengungsi ke Kuwait, dilindungi klan  al-Sabah, dan mendapat insentif bulanan dari Khalifah Usmaniyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penempatan pangkalan udara penting milik AS di Dhahran, dari 1942 sampai  1962&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: &lt;a href="http://paramadina.wordpress.com/2007/06/20/negara-saudi-ii-dan-iii/"&gt;paramadina.wordpress&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-4896278565734005561?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/4896278565734005561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/06/negara-saudi-ii-dan-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4896278565734005561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4896278565734005561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/06/negara-saudi-ii-dan-iii.html' title='Negara Saudi II dan III'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Si_L5d--VkI/AAAAAAAAAtA/no0nwUQP1yc/s72-c/c3441388e8b2bbd6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-4554947693250150438</id><published>2009-06-08T09:00:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T09:01:36.588-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Hore! Raja Saudi Pecat Dua Ulama Wahabi Esktrem</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Masyarakat Arab Saudi, Minggu (15/2), menyambut gembira perombakan luas pemerintah oleh Raja Abdullah sebagai langkan berani ke depan. Sebelumnya, pada Sabtu, Raja Abdullah memecat dua tokoh agama konservatif dan menunjuk perempuan menteri pertama di negara itu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;“Pembaruan yang berani,” surat kabar Al-Hayat mengatakan dalam berita utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Saudi Gazette menyatakan perombakan itu merupakan “dorongan bagi pembaruan” di kerajaan Muslim tersebut.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;“Segalanya fantastis. Inilah yang telah kami perjuangkan,” kata Ibrahim Mugaiteeb, pemimpin Human Rights First Society, yang telah berjuang melawan pemerintah berturut-turut mengenai pelanggaran HAM.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pada Sabtu, Abdullah mengumumkan perombakan besar pertama pemerintah sejak ia menjadi raja Agustus 2005, dengan menunjuk empat menteri baru, dan mengganti sejumlah pemimpin penting pengadilan dan merombak Dewan Ulama, badan ulama penting yang interpretasinya mengenai aturan Islam melandasi kehidupan sehari-hari di kerajaan itu. Raja juga menunjuk 79 anggota baru lembaga konsultatif Dewan Syura, kata Al-Hayat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dalam perubahan besar yang tampaknya ditujukan pada ulama konservatif yang mendominasi pengadilan, Raja Abdullah mengganti kepala Dewan Pengadilan Tertinggi Sheikh Saleh al-Luhaidan, yang dikatakan aktivis Saudi telah merintangi pembaruan selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ia juga mengganti kepala polisi agama Muttawa, Sheikh Ibrahim al-Ghaith, yang telah memimpin kampanye agresif di media bagi pelaksanaan keras adat-istiadat Islam, dan menantang tokoh lain yang lebih liberal dalam pemerintah. “Perombakan pemerintah Saudi yang diumumkan kemarin tidak hanya perubahan pengawal itu. Itu pertanda jelas dari perubahan besar di kerajaan ini,” kata Arab News dalam editorialnya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pihak telah memprediksikan bahwa perubahan di kerajaan itu dapat datang dari gerakan raja.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Perjuangan menyangkut moralitas publik dan perempuan dalam jabatan senior telah muncul selama beberapa tahun, dan tantangan terhadap Islam konservatif meningkat dalam beberapa bulan terakhir.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Kelompok perempuan menuntut lebih banyak hak dan dipatahkannya rintangan yang membatasi kesempatan karir mereka. Lalu, masyarakat minta film diputar di gedung bioskop, yang telah dilarang selama 30 tahun, dan kelompok HAM menuduh hakim Islam melakukan pengadilan kasar dan tidak konsisten.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pekan lalu Puteri Amira at-Taweel, isteri hartawan Pangeran Alwaleed bin Talal, menyampaikan keluhan secara terbuka. Meskipun ia dapat mengemudikan mobil di tempat lain di manapun di dunia, ia tidak dapat menyetir mobil di negaranya sendiri, karena hal itu dilarang.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Namun simbolisme perubahan raja itu akan memiliki dampak. Yang paling simbolis adalah penunjukan veteran ahli pendidikan Norah al-Fayez sebagai wakil menteri pendidikan untuk perempuan — jabatan paling tinggi yang pernah diberikan kepada perempuan di kerajaan itu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Meski demikian, langkah bagi perempuan tidak akan sejauh yang banyak orang harapkan. Pada Januari, media Saudi melaporkan bahwa para anggota baru Dewan Syura akan termasuk enam perempuan. Sebelumnya, perempuan tak terwakili di dewan itu pada masa lalu. Namun, ternyata tidak ada satu perempuan pun muncul dalam daftar baru itu. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Yang lebih fundamental adalah perubahan pada kepemimpinan agama di negara itu, yang mendominasi pemikiran dalam pendidikan, pengadilan, dan kehidupan sosial.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Penggantian Luhaidan, yang memalukan pemerintah September lalu, ketika ia mengatakan bahwa pemilik saluran televisi satelit yang menyiarkan siaran “tidak bermoral” sebaiknya dibunuh, dipercaya akan membuka lagi pintu bagi pembaruan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Hal yang sama mungkin pada Dewan Ulama. Ia telah menunjuk sejumlah anggota baru, dan untuk pertama kali mencakup wakil dari semua empat sekolah hukum agama Sunni. Sebelumnya hanya sekolah Hambali, sekolah ultra-konservatif yang mendominasi versi Islam Saudi, yang mewakili dewan itu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Zulfa mengatakan perombakan akan membawa “mentalitas baru, dan berbeda” pada pemerintah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Penting untuk meyakinkan perubahan itu akan menjangkau ajudan raja yang sangat berkuasa, yang tetap menjabat dalam jabatan yang telah mereka pegang selama bertahun-tahun, kata pengamat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Itu termasuk saudara tirinya Mendagri Pangeran Nayef, Menhan Putera Mahkota Sultan, dan Gubernur Riyadh Pangeran Salman, dan juga Menlu Pangeran Saud.(ant/kompas)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-4554947693250150438?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/4554947693250150438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/06/hore-raja-saudi-pecat-dua-ulama-wahabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4554947693250150438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4554947693250150438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/06/hore-raja-saudi-pecat-dua-ulama-wahabi.html' title='Hore! Raja Saudi Pecat Dua Ulama Wahabi Esktrem'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-1851825066937802065</id><published>2009-06-01T05:59:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T06:02:09.984-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Bayaran buat Orang Syiah</title><content type='html'>Woooi adakah yang Syiah disini? saya baca koran Al Bayyinah Al Jadidah, pejabat  Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, bersedia memberikan uang sebesar 10.000 USD  kepada pemeluk Syiah yang bersedia keluar dari Syiah. *akh, seandainya saya  sudah Syiah*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-1851825066937802065?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/1851825066937802065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/06/bayaran-buat-orang-syiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/1851825066937802065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/1851825066937802065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/06/bayaran-buat-orang-syiah.html' title='Bayaran buat Orang Syiah'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-7115907917347920962</id><published>2009-05-29T11:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T11:25:45.294-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Imam Masjid Al-Haram Kafirkan Muslim Syiah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SiAoiC1Y6pI/AAAAAAAAAs4/qseoFu2PAuI/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341313723402873490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 233px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SiAoiC1Y6pI/AAAAAAAAAs4/qseoFu2PAuI/s320/untitled.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam besar Masjid al-Haram, Makkah al-Mukarramah, Syaikh Adil ibn Salim al-Kalbani menyatakan jika ulama madzhab Syiah adalah orang-orang kafir.&lt;br /&gt;“Masalah kafirnya orang-orang Syiah itu masih mungkin untuk didiskusikan. Tetapi, saya sendiri memandang para ulama mereka adalah orang-orang kafir tanpa pengecualian,” demikian dikatakan al-Kalbani dalam sebuah acara bertema “fi as-shamim” yang dibesut oleh kanal BBC edisi bahasa Arab pada Senin (4/5) kemarin.&lt;br /&gt;Al-Kalbani juga menyatakan, sebab itulah ulama-ulama Syiah tidak layak untuk menjadi representasi pada Lembaga Pembesar Ulama (Hay’ah Kubbar al-Ulama) yang menjadi pucuk tertinggi lembaga keagamaan di Saudi Arabia.&lt;br /&gt;“Sistem keagamaan yang mengontrol negara adalah sistem salafi. Adapun orang-orang Syiah, mereka adalah minoritas di negara ini (Saudi), yang selayaknya tidak memiliki pengaruh apapun di badan pembesar ulama,” tambah imam berkulit hitam yang didaulat oleh Raja Abdullah ibn Abdul Aziz pada September 2008 lalu itu.&lt;br /&gt;Sikap al-Kalbani dan beberapa ulama Saudi Arabia yang mayoritas menganut faham Salafi sangatlah berbeda dengan mayoritas ulama al-Azhar di Mesir yang menganut madzhab Sunni-moderat.&lt;br /&gt;Beberapa ulama al-Azhar banyak yang menulis buku-buku yang mengkaji tentang Syiah di bawah tema besar Taqrib bayna al-Madzahib (Pendekatan Antar Madzhab), semisal Syaikh al-Baquri, Syaikh Mahmud Syaltut, Syaikh Rajab al-Banna, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Rektor al-Azhar sekarang, Prof. Dr. Ahmad at-Thayyib sendiri secara tegas menyatakan, “kami (al-Azhar) membukakan jendela rumah kami untuk berbagai macam cakrawala pemikiran seluas-luasnya, tanpa harus terpengaruh dan mengikuti pemikiran-pemikiran tersebut secara taklidi.” (Eramuslim)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-7115907917347920962?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/7115907917347920962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/05/imam-masjid-al-haram-kafirkan-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7115907917347920962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7115907917347920962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/05/imam-masjid-al-haram-kafirkan-muslim.html' title='Imam Masjid Al-Haram Kafirkan Muslim Syiah'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SiAoiC1Y6pI/AAAAAAAAAs4/qseoFu2PAuI/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-3676088792491694106</id><published>2009-05-13T03:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T03:44:35.673-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Aliansi Wahabi &amp; Dinasti Al-Saud I</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SgqkMghdY3I/AAAAAAAAAsA/9JFYRJe3brw/s1600-h/c5d068f4ea9c28aa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335257243369431922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 95px; CURSOR: hand; HEIGHT: 145px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SgqkMghdY3I/AAAAAAAAAsA/9JFYRJe3brw/s320/c5d068f4ea9c28aa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Muasal Aliansi Wahabi-Sa`udi&lt;br /&gt;Imperium Usmaniyah &amp;amp; Jazirah Arabia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Oleh: Syamsurizal Panggabean&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara nominal, sebagian besar wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kerajaan Sa`udi Arabia (KSA) adalah bagian dari Imperium Usmaniah atau Khilafah Usmaniah (KU). KU menjadi penguasa di wilayah tersebut setelah Dinasti Mamluk melemah pada awal abad XVI. Raja Mamluk terakhir menyerahkan kunci Mekkah kepada Sultan Salim I dari KU pada 1517. Ini menandai kekuasaan Sultan Usmaniyah di wilayah Hijaz. Kemudian, pada 1534 KU menguasai Baghdad dan lembah Eufrat sampai daerah Timur Jazirah Arabia. Pemberontakan Banu Khalid pada 1670 berhasil mengusir KU dan baru dua abad kemudian KU kembali mengguasai wilayah Timur Arabia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, wilayah pedalaman Jazirah Arabia, yang dikenal dengan Najd, tidak pernah dikuasai KU. Najd tetap dikuasai Amir-amir setempat. Begitu pula, konfederasi suku-suku yang ada di Najd tetap memiliki otonomi dan kemerdekaan dari penguasa-penguasa luar, apakah itu KU, penguasa Hijaz (Syarif), maupun Banu Khalid di wilayah Timur Jazirah Arabia. Najd sendiri tidak begitu menarik bagi penguasa-penguasa dari luar ini. Selain karena daerahnya hanya menghasilkan sedikit surplus korma dan ternak, perdagangan juga tidak makmur.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Dir`iyyah dan `Uyaynah, Najd&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pemukiman di Najd adalah Dir`iyyah. Ini pemukiman kecil � paling-paling 70 keluarga yang terdiri dari petani, pedagang, pekerja, tokoh agama, dan budak. Sejak tahun 1727, Dir`iyyah diperintah oleh Muhammad ibn Sa`ud (wafat 1765) dari klan Al-Sa`ud. Klan ini menguasai oase, ladang pertanian, dan sumur-sumur di Dir`iyyah. Selain itu, klan al-Sa`ud juga berhasil mempertahankan pemukiman dari serangan amir-amir oase atau konfederasi suku-suku lain. Karenanya, penduduk membayar upeti kepada klan al-Sa`ud.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, klan al-Sa`ud bukanlah klan yang kuat dan kaya. Malahan, menurut Madawi al-Rasheed, penulis A History of Sa`udi Arabia, klan Sa`ud tidak memiliki asal-usul kesukuan yang jelas. Salah satu teori mengatakan klan al-Sa`ud hanyalah pendiri pemukiman Dir`iyyah yang tidak memiliki ikatan yang kuat dengan konfederasi suku-suku setempat. Selain itu, surplus kekayaan mereka � dari memungut pajak dan upeti maupun dari perdagangan � tidak seberapa besar. Akibatnya, kemampuan mereka untuk menguasai jalur kafilah perdagangan maupun pemukiman-pemukiman lain terbatas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nasib mereka berubah setelah mereka bergabung dengan Wahabiyah. Pendiri gerakan ini, Muhammad ibn Abd al-Wahhab berasal dari Banu Tamim, salah satu suku di Najd, yang menetap di `Uyaynah. Ia berasal dari keluarga ulama, tetapi tidak kaya. Salah satu riwayat menyebutkan ia mempunyai tiga istri, sebidang kebun korma, dan sepuluh atau dua puluh lembu. Ia pernah pergi ke Madinah, Basrah dan Hasa (di Timur Jazirah Arabia, tempat Banu Khalid). Sepulang dari sekolah, ia kembali ke `Uyaynah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Amir `Uyaynah, Usman ibn Mu`ammar, pada mulanya memberi ruang gerak bagi al- Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan ajaran barunya. Akan tetapi, tidak lama kemudian, Muhammad ibn Abd al-Wahhab menimbulkan keributan. Ia menghukum orang yang tidak mau shalat jamaah, ikut merajam seorang perempuan yang selingkuh, dan banyak ulama menentang aliran baru tersebut dan kuatir ajarannya meluas. Amir `Uyaynah tidak senang, begitu pula Banu Khalid yang berkuasa di Hasa, dan banyak amir lain di Najd. Mereka meminta Amir `Uyaynah supaya membunuh Muhammad ibn Abd al-Wahhab. Akan tetapi, karena takut terjadi kerusuhan, Amir hanya meminta Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan keluarganya supaya pergi. Muhammad ibn Abd al-Wahhab pergi ke Dir`iyyah, kurang lebih 60 km dari `Uyaynah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Aliansi al-Wahhab-al-Sa`ud&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Muhammad ibn Sa`ud menerima Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan memberinya perlindungan dari musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;Muhammad ibn Sa`ud menyambut Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan mengatakan, �Oasis ini adalah milikmu, jangan takut pada musuh-musuhmu. Demi Allah, walaupun seluruh Najd berkumpul untuk mengusirmu, kami tidak akan setuju.� Muhammad ibn Abd al-Wahhab membalas, �Kamu adalah penguasa di pemukiman ini dan orang yang bijaksana. Saya minta engkau bersumpah bahwa engkau akan melaksanakan jihad terhadap orang-orang kafir. Sebagai gantinya, engkau akan menjadi imam, pemimpin masyarakat Muslim, dan aku akan menjadi pemimpin di bidang agama.� (Al-Rasheed, 2002: 17).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1744, kemitraan al-Wahhab dengan Muhammad ibn Sa`ud dimulai lewat upacara sumpah yang menetapkan Ibn Sa`ud sebagai amir (pemimpin sekular) dan al-Wahhab menjadi imam � dan kemudian berubah menjadi Syeikh al-Imam. Putra tertua Muhammad ibn Sa`ud, Abd al-Aziz ibn Sa`ud dinikahkan dengan putri al-Wahhab. Muhammad ibn Abd al-Wahhab mulai menyebarkan ajarannya di masyarakat Dir`iyyah dan yang malas mengikuti pengajiannya disuruh membayar denda atau mencukur jenggot. Dinasti Sa`ud-Wahhabi pun terbentuk, demikian pula dinasti yang nanti menjadi penguasa Sa`udi Arabia (Allen, 2006: 52).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Rasheed menyebutkan beberapa faktor di balik keberhasilan Muhammad ibn Abd al-Wahhab mendapatkan kepercayaan dari klan Al-Sa`ud. Ajaran baru tersebut dapat menjadi sumber legitimasi bagi penguasa Dir`iyyah. Selain itu, Muhammad ibn Abd al-Wahhab menjanjikan mereka kekayaan lewat zakat yang diperoleh seiring dengan perluasan pengaruh Wahabiyah. Akhirnya, persaingan amir `Uyaynah dan Dir`iyyah juga memainkan peran. Pemukiman Dir`iyyah yang kecil dan tidak berpengaruh ingin menyaingi `Uyaynah yang ketika itu lebih penting di bidang ekonomi dan politik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Wahabiyah dan dinasti Sa`ud sejak kemunculannya berusaha menundukkan suku-suku di jazirah Arab di bawah bendara Wahabi/Sa`udi. Menyamun, menyerang, dan menjarah suku tetangga adalah praktik yang luas dilakukan suku-suku Badui di Jazirah Arab sepanjang sejarahnya. Pada tahun 1746 Imam al-Wahhab mengeluarkan proklamasi jihad terhadap siapa saja yang menentang al-Da`wa lil-Tauhid. Gazwah mulai dilangsungkan ke daerah suku-suku yang sekarang dinyatakan kafir � biasanya dengan menyerang yang lebih lemah terlebih dahulu dan mengadakan kesepakatan nonagresi dengan suku yang kuat (Allen, 2006: 54-55).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kelompok-kelompok suku di Najd yang bergabung dengan sekte Wahabi tidak hanya berjihad menyebarkan paham Wahabiyah. Melalui jihad, mereka juga memperoleh pendapatan dan pampasan perang dari penaklukan, penjarahan, dan pembunuhan yang mereka lakukan. Sebanyak seperlima dari perolehan tersebut diberikan kepada amir dan sisanya dibagi oleh suku-suku yang ikut berjihad. Kaum ulama mendapatkan zakat sebagaimana biasa. Jadi, semua mendapat bagian (Allen, 2006: 55).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1765, Muhammad ibn Sa`ud dibunuh ketika sembahyang. Ia digantikan putranya, Abd al-Aziz ibn Sa`ud. Abd al-Aziz melanjutkan, dan dalam banyak hal, meningkatkan peperangan dan penyergapan yang dimulai ayahnya, dengan bantuan mertuanya, Muhammad ibn Abd al-Wahhab. Mertua dan menantu ini memperkenalkan senjata api kepada para pengikut mereka, dan mengajari mereka bagaimana menggunakannya sebagai pengganti tombak dan pedang. Ia juga membentuk pasukan elit dengan persenjataan yang lebih memadai. Merekalah yang menjadi tulang punggung ghazwah yang dilancarkan ke berbagai kawasan di Jazirah Arab.&lt;br /&gt;Tentu saja, ghazwah bukan hanya urusan militer. Muhammad ibn Abd al-Wahhab membekali setiap mujahidnya dengan firman atau printah tertulis yang ditujukan kepada penjaga pintu surga, yang memintanya supaya langsung memperkanankan pemegang firman supaya langsung masuk surga sebagai syahid. Kultus syahadah yang banyak dikenal di kalangan Syiah diadopsi juga oleh kalangan Wahabi dan menjadi salah satu daya gerak di balik ghazwah. �Dan dengan demikian mujahid Amir Abd al-Aziz ibn Sa`ud berada dalam situasi menang-menang: jika mereka menang di dalam perang, mereka mendapatkan keuntungan harta benda; jika mereka binasa, mereka langsung masuk surga� (Allen, 2006, 59).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap suku yang belum masuk Wahabi diberi dua tawaran jelas: masuk Wahabi atau diperangi sebagai orang-orang musyrik dan kafir. Yang setuju harus mengucapkan bay`ah ketundukan dan menunjukkan loyalitas dengan bersedia ikut berjihad dan membayar zakat. Yang menentang akan diperangi dan dijarah. Tidak banyak yang bisa bertahan menghadapi kekuatan dan kebrutalan Amir Abd al-Aziz.. Pada 1773, tidak ada lagi lawan berarti di Najd dan kota Riyadh sudah menyerah. Hingga ia wafat pada 1806, Abd al-Aziz ibn Sa`ud menebar teror ke banyak wilayah Jazirah Arab sampai ke Oman dan Yaman di Selatan dan sampai ke Baghdad dan Damaskus di Utara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Serangan ke Karbala, Mekkah, dan Madinah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1802, putra tertua Abd al-Aziz yang bernama Sa`ud ibn Sa`ud menyerang Karbala � tempat paling suci umat Syiah. Mereka menjarah makam Imam Husein cucu Nabi dan putra Ali bin Abi Talib, membantai siapa saja yang merintangi jalan mereka. Mereka banyak mendapatkan pampasan perang � seperlimanya menjadi bagian Sa`ud, sisanya bagi pasukan dengan ketentuan pasukan berkuda mendapat dua kali bagian pasukan yang berjalan kaki. Kurang lebih lima ribu penduduk Karbala dibunuh, sehingga kabarnya sampai ke wilayah-wilayah lain di Turki, Persia, dan daerah Arab lainnya. Pemerintah Kekhalifahan Turki, Khalifah Mahmud II, kemudian dikecam karena gagal menjaga Makam Imam Husein (Allen, 2006: 63).&lt;br /&gt;Pada tahun 1803-1804, pasukan Wahabi juga menyerbu Mekkah dan Medinah. Mereka membunuh syekh dan orang awam yang tidak bersedia masuk Wahabi. Perhiasan dan perabotan yang mahal dan indah � yang disumbangkan oleh banyak raja dan pangeran dari seluruh dunia Islam untuk memperindah banyak makam wali di seputar Mekkah dan Madinah, makam Nabi, dan Masjidil Haram � dicuri dan dibagi-bagi. Pada 1804, Mekkah jatuh ke tangah Wahabi. Dunia Islam guncang, lebih-lebih karena mendengar kabar bahwa makam nabi telah dinodai dan dijarah, rute jamaah haji ditutup, dan segala bentuk peribadatan yang tidak sejalan dengan praktik Wahabi dilarang (Allen, 2006: 64).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Abd al-Aziz, yang setelah kematian Muhammad ibn Abd al-Wahhab memegang dua gelar amir dan imam sekaligus, wafat pada 1806. Ia dibunuh ketika sedang sembahyang di masjid Dir`iyyah. Pembunuhnya adalah pengikut Syiah dari Karbala yang memburunya dalam rangka membalas dendam terhadap perbuatan pasukan Wahabi di Karbala. Ia digantikan oleh putranya, Sa`ud ibn Sa`ud yang berkuasa sampai 1814, yang digantikan putranya bernama Abdullah ibn Sa`ud.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Reaksi Konstantinopel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dominasi Wahabi di tanah suci juga menjadi tantangan langsung terhadap otoritas Khalifah di Turki. Beberapa kali serangan dilancarkan oleh Khalifah dari Baghdad tetapi gagal. Muhammad Ali Pasya, wazir atau wakil Khalifah di Mesir, diserahi tanggungjawab mengambil alih Hijaz dan tanah suci dan mengembalikannya kepada Khalifah sebagai khadimul haramayn. Setelah gagal di tahun 1811, pada 1812 pasukan kekhalifahan Usmani dari Mesir tersebut berhasil menduduki Madinah. Pada tahun 1815, kembali pasukan dari Mesir menyerbu Riyadh, Mekkah, dan Jeddah. Kali ini pasukan Wahhabi kucar-kacir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim Pasya, putra sang penguasa Mesir, datang dengan kekuatan sekitar 8000 pasukan kavaleri dan infantri dari Mesir, Albania, dan Turki. Ibrahim menawarkan enam keping perak untuk setiap kepala pengikut Wahabi yang berhasil dibunuh. Di akhir pertempuran, lapangan di depan markasnya berdiri piramida kepala pengikut Wahhabi. Pada 1818, pertahanan terakhir Wahabi yang dipimpin Abdullah ibn Sa`ud di Dir`iyyah diserbu dan setelah beberapa bulan dikepung, mereka menyerah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim Pasya mengumpulkan semua ulama Wahabi yang bisa didapat, kira-kira lima ratusan ulama, dan menggiring mereka ke masjid besar. Di sana, selama tiga hari, ia memimpin debat keagamaan dalam rangka meyakinkan ulama Wahabi bahwa ajaran mereka sesat. Di akhir hari keempat, kesabarannya habis dan ia memerintahkan pengawalnya supaya membunuh mereka sehingga masjid Dir`iyyah, dalam kata-kata pengelana William Palgrave, �menjadi kuburan berdarah teologi Wahabi.�&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Abdullah ibn Sa`ud sendiri beserta beberapa anggota keluarganya ditawan dan dibawa ke Kairo dan kemudian ke Konstantinopel. Di ibukota Khilafah Usmani itu dia dipermalukan, diarak keliling kota di tengah cemoohan penonton selama tiga hari. Kemudian kepalanya dipenggal dan tubuhnya dipertontonkan kepada kerumunan yang marah. Sisa-sisa keluarga Sa`udi-Wahabi menjadi tawanan di Kairo.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kehancuran Wahabi disambut gembira di banyak negeri Muslim. Seorang ulama mazhab Hanafi bernama Muhammad Amin ibn Abidin yang hidup di awal abad XIX mengatakan, �Ia mengaku pengikut mazhab Hanbali, tapi dalam pemikirannya hanya dia saja yang Muslim dan semua orang lain adalah musyrik. Ia mengatakan bahwa membunuh Ahlussunnah adalah halal, sampai akhirnya Allah menghancurkannya pada tahun 1233 Hijriah (1818) melalaui pasukan Muslim.� (Allen, 2006: 68).&lt;br /&gt;Demikianlah, fase pertama aliansi Wahabi-Saudi, yang juga dikenal dengan Negara Saudi I, berhenti secara brutal, sekejam serbuan dan penaklukan yang mereka lakukan sejak aliansi terbentuk.***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://paramadina.wordpress.com/2007/06/20/imperium-usmaniyah-jazirah-arabia/"&gt;paramadina.wordpress&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-3676088792491694106?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/3676088792491694106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/05/aliansi-wahabi-dinasti-al-saud-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/3676088792491694106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/3676088792491694106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/05/aliansi-wahabi-dinasti-al-saud-i.html' title='Aliansi Wahabi &amp; Dinasti Al-Saud I'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SgqkMghdY3I/AAAAAAAAAsA/9JFYRJe3brw/s72-c/c5d068f4ea9c28aa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-3699772480842694981</id><published>2009-05-02T22:31:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T22:37:18.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wahabi'/><title type='text'>Wahabi yang Cerdas</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sf0tiG1oi1I/AAAAAAAAArw/A98bjHHUkvM/s1600-h/1.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331467597850905426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 290px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sf0tiG1oi1I/AAAAAAAAArw/A98bjHHUkvM/s320/1.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Situs Al-quran yang beralamat di http://quran. al-islam. com dan dikelola oleh pemerintah Arab Saudi menampilkan sebuah teks tafsir yang bisa dianggap bertentangan dengan mazhab wahhabi yang biasanya mengkafirkan atau menyesatkan penganut mazhab lain.&lt;br /&gt;Entah disadari atau tidak oleh kaum wahhabi, dalam situs tersebut, terdapat tafsir surah AlBayyinah ayat 07, yang menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah Ali dan pengikutnya (khairul-bariyyah).&lt;br /&gt;Tafsir ini seperti yang terdapat dalam situs itu merujuk pada tafsir At-Tabari. Dikatakannya bahwa, إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ,أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ ِ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk”.&lt;br /&gt;“أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ” mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Siapakah yang sebaik-baik makhluk itu.? Dalam tafsir At-Tabari yang diriwayatkan dari Ibnu Hamid mengatakan bahwa, Isa bin Farqad dari Abil Jarud dari Muhammadi bin Ali, Rasulullah mengatakan ُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ :”Engkau ya Ali dan Syiahmu [Red: pengikutmu]” .&lt;br /&gt;Pada saat yang sama pembuatan situs Alquran yang ditangani oleh kerajaan Saudi itu bertujuan untuk menyebarkan mazhab wahhabi.[islammuham madi/mt]&lt;br /&gt;Silahkan buka link dibawah ini: &lt;a href="http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispTafsser.asp?l=arb&amp;amp;taf=TABARY&amp;amp;nType=1&amp;amp;nSora=98&amp;amp;nAya=7"&gt;http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispTafsser.asp?l=arb&amp;amp;taf=TABARY&amp;amp;nType=1&amp;amp;nSora=98&amp;amp;nAya=7&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini pertanda positif bahwa sebagian kaum wahhabi, akibat ulah kaum salafi ekstrem atau karena kekaguman kepada Hasan Nasrullah, mulai melonggarkan ikat kepala (iqal) sehingga berpikir rasional? Semoga.&lt;br /&gt;(dikutip dan diolah dari &lt;a href="http://www.islammuhammadi.com/"&gt;http://www.islammuhammadi.com/&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-3699772480842694981?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/3699772480842694981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/05/wahabi-yang-cerdas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/3699772480842694981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/3699772480842694981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/05/wahabi-yang-cerdas.html' title='Wahabi yang Cerdas'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sf0tiG1oi1I/AAAAAAAAArw/A98bjHHUkvM/s72-c/1.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-4683616298945099495</id><published>2009-04-28T01:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T01:23:46.938-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Mesranya, Tentara AS dan Saudi</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Raja Abdullah, pemimpin Arab Saudi dikenal dekat dengan AS. Bahkan terhadap mantan presiden AS George W. Bush, Raja Abdullah banyak memberikan bantuan secara finansial dan juga keleluasaan dalam menentukan kebijakan militer AS dan Barat di Arab Saudi yang juga berimbas pada kawasan Timur Tengah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak jauh dengan rajanya, tentara Arab Saudi pun mau tak mau menjadi akrab dengan tentara AS. Ibaratnya, guru kencing berdiri, ya murid pun kencing berlari. Mereka sering mengadakan acara bersama. Mulai latihan perang bersama, sampai acara santai. Berikut foto-foto yang menunjukan betapa "mesranya" hubungan antara tentara AS dan Arab Saudi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://66.71.244.43/fckfiles/image/internasional/1americansaudi.jpg" alt="" style="display: block; padding-bottom: 1em;" align="left" width="372" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang komandan tentara Saudi menyambut kedatangan para tentara AS.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://66.71.244.43/fckfiles/image/abfoto/1americansaudi2.jpg" alt="" style="display: block; padding-bottom: 1em;" align="left" width="372" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para pembesar militer AS tengah menyusun rencana, sementara tentara-tentara Saudi Arabia merubunginya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://66.71.244.43/fckfiles/image/abfoto/1americansaudi4.jpg" alt="" style="display: block; padding-bottom: 1em;" align="left" width="372" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Nih lihat, iPhone terbaru. Di sini  udah ada belum?" Mungkin begitu kata si tentara AS pamer &lt;em&gt;gadget&lt;/em&gt; terbarunya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://66.71.244.43/fckfiles/image/abfoto/1americansaudi5.jpg" alt="" style="display: block; padding-bottom: 1em;" align="left" width="372" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dua komandan berbeda negara, berbeda ideologi saling menjabat tangan dalam acara sarasehan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://66.71.244.43/fckfiles/image/abfoto/1americansaudi6.jpg" alt="" style="display: block; padding-bottom: 1em;" align="left" width="372" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Ha ha ha.... situ bisa aja. Bercandanya jangan kelewatan dong!"&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://66.71.244.43/fckfiles/image/abfoto/1americansaudi7.jpg" alt="" style="display: block; padding-bottom: 1em;" align="left" width="372" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang perwira AS tengah memberikan briefing pada tentara Saudi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://66.71.244.43/fckfiles/image/abfoto/1americansaudi8f%281%29.jpg" alt="" style="display: block; padding-bottom: 1em;" align="left" width="372" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan kini, tentara AS pun bebas jalan-jalan atau sekadar olah raga di kota-kota Saudi. Dipandu tentara Saudi lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;(sa/alhqmh)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/tentara-the-united-states-of-saudi-arabia.htm&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-4683616298945099495?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/4683616298945099495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/04/mesranya-tentara-as-dan-saudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4683616298945099495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4683616298945099495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/04/mesranya-tentara-as-dan-saudi.html' title='Mesranya, Tentara AS dan Saudi'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-8652326922799062831</id><published>2009-04-28T01:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T01:18:17.539-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Arab Saudi Bantah Ulama dan Muftinya Keluarkan Dekrit Anti-Syiah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="garis-bawah"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://66.71.244.43/fckfiles/Image/pic3%2842%29.jpg" alt="" style="display: block; padding-bottom: 1em;" align="left" width="372" /&gt;Arab Saudi membantah bahwa ulama dari negaranya telah mengeluarkan dekrit resmi yang isinya memerintahkan penghancuran tempat-tempat suci Muslim Syiah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bantahan itu disampaikan oleh menteri kebudayaan dan informasi serta deputi menteri dalam negeri Arab Saudi saat bertemu dengan duta besar Iran untuk Saudi, Muhammad Hosseini di Riyadh, Kamis (26/7).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kantor berita &lt;i&gt;Mehr &lt;/i&gt;melaporkan, pertemuan itu antara lain membicarakan tentang kabar beredarnya dekrit yang dikeluarkan oleh sejumlah mufti di Arab Saudi, tentang penghancuran tempat-tempat yang dianggap suci bagi Muslim Syiah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pejabat pemerintah Saudi mengaku terkejut dengan informasi mengenai dekrit tersebut, apalagi dekrit itu dikaitkan dengan otoritas keagamaan Saudi. Mereka menegaskan pada Iran bahwa mereka menentang dekrit-dekrit semacam itu dan mengecam setiap tindakan penghancuran terhadap tempat-tempat suci Muslim Syiah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saudi mengingatkan peristiwa peledakan Masjid Samarra, tempat suci Muslim Syiah di Irak beberapa waktu lalu. Saat itu Saudi ikut mengeluarkan kecaman atas peristiwa tersebut. "Kami selalu menjaga apa yang telah berulang kali kami tegaskan bahwa Arab Saudi akan mengecam keras setiap tindakan dengan target perusakan tempat suci Muslim Syiah maupun tempat suci Muslim Sunni, " tukas mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saudi juga menekankan bahwa tidak ada satu pun ulama atau mufti di Saudi yang mengeluarkan dekrit, yang bertentangan dengan sikap kerajaan Arab Saudi. (ln/ptv).&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-8652326922799062831?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/8652326922799062831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/04/arab-saudi-bantah-ulama-dan-muftinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/8652326922799062831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/8652326922799062831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/04/arab-saudi-bantah-ulama-dan-muftinya.html' title='Arab Saudi Bantah Ulama dan Muftinya Keluarkan Dekrit Anti-Syiah'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-7561754753190726925</id><published>2009-04-28T01:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T01:07:56.882-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Negara Arab Impor Daging Babi Amerika</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;Selasa, 28/04/2009 13:17 WIB&lt;/span&gt; &lt;a style="background: transparent url(/img/icon/print.gif) no-repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; padding-left: 20px;" href="javascript:print();"&gt;&lt;/a&gt;              &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://66.71.244.43/fckfiles/image/internasional/pork.jpg" alt="" align="left" width="180" /&gt;Situs berita Aljazeera edisi hari ini (28/4) mengabarkan, terdapat beberapa negara Arab yang tertera dalam daftar negara-negara pengimpor daging babi dari Amerika Serikat pada tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berita mengejutkan tersebut merujuk pada sebuah sumber di Organisasi Federal Amerika untuk Ekspor Daging, yang menghimpun 235 organisasi dan perusahaan, yang menyatakan jika Emirat, Bahrain, dan Mesir adalah negara-negara Arab yang mengimpor daging babi pada tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber tersebut menerangkan, Uni Emirat Arab mengimpor sekitar 54 ton daging babi sepanjang Januari dan Februari tahun ini dengan total biaya US$ 139.000, sementara Bahrain hanya mengimpor 5 ton saja, dengan buget sebanyak US$ 20.000.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Organisasi tersebut juga mencantumkan Mesir sebagai salah satu negara pengimpor daging babi dari Amerika. Namun, hingga Februari lalu, Mesir tercatat tidak menerima kiriman kontainer daging babi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak terdapat nama-nama negara Arab pengimpor daging babi lainnya yang disebutkan oleh sumber organisasi tersebut. Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan status darurat kesehatan publik setelah merebaknya flu babi pada Ahad (26/4) kemarin. (jzr/L2)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/beberapa-negara-arab-impor-daging-babi-dari-amerika.htm&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-7561754753190726925?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/7561754753190726925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/04/negara-arab-impor-daging-babi-amerika.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7561754753190726925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7561754753190726925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/04/negara-arab-impor-daging-babi-amerika.html' title='Negara Arab Impor Daging Babi Amerika'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-2489754101534423919</id><published>2009-04-19T22:11:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T22:13:05.154-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Indonesia Menjadi Obyek "Wisata Seks" Terpopuler Bagi Turis Arab</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SewETEqJ36I/AAAAAAAAAq4/Lxv8CVGEsRk/s1600-h/puncak-pass(1).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326637184987029410" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SewETEqJ36I/AAAAAAAAAq4/Lxv8CVGEsRk/s320/puncak-pass(1).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Riyadh, Naif. Ketika Indonesia menjadi obyek dakwah dan ladang persemaian gerakan-gerakan Islam yang berasal dari negara-negara Arab, di sisi yang lain Indonesia juga menjadi obyek "wisata seks" yang sangat populer bagi turis-turis Arab.&lt;br /&gt;Dan lebih naifnya lagi, praktik ini dilegalkan oleh salah satu fatwa ulama mereka. Salah satu ulama yang melegalkan praktik demikian adalah Syaikh Abdullah bin Baz, ulama yang menjadi rujukan penting kalangan salafi-wahhabi.&lt;br /&gt;Baru-baru ini, Kepala Bidang Pembimbingan Masyarakat (Qism ar-Ra'aya) Kedutaan Besar Saudi Arabia di Jakarta mendesak Badan Pembesar Ulama (Hay'ah Kubbar al-Ulama) kerajaan petro dollar tersebut untuk mengeluarkan fatwa yang menyikapi maraknya fenomena "pernikahan" para lelaki Saudi dengan perempuan Indonesia "yang diniatkan adanya talak (cerai) setelahnya" (nikah bi niyyat at-thalaq).&lt;br /&gt;Khalid al-Arrak, Kepbid Bimas Kedutaan Saudi di Jakarta menyatakan, pihaknya khawatir jika fenomena yang marak di kalangan lelaki negaranya itu kian hari kian merebak dan tak dapat dikontrol.&lt;br /&gt;Harian Saudi Arabia al-Wathan (16/4) melansir, fenomena "nikah dengan niat talak di belakangnya" yang dilakukan oleh para lelaki Saudi dengan perempuan Indonesia itu sangat populer.&lt;br /&gt;Al-Arrak menyatakan, para lelaki Saudi yang melakukan praktik ini tidak lagi memperhatikan undang-undang yang berlaku terkait pernikahan, karena mereka justru menyandarkan perbuatan mereka terhadap salah satu fatwa ulama yang melegalkannya. "Mereka melakukan pernikahan ini dengan bersandar pada fatwa ulama yang membolehkan nikah dengan niat bercerai (nikah bi niyyat at-thalaq)," ungkap al-Arrak.&lt;br /&gt;Sayangnya, dari pihak perempuan Indonesia sendiri menjadikan praktik ini sebagai ladang pekerjaan. Lagi-lagi kemiskinan dan susahnya hidup yang melilit mereka adalah dendang usang kaset lawas yang dijadikan dalih. "Perempuan Indonesia beranggapan jika menikah dengan lelaki Saudi, sekalipun kelak akan diceraikan, dipandang sebagai solusi sesaat untuk mendulang uang dan jalan pintas untuk dapat keluar dari jerat kemiskinan," tambah al-Arrak.&lt;br /&gt;Yang lebih disayangkan lagi, di Indonesia sendiri banyak tersebar kantor-kantor “siluman” yang memfasilitasi praktik pernikahan edan ini, lengkap dengan modin, saksi, dan wali palsu dari calon pengantin perempuan.&lt;br /&gt;Kedutaan Saudi di Jakarta sendiri telah mencatat setiaknya 82 pengaduan pada tahun lalu, ditambah 18 pengaduan tahun ini yang diajukan oleh para "mantan istri" perkawinan ini, yang ternyata menghasilkan anak.&lt;br /&gt;Meski tidak tercatat secara resmi di Kedutaan, namun pihaknya siap untuk memfasilitasi anak-anak yang diadukan itu untuk dapat pergi ke Saudi, negara bapak mereka berasal, dengan memberikan tiket dan visa masuk gratis.&lt;br /&gt;Tetapi, dalam banyak kasus, para bapak mereka (pria Saudi) tidak akan mengakui kalau anak-anak tersebut adalah darah daging mereka, karena tidak adanya bukti-bukti legal dan lengkap dari pihak keluarga perempuan di Indonesia.&lt;br /&gt;Salah seorang korban dari paktik ini, Isah Nur (24), mengaku pernah dinikahi pria Saudi saat ia berusia 16 tahun. Sekarang ia telah menjanda, dan meneruskan profesi lamanya sebagai "istri yang dinikahi sesaat untuk kemudian diceraikan" dengan menjalani kehidupan malam.&lt;br /&gt;Lebih naif lagi, Isah mengaku senang saat dulu dinikahi pria Saudi tersebut, karena orang-orang Saudi dipercaya memiliki dan membawa berkah. "Umat Islam di Indonesia menganggap orang Mekkah dan Madinah memiliki dan membawa berkah," katanya.&lt;br /&gt;Isah juga menambahkan, mayoritas pria Saudi yang melakukan praktik pernikahan ini menyetorkan mahar sekitar Rp. 3 hingga 6 juta, atau setara dengan RS. 2300, jumlah yang sangat kecil sekali bagi ukuran pendapatan orang-orang Saudi, sebanding dengan uang saku anak sekolah. Namun, bagi penduduk Indonesia, jumlah tersebut sangat besar.&lt;br /&gt;Pada mulanya, Isah dan keluarganya mengaku sama sekali tidak mengetahui jika pria Saudi yang menikahinya itu hanya akan menikmati tubuhnya saja, dengan berpedoman pada fatwa bolehnya "menikah dengan niat bercerai".&lt;br /&gt;Pernikahan antara mereka sendiri hanya berlangsung beberapa saat waktu saja, untuk kemudian sang pria Saudi itu meninggalkan Isah bersama seorang anak kecil hasil hubungan mereka.&lt;br /&gt;"Saat meninggalkan kami, pria itu hanya memberikan uang Rp. 3 juta," tutur Isah.&lt;br /&gt;Kedubes Saudi juga menjelaskan, jika kasus pernikahan model demikian hanya terjadi pada 20% populasi pernikahan pria Saudi dengan wanita Indonesia.&lt;br /&gt;"Selebihnya resmi dan legal," tutur al-Arrak.&lt;br /&gt;Praktik "pernikahan dengan niat bercerai sesudahnya" ini benar-benar naif, dan lebih naif lagi dilegalkan oleh fatwa ulama. Indonesia adalah tempat terpopuler untuk obyek praktik ini bagi orang-orang Arab, karena dipandang paling murah dan paling mudah. Praktik demikian sejatinya tak jauh beda dengan prostisusi, prostisusi yang kemudian terlegalkan oleh fatwa ulama, dan salah satu lokasi wisata favorit bagi turis-turis Arab untuk melegalkan praktik tersebut adalah kawasan puncak dan sekitarnya. (wtn/arby/L2)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/indonesia-menjadi-obyek-wisata-seks-terpopuler-bagi-turis-arab.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/dunia/indonesia-menjadi-obyek-wisata-seks-terpopuler-bagi-turis-arab.htm&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Kutipan Fatwa:&lt;br /&gt;مشايخنا الاجلاء و طلبة العلم الفضلاء السلام عليكم ورحمة الله .&lt;br /&gt;افتى الشيخ ابن باز رحمه الله بجواز زواج من اضمر في نيته طلاق زوجته بعد انقضاء مدة معينة و هذا نص الفتوى :&lt;br /&gt;سمعت لك فتوى على أحد الأشرطة بجواز الزواج في بلاد الغربة ، وهو ينوي تركها بعد فترة معينة ، كحين انتهاء الدورة أو الابتعاث ، فما الفرق بين هذا الزواج وزواج المتعة؟&lt;br /&gt;-الجواب: نعم لقد صدرت فتاوى من اللجنة الدائمة وأنا رئيسها بجواز النكاح بنية الطلاق إذا كان ذلك بين العبد وبين ربه ، إذا تزوج في بلاد غربة ونيته أنه متى انتهى من دراسته ، أو من كونه&lt;br /&gt;موظفا وما أشبه ذلك أن يطلق فلا بأس بهذا عند جمهور العلماء ، وهذه النية تكون بينه وبين الله -سبحانه- وليست شرطا.&lt;br /&gt;والفرق بينه وبين المتعة: أن نكاح المتعة يكون فيه شرط مدة معلومة كشهر أو شهرين أو سنة أو سنتين ونحو ذلك فإذا انقضت المدة المذكورة انفسخ النكاح. هذا هو نكاح المتعة الباطل ، أما&lt;br /&gt;كونه تزوجها على سنة الله ورسوله ولكن في قلبه أنه متى انتهى من البلد سوف يطلقها ، فهذا لا يضره وهذه النية قد تتغير وليست معلومة وليست شرطا ، بل هي بينه وبين الله فلا يضره ذلك ، وهذا&lt;br /&gt;من أسباب عفته عن الزنى والفواحش وهذا قول جمهور أهل العلم حكاه عنهم صاحب .&lt;br /&gt;هل يمكن ان يخبرنا مشايخنا الاجلاء من من علماء السلف او الصحابة قال بجواز الزواج بنية الطلاق&lt;br /&gt;و جزاكم الله خيرا بارك الله فيكم .&lt;br /&gt;sumber: http://www.ahlalhdeeth.com/vb/archive/index.php/t-37133.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-2489754101534423919?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/2489754101534423919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/04/indonesia-menjadi-obyek-wisata-seks.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/2489754101534423919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/2489754101534423919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/04/indonesia-menjadi-obyek-wisata-seks.html' title='Indonesia Menjadi Obyek &quot;Wisata Seks&quot; Terpopuler Bagi Turis Arab'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SewETEqJ36I/AAAAAAAAAq4/Lxv8CVGEsRk/s72-c/puncak-pass(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-7747640680501111419</id><published>2009-04-19T21:58:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T22:10:27.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Saudi Beri Penghargaan Professor Yahudi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SewDf5bznvI/AAAAAAAAAqw/X8QPWkWALaE/s1600-h/1profesor.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326636305800732402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 213px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SewDf5bznvI/AAAAAAAAAqw/X8QPWkWALaE/s320/1profesor.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada-ada saja Arab Saudi. Kebijakan dan manuver politiknya benar-benar membingungkan umat Islam di dunia. Belum lama, negeri yang dipimpin oleh Raja Abdullah ini memberikan penghargaan Arab Nobel kepada seorang profesor Yahudi dalam bidang medis yang bernama Ronald Levy. Bahkan Levy sendiri yang menerima penghargaan itu mengatakan bahwa ia tak tahu motif apa yang dibawa oleh Saudi dalam penghargaannya itu. "Mungkin saja politis," ujarnya dalam lawatannya ke kerajaan Saudi.&lt;br /&gt;Saat ini Levy berumur 67 tahun. Levy adalah kepala departemen onkologi Universitas Stanford dan ia menjadi tamu Yahudi pertama yang menerima Penghargaan Internasional Raja Faishal. "Tujuan saya adalah untuk menyatukan kesamaan, dan tampaknya Saudi menerimanya." paparnya.&lt;br /&gt;Levy merasa penghargaan itu sangat berarti karena ia merupakan jebolan Institut Weizman Israel. "Lebih spesial dibandingkan penghargaan dari Jepang." ujarnya.&lt;br /&gt;Levy mengunjungi Saudi bersama istrinya yang juga Yahudi totok, Shoshana, dan ketiga putrinya. Levy mengatakan bahwa ia mendapatkan perlakuan khusus kelas satu dari kerajaan Saudi sejak mereka mendarat di Riyadh dan meninggalkan Saudi. Sebuah mobil limusin mengantarkannya kemana-mana, dan ia diajak pula melihat-lihat beberapa tempat penting di dalam ibukota. (sa/jp)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-7747640680501111419?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/7747640680501111419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/04/ada-ada-saja-arab-saudi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7747640680501111419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7747640680501111419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/04/ada-ada-saja-arab-saudi.html' title='Saudi Beri Penghargaan Professor Yahudi'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SewDf5bznvI/AAAAAAAAAqw/X8QPWkWALaE/s72-c/1profesor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-2398712258395584509</id><published>2009-03-31T10:29:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T10:32:47.332-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>-Dari Muhammad bin Abdul Wahab Hingga Kerajaan Arab Saudi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SdJTejKkewI/AAAAAAAAApo/df2dvfUSEsI/s1600-h/820ef8ffc4964028.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319405894178732802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 95px; CURSOR: hand; HEIGHT: 145px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SdJTejKkewI/AAAAAAAAApo/df2dvfUSEsI/s320/820ef8ffc4964028.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1800 seluruh Jazirah Arab telah dikuasai. Dan keamiran pun berubah menjadi kerajaan Saudi Arabia. Untuk kesekian kalinya kita dibuat kagum sekaligus benci. Dua sikap psikologis itu beradu. Kita kagum karena lagi-lagi mayoritas muslim dapat menjaga persatuan dalam menghadapi imperialis Inggris yang berusaha menguasai berbagai wilayah-wilayah Arab. Kita juga benci karena lagi-lagi Salafisme (Wahabisme edisi hard cover) memperagakan ‘teologi horor’ dengan mengusung jargon jihad, membajak kata ‘Ahlussunnah wal Jamaah’. Mazhab ‘kaca mata kuda’ –karena tidak melihat dan menganggap kelompok lain- ini didirikan Muhammad bin Abdul Wahab dari keluarga klan Tamim yang menganut mazhab Hanbali. Ia lahir di desa Huraimilah, Najd, yang kini bagian dari Saudi Arabia, tahun 1111 H [1700 M] masehi, dan meninggal di Dar’iyyah pada tahun 1206 H [1792 M.]. Ia sangat terpengaruh oleh tulisan-tulisan seorang ulama besar bermazhab Hanbali bernama Ibnu Taimiyah yang hidup di abad ke 4 M.. Untuk menimba ilmu, ia juga mengembara dan belajar di Makkah, Madinah, Baghdad dan Bashrah [Irak], Damaskus {Syria], Iran, Afghanistan dan India. Di Baghdad ia mengawini seorang wanita kaya. Ia mengajar di Bashrah selama 4 tahun. Ketika pulang ke kampung halamannya ia menulis buku yang kemudian menjadi rujukan kaum pengikutnya, “Kitabut’Tauhid“. Para pengikutnya menamakan diri mereka dengan sebutan kaum Al-Muwahhidun (para pengesa Tuhan). Seakan hanya kelompok itulah yang pengesa Allah secara murni tanpa terpolusi dengan kesyirikan. Sedang kelompok-kelompok lain yang tak sepaham mereka anggap sebagai kelompok pelaku syirik, bid’ah dan khurafat yang sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Muhammad bin Abdul Wahab pindah ke Uyaynah. Dalam khotbah-khotbah Jumat di Uyaynah, ia terang-terangan mengkafirkan semua kaum Muslimin yang dianggapnya melakukan bid’ah [inovasi], dan mengajak kaum Muslimin agar kembali menjalankan agama seperti di zaman Nabi. Di kota itu ia mulai menggagas dan meletakkan teologi ultra-puritannya. Ia mengutuk berbagai tradisi dan akidah kaum Muslimin, menolak berbagai tafsir Al-Qur’ân yang dianggapnya mengandung bid’ah atau inovasi. Mula-mula ia menyerang mazhab Syiah (di luar Ahlusunah), lalu kaum Sufi, kemudian ia mulai melanjutkan penyerangan terhadap kaum Ahlusunah secara keseluruhan dengan cara yang brutal. Dengan mengecap mereka dengan berbagai julukan buruk seperti Quburiyuun (pemuja kubur) dikarenakan mereka semua sepakat bahwa kuburan para nabi, rasul dan para kekasih Ilahi (Waliyullah) harus dihormati sesuai ajaran pendahulu (Salaf) yang sesuai dengan ajaran Rasul, para Sahabat setia beliau, juga para Tabi’in dan Tabi’ Tabi’in.&lt;br /&gt;Tatkala masyarakat mulai merasa seperti duduk di atas bara, Muhammad bin Abdul Wahab diusir oleh penguasa [amir] setempat pada tahun 1774. Ia lalu pindah ke Al-Dar’iyyah, sebuah oase ibu kota keamiran Muhammad bin Sa’ud, masih di Najd Tahun 1744. Di situlah Muhammad bin Abdul Wahab mendapat angin segar dalam menyebarkan ajaran sesatnya. Ia dihidupi, diayomi dan dilindungi langsung oleh sang Amir Dar’iyah, Muhammad bin Saud. Akhirnya Amir Muhammad bin Saud dan Muhammad bin ‘Abdul Wahab saling membaiat dan saling memberi dukungan untuk mendirikan negara teokratik dan mazhab Muhammad bin Abdul Wahab pun dinyatakan sebagai mazhab resmi wilayah kekuasaan Ibnu Saud. Dan Muhammad bin ‘Abdul Wahab akhirnya diangkat menjadi qadhi (hakim agama) wilayah kekuasaan Ibnu Saud. Hubungan keduanya semakin dekat setelah Ibnu Saud berhasil mengawini salah seorang putri Muhammad bin ‘Abdul Wahab.&lt;br /&gt;Penaklukan dan pembantaian pun dilakukan, terutama terhadap kabilah-kabilah dan kelompok Ahlusunah yang menolak mazhab mereka (Wahaby), hingga terbentuklah sebuah emirat lalu diubah menjadi monarki dengan nama keluarga, Saudi Arabia, sejak tahun 1932 hingga kini.&lt;br /&gt;Pada bulan April tahun 1801, mereka membantai kaum Syi’ah di kota Karbala’ (salah satu kota suci kaum Syiah di Irak). Seorang penulis Wahabi menuliskan: “Pengikut Ibnu Saud mengepung dan kemudian menyerbu kota itu. Mereka membunuh hampir semua orang yang ada di pasar dan di rumah-rumah. Harta rampasan [ghanimah] tak terhitung Mereka hanya datang pagi dan pergi tengah hari, mengambil semua milik mereka. Hampir dua ribu orang dibunuh di kota Karbala”.&lt;br /&gt;Muhammad Finati, seorang muallaf Italia yang ikut dalam pasukan Khalifah daulah Usmaniyyah yang mengalahkan kaum Wahabi menulis : “Sebagian dari kami yang jatuh hidup-hidup ke tangan musuh yang kejam dan fanatik itu, dipotong-potong kaki dan tangan mereka secara semena-mena dan dibiarkan dalam keadaan demikian. Sebagian dari mereka, aku saksikan sendiri dengan mata kepala tatkala kami sedang mundur. Mereka yang teraniaya ini hanya memohon agar kami berbelas kasih untuk segera mengakhiri hidup mereka”.&lt;br /&gt;Kabilah-kabilah yang tidak mau mengikuti mazhab mereka dianggap kafir, ‘yang halal darahnya’. Dengan demikian mereka (Wahaby) tidak dinamakan perampok dan kriminal lagi, tapi kaum ‘mujahid’ yang secara teologis dibenarkan membunuh kaum ‘kafir’ termasuk wanita dan anak-anak, merampok harta dan memperkosa istri dan putri-putri mereka yang dianggap sah sebagai ghanimah (rampasan perang). Hanya sedikit yang dapat melarikan diri.&lt;br /&gt;Setelah lebih dari 100 tahun kemudian, kekejaman itu masih juga dilakukan. Tatkala memasuki kota Tha’if tahun 1924, mereka menjarahnya selama tiga hari. Para qadhi dan ulama diseret dari rumah-rumah mereka, kemudian dibantai dan ratusan yang lain dibunuh&lt;br /&gt;Kerajaan Inggris membantu Wahabisme dengan uang, senjata dan keterampilan, sehingga kekuasaan Ibnu Saud menyebar ke seluruh jazirah Arab yang pada masa itu berada dalam kekhalifahan Usmaniyah dengan tujuan melemahkan khilafah itu. Jadi yang menggembosi kekuasaan daulah dan kekhalifahan Usmani adalah kelompok yang terkenal dengan sebutan Wahaby yang sekarang ini mengaku sebagai kelompok Salafy. Orang bisa membacanya dalam buku Hempher, ‘Confession of a British Spy’. Hampher seorang orientalis yang menjalin persahabatan dengan Ibnu Abdul Wahab. Tahun 1800 seluruh Jazirah Arab telah dikuasai dan keamiran berubah menjadi kerajaan Saudi Arabia.&lt;br /&gt;Umumnya kaum intelektual dan ulama Ahlusunah – penganut 4 mazhab ‘resmi’ Hanafi, Syafi’i, Maliki dan Hanbali– menganggap kaum Wahhabi, termasuk pendirinya, sebagai orang-orang yang berpikir sangat linier, literer sambil menolak metafoar [Majaz], sangat denotatif dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadis. Mereka menganggap mazhab selainnya (Wahaby) sebagai sesat dan menyesatkan dengan berpatokan pada hadis: “Kullu bid’ah dhalaalah wa kullu dhalaalah fî n-naar”. (semua inovasi itu sesat dan semua yang sesat itu masuk neraka). Kata “bid’ah” yang mereka tuduhkan hanyalah kata pelembut, untuk ‘kafir’, dan menganggap berziarah ke kubur termasuk kubur Nabi, tawassul, baca qunut, talqin, tahlil, istighatsah, berzikir berjamaah, membaca maulid diba’ ataupun burdah yang berupa puji-pujian pada Nabi yang biasa dilakukan kaum Muslimin adalah sebagai bid’ah, dan pelakunya akan masuk neraka, alias kafir. Dari sinilah akhirnya kaum Wahaby yang mengaku sebagai pengikut Salafy ini layak diberi gelar “Kelompok Takfir” (jama’ah takfiriyah), kelompok yang suka mengkafirkan golongan lain yang tidak sepakat dengan ajarannya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tempat-tempat bersejarah Islam seperti rumah tempat lahir Nabi, rumah Ummul Mu’minin Khadijah tempat tinggal Nabi dan banyak tempat-tempat bersejarah lain yang masuk wilayah kerajaan Arab Saudi kini telah dihancurkan. Kalau tidak mendapat protes dari segenap kaum Muslimin sedunia niscaya kuburan Nabi pun sudah diratakan dengan tanah, sebagaimana yang terjadi di makam para sahabat dan syuhada’ Uhud di Baqi’ (Madinah) dan para keluarga Rasul di Ma’la (Makkah).&lt;br /&gt;Di Indonesia, misalnya, kaum Nahdhiyyin (NU) ‘kebingungan’, karena kaum Wahabi ‘membajak’ atribut Ahlussunnah Wal Jamaah, padahal istilah ini yang biasa dipakai oleh penganut keempat mazhab Sunnah; mazhab Syafi’i, Hanbali, Hanafi dan Maliki. Akhir-akhir ini mereka ikut-ikutan memakai jubah dan serban seperti yang dikenakan kaum Nahdhiyin. Walau demikian, sangat mudah untuk melihat tanda-tanda zahir dari kelompok tersebut. Mereka suka mesyirikkan dan membid’ahkan kelompok muslim lainnya. Dari sisi penampilan pun mereka mempunyai ciri khas sendiri. Selain suka mencukur rambut kepala, mereka juga berlomba dalam masalah panjang-panjangan jenggot dan tinggi-tinggian celana bahkan bisa sampai ke pertengahan betis.&lt;br /&gt;Belakangan ini kita sering mendengar berita tentang eskalasi kekerasan di Saudi Arabia, termasuk penghancuran pipa minyak yang dilakukan oleh kaum fundamentalis Wahhabi, yang disebut-sebut sebagai tempat kelahiran Al-Qaeda. Bin Laden sang ketua al-Qaedah adalah seorang Wahabi tulen kelahiran Arab Saudi. Ia dibesarkan dan dijadikan anak angkat oleh CIA - USA. Konon anak angkat itu kini telah menjadi anak durhaka terhadap ibu angkatnya, USA. Bidan yang melahirkan wahabisme adalah kekuatan Imperialis Inggris, dan kini menjadi ‘kartu as’ pemerintahan biadab USA untuk menciptakan perpecahan dalam tubuh umat Islam. Nampaknya, skenario keji ini mulai menunjukkan hasil yang menggembirkan bagi USA dan kekuatan anti Islam lainnya ketika isu-isu tentang ancaman perang saudara di Irak menjadi headline seluruh media Barat yang diikuti secara ‘latah’ oleh media-media Indonesia. Jadi antara Inggris (pembonceng Zionis di Tim-Teng), keluarga Saud, Wahabisme dan USA (sekutu Inggris dan Israel) adalah mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karenanya tidak terlalu mengherankan jika Wahaby selalu menghamba terhadap kerajaan Saudi. Dan sementara keluarga Saudi selalu bertekuk lutut di hadapan USA saudara kembar Inggris (penyokong kekuasaan keluarga Saud) dalam banyak masalah, termasuk memberi dukungan secara sembunyi-sembunyi terhadap Zionisme Internasional dan turut membenci negara-negara yang anti Israel. Hal itu karena Israel mendapat dukungan penuh dari USA dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di copi paste dari &lt;a href="http://salafyindonesia.wordpress.com/"&gt;http://salafyindonesia.wordpress.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-2398712258395584509?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/2398712258395584509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/dari-muhammad-bin-abdul-wahab-hingga.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/2398712258395584509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/2398712258395584509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/dari-muhammad-bin-abdul-wahab-hingga.html' title='-Dari Muhammad bin Abdul Wahab Hingga Kerajaan Arab Saudi'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SdJTejKkewI/AAAAAAAAApo/df2dvfUSEsI/s72-c/820ef8ffc4964028.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-6737503731778798514</id><published>2009-03-31T10:13:00.001-07:00</published><updated>2009-03-31T10:15:12.099-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arab Saudi'/><title type='text'>Arab Saudi Terus Intimidasi Warga Syiah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SdJPXGE4PDI/AAAAAAAAApg/ArDzaFGqQko/s1600-h/393bbac8adf8cef6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319401368064638002" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 145px; CURSOR: hand; HEIGHT: 96px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SdJPXGE4PDI/AAAAAAAAApg/ArDzaFGqQko/s320/393bbac8adf8cef6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Aksi penangkapan warga muslim Syiah di provinsi Al-Qutaif, Arab Saudi terus berlanjut. Menurut laporan televisi Al-Alam dari Riyadh, jumlah warga Syiah yang ditangkap terus bertambah.&lt;br /&gt;Penangkapan itu dilakukan setelah terjadi aksi demo mendukung Syeikh Namr Baqir An-Namr, tokoh oposisi Syiah di provinsi Al-Qutaif yang mengkritik keras pemerintah Arab Saudi. Kamis lalu, kawasan Al-Awamiyah kembali menjadi ajang aksi demo yang kedua kalinya oleh warga setempat. Aksi demo itu digelar untuk mendukung Syeikh Namr dan memprotes aksi diskriminatif pihak kepolisian Arab Saudi terhadap warga Syiah negara ini. Menyusul kritikan pedas Syeikh Namr terhadap pemerintah terkait kasus kekerasan akhir pihak keamanan terhadap peziarah Syiah di pemakaman Baqi dan penangkapan Syeikh Namr oleh pihak keamanan Arab Suadi, suasana di kota Al-Awamiyah masih dalam kondisi tegang. Menyikapi hal itu, cendikiawan Arab Saudi, Taufik Al-Sayf menyatakan, pasukan keamanan kembali menangkap sekelompok warga Syiah lainnya di kawasan Al-Awamiyah karena dituding ikut terlibat dalam aksi demo menentang diskiriminasi terhadap warga Syiah. (irib) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-6737503731778798514?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/6737503731778798514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/arab-saudi-terus-intimidasi-warga-syiah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/6737503731778798514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/6737503731778798514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/arab-saudi-terus-intimidasi-warga-syiah.html' title='Arab Saudi Terus Intimidasi Warga Syiah'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SdJPXGE4PDI/AAAAAAAAApg/ArDzaFGqQko/s72-c/393bbac8adf8cef6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-2706041729625492071</id><published>2009-03-22T01:23:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T01:27:19.866-07:00</updated><title type='text'>TKI Disiksa di Arab Saudi, Menakertrans Siap Tuntut Majikan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/ScX2XjGfTqI/AAAAAAAAApI/Npdi7HLEzFs/s1600-h/f7df7d4144693e5c.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315925819600621218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 125px; CURSOR: hand; HEIGHT: 89px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/ScX2XjGfTqI/AAAAAAAAApI/Npdi7HLEzFs/s320/f7df7d4144693e5c.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 09/01/2009 06:19 WIB&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;TKI Disiksa di Arab Saudi, Menakertrans Siap Tuntut MajikanRachmadin Ismail - detikNewsilustrasiJakarta - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kembali mendapat penganiayaan saat bekerja di Arab Saudi. Keni (28), TKI asal Brebes disiksa oleh majikannya selama 3 bulan di Madinah, Arab Saudi.Atas dasar tersebut, Menakertrans Erman Suparno menegaskan pemerintah akan melakukan penuntutan hukum terhadap majikan Keni."Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Penyiksaan yang dilakukan olehmajikan Keni telah melebihi batas-batas kemanusian. Saya akan segeraberkoodinasi dengan Deplu dan KBRI untuk mengambil langkah tegas berupapenuntutan hukum terhadap majikannya," ujarnya usai menengokKeni di Rumah Sakit POLRI Kramat Jati yang disampaikan melalui rilis kepada detikcom, Kamis (8/1/2009) malam.Penyiksaan yang dialami oleh Keni sangatlah keji. Separuh bagian tubuhnya melepuh karena disetrika. Selain itu, hampir seluruh giginya dicabut.Saat ini kondisi Keni masih memprihatinkan. Meski kulit tubuhnya sudah mengering, namun bekas keloid masih muncul di tubuhnya.Menakertrans berencana segera menemui dubes Arab Saudi untuk membahas hal tersebut. Selain itu, Erman juga berencana memanggil perusahaan yang memberangkatkan Keni untuk bertanggungjawab."Meskipun biaya pengobatan dan perawatannya sudahditanggung pemerintah, namun pihak perusahaan harus segera mencairkanasuransi sesuai ketentuan," pungkasnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2009/01/09/061924/1065467/10/tki-disiksa-di-arab-saudi-menakertrans-siap-tuntut-majikan" target="_blank"&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/01/09/061924/1065467/10/tki-disiksa-di-arab-saudi-menakertrans-siap-tuntut-majikan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-2706041729625492071?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/2706041729625492071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/tki-disiksa-di-arab-saudi-menakertrans.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/2706041729625492071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/2706041729625492071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/tki-disiksa-di-arab-saudi-menakertrans.html' title='TKI Disiksa di Arab Saudi, Menakertrans Siap Tuntut Majikan'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/ScX2XjGfTqI/AAAAAAAAApI/Npdi7HLEzFs/s72-c/f7df7d4144693e5c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-1672875271146270274</id><published>2009-03-13T11:12:00.000-07:00</published><updated>2009-03-13T11:18:56.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Rendah Diri Kaum Wahhabi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SbqjSaLfjtI/AAAAAAAAAow/vzDSRyOOxH8/s1600-h/ce59f8e77861237a.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312738247097421522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 112px; CURSOR: hand; HEIGHT: 140px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SbqjSaLfjtI/AAAAAAAAAow/vzDSRyOOxH8/s320/ce59f8e77861237a.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh Saidiman&lt;br /&gt;Belakangan, ciri-ciri rasa rendah diri seperti dikemukakan Gus Dur itu mudah ditemui dalam praktik fatwa sesat, pengusiran, teror, dan pembakaran rumah-rumah kelompok keagamaan di Indonesia yang mereka anggap sesat. Tentu saja mereka tidak mewakili umat Islam secara keseluruhan. Meski terus sesumbar mewakili aspirasi kelompok mayoritas umat, kenyataannya mereka segelintir saja.&lt;br /&gt;Dalam sebuah diskusi di Paramadina beberapa waktu lalu, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebut kelompok Islam Wahhabi sebagai kelompok Islam yang memiliki rasa rendah diri yang sangat tinggi. Kelompok ini kemudian menutupi rasa rendah dirinya dalam bentuk mental mudah tersinggung, gampang mengkafirkan orang, dan aksi-aksi kekerasan. Mereka menganggap diri dan kelompoknyalah yang memiliki otoritas kebenaran sejati. Kelompok-kelompok lain adalah kafir, penghuni neraka, dan kalau perlu harus dimusuhi bahkan dibasmi.&lt;br /&gt;Belakangan, ciri-ciri rasa rendah diri seperti dikemukakan Gus Dur itu mudah ditemui dalam praktik fatwa sesat, pengusiran, teror, dan pembakaran rumah-rumah kelompok keagamaan di Indonesia yang mereka anggap sesat. Tentu saja mereka tidak mewakili umat Islam secara keseluruhan. Meski terus sesumbar mewakili aspirasi kelompok mayoritas umat, kenyataannya mereka segelintir saja.&lt;br /&gt;Ideologi yang dikembangkan kelompok yang gemar mengkafirkan dan mengeluarkan fatwa sesat ini sangat mirip dengan ideologi Islam yang sekarang dianut kerajaan Arab Saudi, Wahhabisme. Bahkan kebanyakan pengamat mengatakan bahwa hampir semua gerakan Islam garis keras dewasa ini merupakan bagian dari, atau setidaknya dipengaruhi oleh, kelompok Wahhabi. Ideologi inilah yang dianut secara resmi oleh Taliban di Afganistan dan jaringan al-Qaidah yang beberapa tahun ini aktif melakukan kegiatan teror di pelbagai belahan dunia.&lt;br /&gt;Gus Dur menyebut kelompok Wahhabi memiliki rasa rendah diri yang sangat besar karena ideologi ini berasal dari satu wilayah pinggiran di jazirah Arab, yaitu Najd. Kota Najd adalah satu wilayah yang dalam sejarah Islam tidak pernah memunculkan intelektual atau pemimpin Islam yang diakui. Wilayah ini malah terkenal sebagai wilayah yang kerap melahirkan para perampok suku Badui. Nabi sendiri mengakuinya dalam salah satu hadis. Orang-orang Najd juga adalah kelompok orang yang paling akhir masuk Islam. Bahkan Najd melahirkan tokoh oposan terhadap nabi Muhammad yang amat terkenal: Musailamah al-Kazzab (Musailamah Sang Pembohong). Musailamah mendeklarasikan diri sebagai nabi pesaing untuk menandingi popularitas kenabian Muhammad saat itu.&lt;br /&gt;Selain Wahhabi, ideologi garis keras pada masa-masa awal Islam, Khawarij, juga didirikan orang-orang Najd. Banyak pengamat menyimpulkan bahwa Wahhabisme sebenarnya hanyalah bentuk baru dari ideologi Khawarij. Orang-orang Khawarijlah yang mempopulerkan konsep takfir (pengkafiran) dan bahkan pembunuhan terhadap mereka yang tidak setuju dengan pendapatnya. Kelompok inilah yang kemudian membantai sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad, Ali bin Abi Thalib, dan melancarkan aksi yang sama terhadap Gubernur Damaskus saat itu, Amr Bin Ash.&lt;br /&gt;Kaum Wahhabi menjadi kekuatan yang destruktif ketika mereka melakukan aliansi mengejutkan dengan sekelompok bandit pimpinan Muhammad Ibn al-Saud dari wilayah Dir’iyyah. Al-Saud sendiri adalah keturunan Banu Hanifah, salah satu klan yang di masa lalu menjadi pendukung utama Musailama al-Kazzab. Sejak saat itulah kaum Wahhabi terus melancarkan intimidasi dan teror dalam bentuk pengkafiran dan pembantaian terhadap orang-orang yang mereka anggap kafir (kelompok Syi’ah, mayoritas Sunni, dan orang-orang non-Muslim). Arab Saudi lalu mereka kontrol, sampai saat ini, sehingga menjadi negara yang paling tertutup dan paling tidak bebas di seluruh dunia.&lt;br /&gt;Wahhabi kemudian juga dikenal sebagai gerakan anti-ilmu pengetahuan dan menjadi salah satu sumber keterbelakangan umat Islam. Mereka menolak apapun yang baru, seperti teknologi dan jaringan informasi, karena itu dianggap bid’ah. Dengan tegas mereka menolak demokrasi. Mereka mengurung perempuan di dalam rumah. Mereka mengharamkan nyanyian. Mereka membenci kesenian. Memanjangkan jenggot bagi laki-laki dewasa adalah kewajiban. Buku-buku tasawuf dan filsafat yang merupakan salah satu warisan kekayaan intelektual Islam dianggap barang haram. Praktik kehidupan sosial seperti ini tampak nyata dalam kehidupan masyarakat Afganistan di bawah kekuasaan Taliban yang berideologi Wahhabisme.&lt;br /&gt;Dengan keuntungan minyak yang masih mengucur sampai hari ini, penguasa Saudi sukses mengekspor ideologi Wahhabi ke seluruh pelosok dunia, tidak hanya ke negara-negara Islam, melainkan juga ke Eropa dan Amerika. Menurut Hamid Alghar, dalam buku Wahhabism: A Critical Essay, kelompok ini berhasil meraih pengikut sekitar 10% dari keseluruhan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Anak-anak muda yang menyediakan diri menjadi martir dalam kegiatan bom bunuh diri di Eropa dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun ini, sebetulnya datang dari generasi yang benar-benar terdidik secara “Barat.” Tapi, ideologi yang diekspor penguasa Saud-Wahhabi telah menggerakkan mereka untuk melakukan aksi terorisme.&lt;br /&gt;Keluarga Saud dan Wahhab yang kini menguasai otoritas politik dan agama di Arab Saudi sesungguhnya bukanlah keluarga yang dikenal saleh, kalau tidak dapat disebut kurang bermoral. Stephen Sulaiman Schwartz, dalam The Two Faces of Islam: The House of Sa’ud from Tradition to Terror, menyebut keluarga al-Saud sangat gemar menghambur-hamburkan kekayaan Saudi untuk keperluan judi dan main perempuan. Dengan kelakuan semacam itu, jumlah pangeran Saudi saat ini ditaksir mencapai 4.000 orang. Artinya, seorang raja yang memiliki ratusan istri dan selir bukanlah dongeng belaka di Arab Saudi.&lt;br /&gt;Schwartz menyebut dukungan terhadap Wahhabisme yang dilakukan penguasa Saudi adalah bentuk pengelabuan atas praktik tak bermoral yang mereka lakukan. Ideologi yang disebarkan oleh keluarga mantan bandit inilah yang kemudian dianut, atau setidaknya mempengaruhi, kelompok Islam Indonesia yang belakangan gemar mengkafirkan dan mengeluarkan fatwa sesat terhadap mereka yang berbeda pendapat. Pengetahuannya terhadap Islam dan sejarahnya tidak mendalam, bahkan mereka bukan orang-orang yang cukup religius. Saya percaya bahwa kekerasan bukanlah pantulan dari religiositas seseorang atau sekelompok orang. Mungkin, rasa rendah diri itulah yang justru mendatangkan brutalisme. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber : &lt;a href="http://islamlib.com/id/artikel/rendah-diri-kaum-wahhabi/"&gt;http://islamlib.com/id/artikel/rendah-diri-kaum-wahhabi/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-1672875271146270274?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/1672875271146270274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/rendah-diri-kaum-wahhabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/1672875271146270274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/1672875271146270274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/rendah-diri-kaum-wahhabi.html' title='Rendah Diri Kaum Wahhabi'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SbqjSaLfjtI/AAAAAAAAAow/vzDSRyOOxH8/s72-c/ce59f8e77861237a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-4060302938572328268</id><published>2009-03-13T11:03:00.000-07:00</published><updated>2009-03-13T11:09:35.636-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Membaca Salafi, Wahabi dan Khawarij</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SbqhSJy-ZvI/AAAAAAAAAoY/HaZlbIOrMP0/s1600-h/bc1e9a173c3fc342.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312736043676362482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 140px; CURSOR: hand; HEIGHT: 137px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SbqhSJy-ZvI/AAAAAAAAAoY/HaZlbIOrMP0/s320/bc1e9a173c3fc342.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://islamalternatif.net/id/index.php?topic=mazhab" rel="category tag"&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Muchtar Luthfi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam melihat faktor kemunculan pemikiran untuk kembali kepada pendapat Salaf menurut Imam Ahmad bin Hambal dapat diperhatikan dari kekacauan zaman saat itu. Sejarah membuktikan, saat itu, dari satu sisi, kemunculan pemikiran liberalisme yang diboyong oleh pengikut Muktazilah yang meyakini keturutsertaan dan kebebasan akal secara ekstrim dan radikal dalam proses memahami agama. Sedang disisi lain, munculnya pemikiran filsafat yang banyak diadopsi dari budaya luar agama, menyebabkan munculnya rasa putus asa dari beberapa kelompok ulama Islam, termasuk Ahmad bin Hambal. Untuk lari dari pemikiran-pemikiran semacam itu, lantas Ahmad bin Hambal memutuskan untuk kembali kepada metode para Salaf dalam memahami agama, yaitu dengan cara tekstual. --------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;AKHIR-AKHIR INI, di Tanah Air kita muncul banyak sekali kelompok-kelompok pengajian dan studi keislaman yang mengidentitaskan diri mereka sebagai pengikut dan penyebar ajaran para Salaf Saleh. Mereka sering mengatasnamakan diri mereka sebagai kelompok Salafi. Dengan didukung dana yang teramat besar dari negara donor, yang tidak lain adalah negara asal kelompok ini muncul, mereka menyebarkan akidah-akidah yang bertentangan dengan ajaran murni keislaman baik yang berlandaskan al-Quran, hadis, sirah dan konsensus para salaf maupun khalaf. Dengan menggunakan ayat-ayat dan hadis yang diperuntukkan bagi orang-orang kafir, zindiq dan munafiq, mereka ubah tujuan teks-teks tersebut untuk menghantam para kaum muslimin yang tidak sepaham dengan akidah mereka. Mereka beranggapan, bahwa hanya akidah mereka saja yang mengajarkan ajaran murni monoteisme dalam tubuh Islam, sementara ajaran selainnya, masih bercampur syirik, bid’ah, khurafat dan takhayul yang harus dijauhi, karena sesat dan menyesatkan. Untuk itu, dalam makalah ringkas ini akan disinggung selintas tentang apa dan siapa mereka. Sehingga dengan begitu akan tersingkap kedok mereka selama ini, yang mengaku sebagai bagian dari Ahlusunnah dan penghidup ajaran Salaf Saleh. DEFINISI SALAFIJika dilihat dari sisi bahasa, Salaf berarti yang telah lalu.[2] Sedang dari sisi istilah, salaf diterapkan untuk para sahabat Nabi, tabi'in dan tabi' tabi'in yang hidup di abad-abad permulaan kemunculan Islam.[3] Jadi, salafi adalah kelompok yang ‘mengaku’ sebagai pengikut pemuka agama yang hidup dimasa lalu dari kalangan para sahabat, tabi'in dan tabi' tabi'in. Baik yang berkaitan dengan akidah, syariat dan prilaku keagamaan.[4] Bahkan sebagian menambahkan bahwa Salaf mencakup para Imam Mazhab, sehingga salafi adalah tergolong pengikut mereka dari sisi semua keyakinan keagamaannya.[5] Muhammad Abu Zuhrah menyatakan bahwa Salafi adalah kelompok yang muncul pada abad ke-empat hijriyah, yang mengikuti Imam Ahmad bin Hambal. Kemudian pada abad ketujuh hijriyah dihidupkan kembali oleh Ibnu Taimiyah.[6]Pada hakekatnya, kelompok yang mengaku sebagai salafi yang dapat kita temui di Tanah Air sekarang ini, mereka adalah golongan Wahabi yang telah diekspor oleh pamuka-pemukanya dari dataran Saudi Arabia. Dikarenakan istilah Wahabi begitu berkesan negatif, maka mereka mengatasnamakan diri mereka dengan istilah Salafi, terkhusus sewaktu ajaran tersebut diekspor keluar Saudi. Kesan negatif dari sebutan Wahabi buat kelompok itu bisa ditinjau dari beberapa hal, salah satunya adalah dikarenakan sejarah kemunculannya banyak dipenuhi dengan pertumpahan darah kaum muslimin, terkhusus pasca kemenangan keluarga Saud -yang membonceng seorang rohaniawan menyimpang bernama Muhammad bin Abdul Wahab an-Najdi- atas semua kabilah di jazirah Arab atas dukungan kolonialisme Inggris. Akhirnya keluarga Saud mampu berkuasa dan menamakan negaranya dengan nama keluarga tersebut. Inggris pun akhirnya dapat menghilangkan dahaga negaranya dengan menyedot sebagian kekayaan negara itu, terkhusus minyak bumi. Sedang pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab, resmi menjadi akidah negara tadi yang tidak bisa diganggu gugat. Selain menindak tegas penentang akidah tersebut, Muhammad bin Abdul Wahab juga terus melancarkan aksi ekspansinya ke segenap wilayah-wilayah lain diluar wilayah Saudi.[7]Sayyid Hasan bin Ali as-Saqqaf, salah satu ulama Ahlusunnah yang sangat getol mempertahankan serangan dan ekspansi kelompok wahabisme ke negara-negara muslim, dalam salah satu karyanya yang berjudul "as-Salafiyah al-Wahabiyah" menyatakan: "Tidak ada perbedaan antara salafiyah dan wahabiyah. Kedua istilah itu ibarat dua sisi pada sekeping mata uang. Mereka (kaum salafi dan wahabi) satu dari sisi keyakinan dan pemikiran. Sewaktu di Jazirah Arab mereka lebih dikenal dengan al-Wahhabiyah al-Hambaliyah. Namun, sewaktu diekspor keluar (Saudi), mereka mengatasnamakan dirinya sebagai Salafy". Sayyid as-Saqqaf menambahkan: "Maka kelompok salafi adalah kelompok yang mengikuti Ibnu Taimiyah dan mengikuti ulama mazhab Hambali. Mereka semua telah menjadikan Ibnu Taimiyah sebagai imam, tempat rujukan (marja'), dan ketua. Ia (Ibnu Taimiyah) tergolong ulama mazhab Hambali. Sewaktu mazhab ini berada di luar Jazirah Arab, maka tidak disebut dengan Wahabi, karena sebutan itu terkesan celaan". Dalam menyinggung masalah para pemuka kelompok itu, kembali Sayyid as-Saqqaf mengatakan: "Pada hakekatnya, Wahabiyah terlahir dari Salafiyah. Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang yang menyeru untuk mengikuti ajaran Ibnu Taimiyah dan para pendahulunya dari mazhab Hambali, yang mereka kemudian mengaku sebagai kelompok Salafiyah". Dalam menjelaskan secara global tentang ajaran dan keyakinan mereka, as-Saqqaf mengatakan: "Al-Wahabiyah atau as-Salafiyah adalah pengikut mazhab Hambali, walaupun dari beberapa hal pendapat mereka tidak sesuai lagi (dan bahkan bertentangan) dengan pendapat mazhab Hambali sendiri. Mereka sesuai (dengan mazhab Hambali) dari sisi keyakinan tentang at-Tasybih (Menyamakan Allah dengan makhluk-Nya), at-Tajsim (Allah berbentuk mirip manusia), dan an-Nashb yaitu membenci keluarga Rasul saw (Ahlul-Bait) dan tiada menghormati mereka".[8] Jadi, menurut as-Saqqaf, kelompok yang mengaku Salafi adalah kelompok Wahabi yang memiliki sifat Nashibi (pembenci keluarga Nabi saw), mengikuti pelopornya, Ibnu Taimiyah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;PELOPOR PEMIKIRAN “KEMBALI KE METODE AJARAN SALAF&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Ahmad bin Hambal adalah sosok pemuka hadis yang memiliki karya terkenal, yaitu kitab “Musnad”. Selain sebagai pendiri mazhab Hambali, ia juga sebagai pribadi yang menggalakkan ajaran kembali kepada pemikiran Salaf Saleh. Secara umum, metode yang dipakai oleh Ahmad bin Hambal dalam pemikiran akidah dan hukum fikih, adalah menggunakan metode tekstual. Oleh karenanya, ia sangat keras sekali dalam menentang keikutsertaan dan penggunaan akal dalam memahami ajaran agama. Ia beranggapan, kemunculan pemikiran logika, filsafat, ilmu kalam (teologi) dan ajaran-ajaran lain –yang dianggap ajaran diluar Islam yang kemudian diadobsi oleh sebagian muslim- akan membahayakan nasib teks-teks agama. Dari situ akhirnya ia menyerukan untuk berpegang teguh terhadap teks, dan mengingkari secara total penggunaan akal dalam memahami agama, termasuk proses takwil rasional terhadap teks. Ia beranggapan, bahwa metode itulah yang dipakai Salaf Saleh dalam memahami agama, dan metode tersebut tidak bisa diganggu gugat kebenaran dan legalitasnya. Syahrastani yang bermazhab ‘Asyariyah dalam kitab “al-Milal wa an-Nihal” sewaktu menukil ungkapan Ahmad bin Hambal yang menyatakan: “Kita telah meriwayatkan (hadis) sebagaimana adanya, dan hal (sebagaimana adanya) itu pula yang kita yakini”.[9] Konsekwensi dari ungkapan Ahmad bin Hambal di atas itulah, akhirnya ia beserta banyak pengikutnya –termasuk Ibnu Taimiyah- terjerumus kedalam jurang kejumudan dan kaku dalam memahami teks agama. Salah satu dampak konkrit dari metode di atas tadi adalah, keyakinan akan tajsim (anthropomorphisme) dan tasybih dalam konsep ketuhanan, lebih lagi kelompok Salafi kontemporer, pendukung ajaran Ibnu Taimiyah al-Harrani yang kemudian tampuk kepemimpinannya dilanjutkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi. Suatu saat, datang seseorang kepada Ahmad bin Hambal. Lantas, ia bertanya tentang beberapa hadis. Hingga akhirnya, pertanyaan sampai pada hadis-hadis semisal: “Tuhan pada setiap malam turun ke langit Dunia”, “Tuhan bisa dilihat”, “Tuhan meletakkan kaki-Nya kedalam Neraka” dan hadis-hadis semisalnya. Lantas ia (Ahmad bin Hambal) menjawab: “Kita meyakini semua hadis-hadis tersebut. Kita membenarkan semua hadis tadi, tanpa perlu terhadap proses pentakwilan”.[10]Jelas metode semacam ini tidak sesuai dengan ajaran al-Quran dan as-Sunnah itu sendiri. Jika diperhatikan lebih dalam lagi, betapa al-Quran dalam ayat-ayatnya sangat menekankan penggunaan akal dan pikiran dalam bertindak.[11] Begitu juga hadis-hadis Nabi saw. Selain itu, pengingkaran secara mutlak campur tangan akal dan pikiran manusia dalam memahami ajaran agama akan mengakibatkan kesesatan dan bertentangan dengan ajaran al-Quran dan as-Sunnah itu sendiri. Dapat kita contohkan secara singkat penyimpangan yang terjadi akibat penerapan konsep tadi. Jika terdapat ayat semisal “Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas Arsy”,[12] atau seperti hadis yang menyatakan “Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada setiap malam”[13], lantas, disisi lain kita tidak boleh menggunakan akal dalam memahaminya, bahkan cukup menerima teks sebagaimana adanya, maka kita akan terbentur dengan ayat lain dalam al-Quran seperti ayat “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia”.[14] Apakah ayat dari surat Thoha tadi berartikan bahwa Allah bertengger di atas singgasana Arsy sebagaimana Ibnu Taimiyah duduk di atas mimbar, atau turun ke langit dunia sebagaimana Ibnu Taimiyah turun dari atas mimbarnya, yang itu semua berarti bertentangan dengan ayat dari surat as-Syuura di atas. Jadi akan terjadi kontradiksi dalam memahami hakekat ajaran agama Islam. Mungkinkah Islam sebagai agama paripurna akan terdapat kontradiksi? Semua kaum muslimin pasti akan menjawabnya dengan negatif, apalagi berkaitan dengan al-Quran sebagai sumber utama ajaran Islam.Melihat kelemahan metode dasar yang ditawarkan oleh Ahmad bin Hambal semacam ini, meniscayakan adanya pengeroposan ajaran-ajaran yang bertumpu pada metode tadi. Dalam masalah ini, kembali as-Sahrastani mengatakan: “Berbagai individu dari Salaf telah menetapkan sifat azali Tuhan, semisal; sifat Ilmu, Kemampuan (Qudrat)…dan mereka tidak membedakan antara sifat Dzati dan Fi’li. Sebagaimana mereka juga telah menetapkan sifat khabariyah buat Tuhan, seperti; dua tangan dan wajah Tuhan. Mereka tidak bersedia mentakwilnya, dan mengatakan: itu semua adalah sifat-sifat yang terdapat dalam teks-teks agama. Semua itu kita sebut sebagai sifat khabariyah”. Dalam kelanjutan dari penjelasan mengenai kelompok Salafi tadi, kembali as-Sahrastani mengatakan: “Para kelompok Salafi kontemporer meyakini lebih dari para kelompok Salaf itu sendiri. Mereka menyatakan, sifat-sifat khabari bukan hanya tidak boleh ditakwil, namun harus dimaknai secara zahir. Oleh karenanya, dari sisi ini, mereka telah terjerumus kedalam murni keyakinan tasybih. Tentu, permasalahan semacam ini bertentangan dengan apa yang diyakini oleh para salaf itu sendiri”.[15] Jadi sesuai dengan ungkapan Syahrastani, bahwa mayoritas para pengikut kelompok Salafi kontemporer telah menyimpang dari keyakinan para Salaf itu sendiri. Itu jika kita telaah secara global tentang konsep memahami teks. Akibatnya, mereka akan terjerumus kepada kesalahan fatal dalam mengenal Tuhan, juga dalam permasalahn-permasalahan lainnya. Padahal, masih banyak lagi permasalahan-permasalahan lain yang jelas-jelas para Salaf meyakininya, sedang pengaku pengikut salaf kontemporer (salafi) justru mengharamkan dengan alasan syirik, bidah, ataupun khurafat. Perlu ada tulisan tersendiri tentang hal-hal tadi, dengan disertai kritisi pendapat dan argumentasi para pendukung kelompok Wahabisme.[16] Itulah yang menjadi alasan bahwa para pengikut Salafi (kontemporer) itu sudah banyak menyimpang dari ajaran para Salaf itu sendiri, termasuk sebagian ajaran imam Ahmad bin Hambal sendiri.[17]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;FAKTOR MUNCULNYA KELOMPOK SALAFI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam melihat faktor kemunculan pemikiran untuk kembali kepada pendapat Salaf menurut Imam Ahmad bin Hambal dapat diperhatikan dari kekacauan zaman saat itu. Sejarah membuktikan, saat itu, dari satu sisi, kemunculan pemikiran liberalisme yang diboyong oleh pengikut Muktazilah yang meyakini keturutsertaan dan kebebasan akal secara ekstrim dan radikal dalam proses memahami agama. Sedang disisi lain, munculnya pemikiran filsafat yang banyak diadopsi dari budaya luar agama, menyebabkan munculnya rasa putus asa dari beberapa kelompok ulama Islam, termasuk Ahmad bin Hambal. Untuk lari dari pemikiran-pemikiran semacam itu, lantas Ahmad bin Hambal memutuskan untuk kembali kepada metode para Salaf dalam memahami agama, yaitu dengan cara tekstual. Syeikh Abdul Aziz ‘Izzuddin as-Sirwani dalam menjelaskan factor kemunculan pemikiran kembali kepada metode Salaf, mengatakan: “Dikatakan bahwa penyebab utama untuk memegang erat metode itu –yang sangat nampak pada pribadi Ahmad bin Hambal- adalah dikarenakan pada zamannya banyak sekali dijumpai fitnah-fitnah, pertikaian dan perdebatan teologis. Dari sisi lain, berbagai pemikiran aneh, keyakinan-keyakinan yang bermacam-macam dan beraneka ragam budaya mulai bermunculan. Bagaimana mungkin semua itu bisa muncul di khasanah kelimuan Islam. Oleh karenanya, untuk menyelamatkan keyakinan-keyakinan Islam, maka ia menggunakan metode kembali kepemikiran Salaf”.[18] Hal semacam itu pula yang dinyatakan oleh as-Syahrastani dalam kitab al-Milal wa an-Nihal.Fenomena semacam ini juga bisa kita perhatikan dalam sejarah hidup Abu Hasan al-Asy’ari pendiri mazhab al-Asyariyah. Setelah ia mengumumkan diri keluar dari ajaran Muktazilah yang selama ini ia dapati dari ayah angkatnya, Abu Ali al-Juba’i seorang tokoh Muktazilah dizamannya. Al-Asy’ari dalam karyanya yang berjudul “al-Ibanah” dengan sangat jelas menggunakan metode mirip yang digunakan oleh Ahmad bin Hambal. Namun karena ia melihat bahwa metode semacam itu terlampau lemah, maka ia agak sedikit berganti haluan dengan mengakui otoritas akal dalam memahami ajaran agama, walau dengan batasan yang sangat sempit. Oleh karenanya, dalam karya lain yang diberi judul “al-Luma’ ” nampak sekali betapa ia masih mengakui campur tangan dan keturutsertaan akal dalam memahami ajaran agama, berbeda dengan metode Ahmad bin Hambal yang menolak total keikutsertaan akal dalam masalah itu. Dikarenakan al-Asy’ari hidup di pusat kebudayaan Islam kala itu, yaitu kota Baghdad, maka sebutan Ahlusunnah pun akhirnya didentikkan dengan mazhabnya. Sedang mazhab Thohawiyah dan Maturidiyah yang kemunculannya hampir bersamaan dengan mazhab Asyariyah dan memiliki kemiripan dengannya, menjadi kalah pamor dimata mayoritas kaum muslimin, apalagi ajaran Ahmad bin Hambal sudah tidak lagi dilirik oleh kebanyakan kaum muslimin. Lebih-lebih pada masa kejayaan Ahlusunnah, kemunculan kelompok Salafi kontemporer yang dipelopori oleh Ibnu Taimiyah yang sebagai sempalan dari mazhab imam Ahmad bin Hambal, pun tidak luput dari ketidaksimpatian kelompok mayoritas Ahlusunnah. Ditambah lagi dengan penyimpangan terhadap akidah Salaf yang dilakukan Salafi kontemporer (pengikut Ibnu Taimiyah) -yang dikomandoi oleh Muhammad bin Abdul Wahab an-Najdi- serta tindakan arogansi yang dilancarkan para pengikut Salafi tersebut terhadap kalompok lain yang dianggap tidak sependapat dengan pemikiran mereka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;KECURANGAN KELOMPOK SALAFI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap golongan bukan hanya berusaha untuk selalu mempertahankan kelangsungan golongannya, namun mereka juga berusaha untuk menyebarkan ajarannya. Itu merupakan suatu hal yang wajar. Akan tetapi, tingkat kewajarannya bukan hanya bisa dinilai dari sisi itu saja, namun juga harus dilihat dari cara dan sarana yang dipakai untuk mempertahankan kelangsungan dan penyebaran ajaran golongan itu. Dari sisi ini, kelompok Salafi banyak melakukan beberapa kecurangan yang belum banyak diketahui oleh kelompok muslim lainnya. Selain kelompok Ahlusunnah biasa, kelompok Ahli Tasawwuf dari kalangan Ahlusunnah dan kelompok Syiah (di luar Ahlusunnah) merupakan kelompok-kelompok di luar Wahabi (Salafi) yang sangat gencar diserang oleh kelompok Salafi. Kelompok Salafi tidak segan-segan melakukan hal-hal yang tidak ‘gentle’ dalam menghadapi kelompok-kelompok selain Salafi, terkhusus Syiah. Menuduh kelompok lain dari saudara-saudaranya sesama muslim sebagai ahli bid’ah, ahli khurafat, musyrik adalah kebiasaan buruk kaum Salafi, walaupun kelompok tadi tergolong Ahlusunnah. Disisi lain, mereka sendiri terus berusaha untuk disebut dan masuk kategori kelompok Ahlusunnah. Berangkat dari sini, kaum Salafi selalu mempropagandakan bahwa Syiah adalah satu kelompok yang keluar dari Islam, dan sangat berbeda dengan pengikut Ahlusunnah. Mereka benci dengan usaha-usaha pendekatan dan persatuan Sunnah-Syiah, apalagi melalui forum dialog ilmiah. Mereka berpikir bahwa dengan mengkafirkan kelompok Syiah, maka mereka akan dengan mudah duduk bersama dengan kelompok Ahlusunnah. Padahal realitanya tidaklah semacam itu. Karena mereka selalu menuduh kelompok Ahlusunnah sebagai pelaku Bid’ah, Khurafat, Takhayul dan Syirik. Mereka berpikir, sewaktu seorang pengikut Ahlusunnah melakukan ziarah kubur, tahlil, membaca shalawat dan pujian terhadap Nabi, istighotsah, bertawassul dan mengambil berkah (tabarruk) berarti ia telah masuk kategori pelaku syirik atau ahli bid’ah yang telah jelas konsekwensi hukumnya dalam ajaran Islam.Singkat kata, kebencian itu bukan hanya dilancarkan kepada Ahlusunnah, namun terlebih pada kelompok Syiah. Kebencian kaum Salafi terhadap Syiah, bahkan dilakukan dengan cara-cara tidak ilmiah bahkan cenderung arogan dan premanisme, sebagaimana yang dilakukannya di beberapa tempat. Mereka tahu bahwa kelompok Syiah sangat produktif dalam penerbitan buku-buku, terkhusus buku-buku agama. Karya-karya ulama Syiah mampu mengikuti perkembangan zaman dan dapat memberi masukan dalam menyelesaikan problem intelektual yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat. Ulama Syiah mampu mengikuti wacana yang sedang berkembang, plus cara penyampaiannya pun dilakukan dengan cara ilmiah. Hal itulah yang menyebabkan kecemburuan kelompok Salafi terhadap Syiah kian menjadi. Akhirnya, sebagai contoh perbuatan licik yang mereka lakukan, sewaktu diadakan pameran Internasional Book-Fair di Mesir, dimana kelompok Syiah pun turut memeriahkan dengan membuka beberapa stand di pameran tersebut, melihat hal itu, kelompok Salafi (Wahabi) memborong semua kitab-kitab Syiah di stand-stand yang ada, yang kemudian membakar semua kitab yang dibelinya.[19] Jika mereka berani bersaing dengan kelompok Syiah dari sisi keilmiahan, kenapa mereka melakukan hal itu? Perlakuan mereka semacam itu sebagai salah satu bukti kuat, bahwa mereka tidak terlalu memiliki basis ilmiah yang cukup mumpuni sehingga untuk menghadapi Syiah, mereka tidak memiliki jalan lain kecuali harus menggunakan cara-cara emosional yang terkadang cenderung arogan itu. Cara itu juga yang mereka lakukan terhadap para pengikut tasawuf dan tarekat yang banyak ditemui dalam tubuh Ahlusunnah sendiri, khususnya di Indonesia. Segala bentuk makar dan kebohongan untuk mengahadapi rival akidahnya merupakan hal mubah dimata pengikut Salafi (Wahabi), karena kelompok Salafi masih terus beranggapan bahwa selain kelompoknya masih dapat dikategorikan pelaku syirik, bid’ah, khurafat dan takhayul. Perlakuan mereka terhadap kaum muslimin pada musim haji merupakan bukti yang tidak dapat diingkari.Yang lebih parah dari itu, para pendukung kelompok Salafi –yang didukung dana begitu besar- berani melakukan perubahan pada kitab-kitab standart Ahlusunnah, demi untuk menguatkan ajaran mereka, yang dengan jelas tidak memiliki akar sejarah dan argumentasi (tekstual dan rasional) yang kuat. Dengan melobi para pemilik percetakan buku-buku klasik agama yang menjadi standart ajaran –termasuk kitab-kitab hadis dan tafsir- mereka berani mengeluarkan dana yang sangat besar untuk merubah beberapa teks (hadis ataupun ungkapan para ulama) yang dianggap merugikan kelompok mereka. Kita ambil contoh apa yang diungkapkan oleh Syeikh Muhammad Nuri ad-Dirtsawi, beliau mengatakan: “Merubah dan menghapus hadis-hadis merupakan kebiasaan buruk kelompok Wahabi. Sebagai contoh, Nukman al-Alusi telah merubah tafsir yang ditulis oleh ayahnya, Syeikh Mahmud al-Alusi yang berjudul Ruh al-Ma’ani. Semua pembahasan yang membahayakan kelompok Wahabi telah dihapus. Jika tidak ada perubahan, niscaya tafsir beliau menjadi contoh buat kitab-kitab tafsir lainnya. Contoh lain, dalam kitab al-Mughni karya Ibnu Qodamah al-Hambali, pembahasan tentang istighotsah telah dihapus, karena hal itu mereka anggap sebagai bagian dari perbuatan Syirik. Setelah melakukan perubahan tersebut, baru mereka mencetaknya kembali. Kitab Syarah Shohih Muslim pun (telah dirubah) dengan membuang hadis-hadis yang berkaitan dengan sifat-sifat (Allah), kemudian baru mereka mencetaknya kembali”.[20]Namun sayang, banyak saudara-saudara dari Ahlusunnah lalai dengan apa yang mereka lakukan selama ini. Perubahan-perubahan semacam itu, terkhusus mereka lakukan pada hadis-hadis yang berkaitan dengan keutamaan keluarga (Ahlul-Bait) Nabi. Padahal, salah satu sisi kesamaan antara Sunni-Syiah adalah pemberian penghormatan khusus terhadap keluarga Nabi. Dari sinilah akhirnya pribadi seperti sayyid Hasan bin Ali as-Saqqaf menyatakan bahwa mereka tergolong kelompok Nashibi (pembenci keluarga Rasul).Dalam kitab tafsir Jami’ al-Bayan, sewaktu menafsirkan ayat 214 dari surat as-Syu’ara: “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabat-mu yang terdekat”, disitu, Rasulullah mengeluarkan pernyataan berupa satu hadis yang berkaitan dengan permulaan dakwah. Dalam hadis yang tercantum dalam kitab tafsir tersebut disebutkan, Rasul bersabda: “Siapakah diantara kalian yang mau menjadi wazir dan membantuku dalam perkara ini -risalah- maka akan menjadi saudaraku…(kadza…wa…kadza)...”. Padahal, jika kita membuka apa yang tercantum dalam tarikh at-Thabari kata “kadza wa kadza” (yang dalam penulisan buku berbahasa Indonesia, biasa digunakan titik-titik) sebagai ganti dari sabda Rasul yang berbunyi; “Washi (pengganti) dan Khalifah-ku”. Begitu pula hadis-hadis semisal, “Aku adalah kota ilmu, sedang Ali adalah pintunya” yang dulu tercantum dalam kitab Jaami’ al-Ushul karya Ibnu Atsir, kitab Tarikh al-Khulafa’ karya as-Suyuthi dan as-Showa’iq al-Muhriqoh karya Ibnu Hajar yang beliau nukil dari Shohih at-Turmudzi, kini telah mereka hapus. Melakukan peringkasan kitab-kitab standard, juga sebagai salah satu trik mereka untuk tujuan yang sama. Dan masih banyak usaha-usaha licik lain yang mereka lancarkan, demi mempertahankan ajaran mereka, terkhusus ajaran kebencian terhadap keluarga Nabi. Sementara sudah menjadi kesepakatan kaum muslimin, bahwa mencintai keluarga Nabi adalah suatu kewajiban, sebagaimana Syair yang pernah dibawakan oleh imam Syafi’i:“Jika mencintai keluarga Muhammad adalah Rafidhi (Syiah), maka saksikanlah wahai ats-Tsaqolaan (jin dan manusia) bahwa aku adalah Rofidhi”.[21]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;SALAFI (WAHABI) DAN KHAWARIJ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak berlebihan kiranya jika sebagian orang beranggapan bahwa kaum Wahabi (Salafi) memiliki banyak kemiripan dengan kelompok Khawarij. Melihat, dari sejarah yang pernah ada, kelompok Khawarij adalah kelompok yang sangat mirip sepak terjang dan pemikirannya dengan kelompok Wahabi. Oleh karenanya, bisa dikatakan bahwa kelompok Wahabi adalah pengejawantahan kelompok Khawarij di masa sekarang ini. Disini, secara singkat bisa disebutkan beberapa sisi kesamaan antara kelompok Wahabi dengan golongan Khawarij yang dicela melalui lisan suci Rasulullah saw, dimana Rasul memberi julukan golongan sesat itu (Khawarij) dengan sebutan “mariqiin”, yang berarti ‘lepas’ dari Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya.[22] Paling tidak ada enam kesamaan antara dua golongan ini yang bisa disebutkan. Pertama, sebagaimana kelompok Khawarij dengan mudah menuduh seorang muslim dengan sebutan kafir, kelompok Wahabi pun sangat mudah menuduh seorang muslim sebagai pelaku syirik, bid’ah, khurafat dan takhayul. Yang semua itu adalah ‘kata halus’ dari pengkafiran, walaupun dalam beberapa hal memiliki kesamaan dari konsekwensi hukumnya. Abdullah bin Umar dalam mensifati kelompok Khawarij mengatakan: “Mereka menggunakan ayat-ayat yang diturunkan bagi orang-orang kafir, lantas mereka terapkan untuk menyerang orang-orang beriman”.[23] Ciri-ciri semacam itu juga akan dengan mudah kita dapati pada pengikut kelompok Salafi (Wahabi) berkaitan dengan saudara-saudaranya sesama muslim. Bisa dilihat, betapa mudahnya para rohaniawan Wahabi (muthowi’) menuduh para jamaah haji sebagai pelaku syirik dan bid’ah dalam melakukan amalan yang dianggap tidak sesuai dengan akidah mereka.Kedua, sebagaimana kelompok Khawarij disifati sebagaimana yang tercantum dalam hadis Nabi: “Mereka membunuh pemeluk Islam, sedang para penyembah berhala mereka biarkan”,[24] maka sejarah telah membuktikan bahwa kelompok Wahabi pun telah melaksanakan prilaku keji semacam itu. Sebagaimana yang pernah dilakukan pada awal penyebaran Wahabisme oleh pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab. Pembantaian berbagai kabilah dari kaum muslimin mereka lakukan dibeberapa tempat, terkhusus diwilayah Hijaz dan Iraq kala itu.Ketiga, sebagaimana kelompok Khawarij memiliki banyak keyakinan yang aneh dan keluar dari kesepakatan kaum muslimin, seperti keyakinan bahwa pelaku dosa besar dihukumi kafir, kaum Wahabi pun memiliki kekhususan yang sama.Keempat, seperti kelompok Khawarij memiliki jiwa jumud (kaku), mempersulit diri dan mempersempit luang lingkup pemahaman ajaran agama, maka kaum Wahabi pun mempunyai kendala yang sama.Kelima, kelompok Khawarij telah keluar dari Islam dikarenakan ajaran-ajaran yang menyimpang, maka Wahabi pun memiliki penyimpangan yang sama. Oleh karenanya, ada satu hadis tentang Khawarij yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya, yang dapat pula diterapkan pada kelompok Wahabi. Rasul bersabda: “Beberapa orang akan muncul dari belahan Bumi sebelah timur. Mereka membaca al-Quran, tetapi (bacaan tadi) tidak melebihi batas temggorokan. Mereka telah keluar dari agama (Islam), sebagaimana terkeluarnya (lepas) anak panah dari busurnya. Tanda-tanda mereka, suka mencukur habis rambut kepala”.[25] &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al-Qistholani dalam mensyarahi hadis tadi mengatakan: “Dari belahan bumi sebelah timur” yaitu dari arah timur kota Madinah semisal daerah Najd.[26] Sedang dalam satu hadis disebutkan, dalam menjawab perihal kota an-Najd: “Di sana terdapat berbagai goncangan, dan dari sana pula muncul banyak fitnah”.[27] Atau dalam ungkapan lain yang menyebutkan: “Disana akan muncul qorn setan”. Dalam kamus bahasa Arab, kata qorn berartikan umat, pengikut ajaran seseorang, kaum atau kekuasaan.[28]Sedang kita tahu, kota Najd adalah tempat lahir dan tinggal Muhammad bin Abdul Wahab an-Najdi, pendiri Wahabi. Kota itu sekaligus sebagai pusat Wahabisme, dan dari situlah pemikiran Wahabisme disebarluaskan kesegala penjuru dunia. Banyak tanda zahir dari kelompok tersebut. Selain mengenakan celana atau gamis hingga betis, mencukur rambut kepala sedangkan jenggot dibiarkan bergelayutan tidak karuan adalah salah satu syiar dan tanda pengikut kelompok ini.Keenam, sebagaimana kelompok Khawarij meyakini bahwa “negara muslim” (Daar al-Salam) jika penduduknya banyak melakukan dosa besar, maka dapat dikategorikan “negara zona perang” (Daar al-Harb), kelompok radikal Wahabi pun meyakini hal tersebut. Sekarang ini dapat dilihat, bagaimana kelompok-kelompok radikal Wahabi –seperti al-Qaedah- melakukan aksi teror diberbagai tempat yang tidak jarang kaum muslimin juga sebagai korbannya.Tulisan ringkas ini mencoba untuk mengetahui tentang apa dan siapa kelompok Salafi (Wahabi). Semoga dengan pengenalan ringkas ini akan menjadi kejelasan akan kelompok yang disebut-sebut sebagai Salafi ini, yang mengaku penghidup kembali ajaran Salaf Saleh. Sehingga kita bisa lebih berhati-hati dan mawas diri terhadap aliran sesat dan menyesatkan yang telah menyimpang dari Islam Muhammadi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penulis: Adalah mahasiswa pasca sarjana Perbandingan Agama dan Mazhab di Universitas Imam Khomaini Qom, Republiks Islam Iran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rujukan:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[2] Lisan al-Arab Jil:6 Hal:330&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[3] As-Salafiyah Marhalah Zamaniyah Hal:9, karya Dr. M Said Ramadhan Buthi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[4] As-Shohwat al-Islamiyah Hal:25, karya al-Qordhowi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[5] Al-Aqoid as-Salafiyah Hal: 11, karya Ahmad bin Hajar Aali Abu Thomi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[6] Al-Madzahib al-Islamiyah Hal:331, karya Muhammad Abu Zuhrah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[7] Untuk lebih jelasnya, dapat ditelaah lebih lanjut kitab tebal karya penulis Arab al-Ustadz Nasir as-Sa’id tentang sejarah kerajaan Arab Saudi yang diberi judul “Tarikh aali Sa’ud”. Karya ini berulang kali dicetak. Disitu dijelaskan secara detail sejarah kemunculan keluarga Saud di Jazirah Arab hingga zaman kekuasaan raja Fahd. Dalam karya tersebut, as-Said menetapkan bahwa keluarga Saud (pendiri) kerajaan Arab Saudi masih memiliki hubungan darah dan emosional dengan Yahudi Arab.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[8] Selengkapnya silahkan lihat: As-Salafiyah al-Wahabiyah, karya Hasan bin Ali as-Saqqaf, cet: Daar al-Imam an-Nawawi, Amman-Yordania&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[9] Al-Milal wa an-Nihal Jil:1 Hal:165, karya as-Syahrastani&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[10] Fi ‘Aqo’id al-Islam Hal:155, karya Muhammad bin Abdul Wahab (dalam kumpulan risalah-nya)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[11] Ayat-ayat al-Quran yang bebunyi “afalaa ta’qiluun” (Apakah kalian tidak memakai akal) atau “Afalaa tatafakkarun” (Apakah kalian tidak berpikir) dan semisalnya akan sangat mudah kita dapati dalam al-Quran. Ini semua salah satu bukti konkrit bahwa al-Quran sangat menekankan penggunaan akal dan mengakui keturutsertaan akal dalam memahami kebenaran ajaran agama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[12] Q S Thoha:5&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[13] Al-Washiyah al-Kubra Hal:31 atau Naqdhu al-Mantiq Hal:119 karya Ibnu Taimiyah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[14] Q S as-Syura:11&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[15] Al-Milal wa an-Nihal Jil:1 Hal:84&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[16] Banyak hal yang terbukti dengan argumen teks yang mencakup ayat, riwayat, ungkapan dan sirah para sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in diperbolehkan, namun paea kelompok Salafi (Wahabi) mengharamkannya, seperti masalah; membangun dan memberi cahaya lampu pada kuburan, berdoa disamping makam para kekasih Ilahi (waliyullah), mengambil berkah dari makam kekasih Allah, menyeru atau meminta pertolongan dan syafaat dari para kekasih Allah pasca kematian mereka, bernazar atau sumpah atas nama para kekasih Allah, memperingati dan mengenang kelahiran atau kematian para kekasih Allah, bertawassul, dan melaksanakan tahlil (majlis fatehah)…semua merupakan hal yang diharamkan oleh para kelompok Salafi, padahal banyak ayat dan riwayat, juga prilaku para Salaf yang menunjukkan akan diperbolehkannya hal-hal tadi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[17] Salah satu bentuk penyimpangan kelompok Wahabi terhadap ajaran imam Ahmad bin Hambal adalah pengingkaran Ibnu Taimiyah terhadap berbagai hadis berkaitan dengan keutamaan keluarga Rasul, yang Imam Ahmad sendiri meyakini keutamaan mereka dengan mencantumkannya dalam kitab musnadnya. Dari situ akhirnya Ibnu Taimiyah bukan hanya mengingkari hadis-hadis tersebut, bahkan melakukan pelecehan terhadap keluarga Rasul, terkhusus Ali bin Abi Thalib. (lihat: Minhaj as-Sunnah Jil:8 Hal:329) Dan terbukti, kekhilafahan Ali sempat “diragukan” oleh Ibnu Taimiyah dalam kitabnya “Minhaj as-Sunnah” (lihat: Jil:4 Hal:682), dan ia termasuk orang yang menyebarluaskan keraguan itu. Padahal, semua kelompok Ahlusunnah “meyakini” akan kekhilafahan Ali. Lantas, masihkah layak Ibnu Taimiyah beserta pengikutnya mengaku sebagai pengikut Ahlussunnah?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[18] al-Aqidah li al-Imam Ahmad bin Hambal Hal:38&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[19] As-Salafiyah baina Ahlusunnah wa al-Imamiyah Hal:680&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[20] Rudud ‘ala Syubahaat as-Salafiyah Hal:249&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[21] Diwan as-Syafi’i Hal:55&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[22] Musnad Ahmad Jil:2 Hal:118&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[23] Sohih Bukhari Jil:4 Hal:197&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[24] Majmu’ al-Fatawa Jil:13 Hal:32, karya Ibnu Taimiyah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[25] Shahih Bukhari, kitab at-Tauhid Bab:57 Hadis ke-7123&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[26] Irsyad as-Saari Jil:15 Hal:626&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[27] Musnad Ahmad Jil:2 Hal:81 atau Jil:4 Hal:5&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[28] Al-Qomuus Jil:3 Hal:382 kata: Qo-ro-na&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-4060302938572328268?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/4060302938572328268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/membaca-salafi-wahabi-dan-khawarij.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4060302938572328268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4060302938572328268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/membaca-salafi-wahabi-dan-khawarij.html' title='Membaca Salafi, Wahabi dan Khawarij'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SbqhSJy-ZvI/AAAAAAAAAoY/HaZlbIOrMP0/s72-c/bc1e9a173c3fc342.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-3302655685983377448</id><published>2009-03-10T09:15:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T09:19:50.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Polisi Saudi Tangkap Perempuan karena Menyetir Mobil</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SbaS6E3v5kI/AAAAAAAAAoI/_U9yzsmQ52E/s1600-h/2720c9350b2b86b6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311594336967714370" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 135px; CURSOR: hand; HEIGHT: 101px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SbaS6E3v5kI/AAAAAAAAAoI/_U9yzsmQ52E/s320/2720c9350b2b86b6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Petugas kepolisian di kota Mekah, Arab Saudi, Rabu 4 Maret 2009, menangkap seorang perempuan. Pelanggaran yang dia lakukan bukan mencuri atau menipu, tapi karena menyetir mobil.&lt;br /&gt;Di negara-negara sekuler, pelanggaran itu terdengar aneh. Namun, itulah Arab Saudi, yang masih membatasi aktivitas perempuan di tempat umum. Menurut laporan polisi, perempuan yang tidak diungkap nama dan kewarganegaraannya itu berusaha melarikan diri begitu mengetahui dirinya ketahuan petugas saat menyetir mobil.&lt;br /&gt;“Perempuan itu berusaha melarikan diri ketika melihat sebuah mobil polisi dan dalam upaya melarikan diri tersebut, dia sempat menabrak mobil lain hingga mobil tersebut mengalami lecet ringan,” kata Mayor Abdul Mushin Al-Mayman, juru bicara kepolisian kepada harian Arab News, seperti dikutip dari laman stasiun televisi CNN, Jumat 6 Maret 2009.&lt;br /&gt;Menurut Al-Mayman, perempuan yang kira-kira berusia 20-an tahun tersebut diserahkan ke Komisi Penyelidikan dan Penuntutan untuk menjalani investigasi.&lt;br /&gt;Kaum Hawa selama ini dilarang menyetir di sebagian besar wilayah Arab Saudi. Namun di beberapa kota besar, peraturan tersebut tidak berlaku. Tidak diketahui seberapa sering penangkapan semacam itu terjadi di Arab Saudi. Data statistik penangkapan pun tidak dirilis pihak kepolisian.&lt;br /&gt;Larangan menyetir mobil bagi kaum perempuan ini menjadi salah satu dari beberapa isu kontroversial di Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok aktivis pejuang hak-hak perempuan di Arab Saudi sudah melancarkan kampanye terbuka untuk mendapatkan hak menyetir.&lt;br /&gt;Banyak pejabat tinggi Arab Saudi menganggap bahwa itu adalah isu sosial dan akan selesai hanya jika warga Arab Saudi merasa saatnya sudah tepat.&lt;br /&gt;Tahun lalu, lebih dari 125 perempuan menandatangani petisi yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri, Nayef bin Abdul Aziz, untuk meminta pencabutan larangan menyetir di negara kerajaan itu. (VIVAnews)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber : &lt;a href="http://muhsinlabib.wordpress.com/"&gt;http://muhsinlabib.wordpress.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-3302655685983377448?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/3302655685983377448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/polisi-saudi-tangkap-perempuan-karena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/3302655685983377448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/3302655685983377448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/polisi-saudi-tangkap-perempuan-karena.html' title='Polisi Saudi Tangkap Perempuan karena Menyetir Mobil'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SbaS6E3v5kI/AAAAAAAAAoI/_U9yzsmQ52E/s72-c/2720c9350b2b86b6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-4780226912685759959</id><published>2009-03-06T03:55:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T04:52:36.797-08:00</updated><title type='text'>Siapa Bin Baz?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SbEcgdJMoBI/AAAAAAAAAnQ/BxeU9176a4g/s1600-h/binbaz.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310056779551121426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 151px; CURSOR: hand; HEIGHT: 228px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SbEcgdJMoBI/AAAAAAAAAnQ/BxeU9176a4g/s320/binbaz.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rRS1Og6ei4o/R7Aol-rdbTI/AAAAAAAAAVc/OyZy1_0lzEA/s1600-h/binbaz.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;MUFTI WAHABI SYEIKH BINBAZ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;NAMA : Abdul Aziz Bin Baz.TAHUN &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;LAHIR: 1912M.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;TEMPAT LAHIR: Najd ( Riyadh ).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;MENINGGAL DUNIA: 1999M.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;KESALAHAN DALAM AQIDAH:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;- Kafirkan Umat Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Mengkafirkan Umat Islam Di Mesir dan Bumi Syam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Tolak Akidah Yang Benar iaitu ‘ Allah Bukan Jisim ’.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Berakidah Allah Berpenjuru, Berarah dan Bertempat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Mengkafirkan Umat Islam Al-Asya’irah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Menghina Nabi Muhammad.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Menghina Nabi Muhammad Sebagai AUTHAN Iaitu Patung Berhala.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Mengkafikran Umat Islam Yang Tinggal Di Hijaz Dan Yaman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Berakidah Allah Duduk Atas Kerusi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Berakidah Zat Allah Di Atas Arasy.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Berakidah Allah Mempunya Dua Belah Kaki Seperti Makhluk.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Berakidah Allah Bercakap Macam Manusia Dengan Huruf Dan Suara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Banyak lagi…&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;PENYELEWENGAN DALAM FIQH:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;- Menganggap Amalan Sunat Sebagai Bid’ah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Haramkan Sebutan “ Sodaqallahu ‘Azhim ” Dan Menghukumnya Sebagai Sesat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Mengharamkan Pengunaan Tasbih Secara Mutlak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Mengharamkan Perkataan Wahhidullah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Mengharamkan Tawassul Secara Mutlak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Samakan Sambutan Maulid Nabi Dengan Yahudi &amp;amp; Kristian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Mengharamkan Potong Janggut Walaupun Untuk Kekemasan Diri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Mengharamkan Selawat Tertentu ke Atas Nabi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;.- Tolak Hadith Nabi (Fadhilat Ziarah).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Haramkan Wanita Bawa Kereta Secara Mutlak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Banyak lagi…&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;* Rujuk: &lt;a href="http://www.binbaz.org.sa/"&gt;http://www.binbaz.org.sa/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(*Dipetik dan disunting daripada &lt;a href="http://abu-syafiq.blogspot.com/2008/02/mufti-wahhabi-ibnu-baz.html"&gt;laman ini.&lt;/a&gt; Sila lawat laman itu untuk dapatkan tulisan asal)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber : &lt;a href="http://salafiwahhabi.blogspot.com/search/label/Bin%20Baaz"&gt;http://salafiwahhabi.blogspot.com/search/label/Bin%20Baaz&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Katakan tidak kepada Wahabi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-4780226912685759959?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/4780226912685759959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/siapa-bin-baz.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4780226912685759959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/4780226912685759959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/siapa-bin-baz.html' title='Siapa Bin Baz?'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/SbEcgdJMoBI/AAAAAAAAAnQ/BxeU9176a4g/s72-c/binbaz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-7047311425148614572</id><published>2009-03-04T10:09:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T10:23:04.183-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Sejarah Berdarah Kaum Wahabi-Salafi atas Kuburan Al-Baqi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7F00zxWhI/AAAAAAAAAmw/jrO1DngYDeU/s1600-h/al+baqi.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309398522036050450" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 196px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7F00zxWhI/AAAAAAAAAmw/jrO1DngYDeU/s320/al+baqi.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://qitori.files.wordpress.com/2008/08/makam-baqi-before-destruction-for-blog.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Doddy Salman&lt;br /&gt;Rabu 8 Syawal 1345 Hijriah bertepatan dengan 21 April 1925 mausoleum (kuburan besar yang amat indah) di Jannatul al-Baqi di Madinah diratakan dengan tanah atas perintah Raja Ibnu Saud.. Di tahun yang sama pula Raja Ibnu Saud yang Wahabi itu menghancurkan makam orang-orang yang disayangi Rasulullah Saw (ibunda, istri, kakek dan keluarganya) di Jannat al-Mualla (Mekah). &lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penghancuran situs bersejarah dan mulia itu oleh Keluarga al-Saud yang Wahabi itu terus berlanjut hingga sekarang. Menurut beberapa ulama apa yang terjadi di tanah Arabia itu adalah bentuk nyata konspirasi Yahudi melawan Islam, di bawah kedok Tauhid. Sebenarnya, tujuan utamanya adalah secara sistematis ingin menghapus pusaka dan warisan Islam yang masih tersisa agar Kaum Muslim terputus dari sejarah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Asal Muasal al-Baqi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara harfiah “al-baqi” berarti taman pepohonan. Dikenal juga sebagai “Jannat al-baqi” karena “keramatnya” sejak keluarga dan sahabat Rasulullah dimakamkan di tempat ini.&lt;br /&gt;Sahabat pertama yang dimakamkan di al-Baqi adalah Usman bin Madhoon yang wafat 3 syaban tahun 3 hijiriah. Rasulullah memerintahkan menanam pepohonan di sekitar pusaranya. Rasul juga meletakkan dua buah batu di antara makam sahabatnya itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahun berikutnya putra Rasulullah Ibrahim wafat saat masih bayi. Dengan derai air mata Rasulullah memakamkan putranya tercinta itu di al-Baqi. Sejak itulah penduduk Madina ikut juga memakamkan sanak saudaranya di al-Baqi. Apalagi setelah mendengar sabda Rasulullah,” Salam sejahtera untukmu wahai orang yang beriman, Jika Allah berkenan , kami akan menyusulmu. Ya Allah, ampunilah ahli kubur al-Baqi’. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanah pemakaman al-Baqi perlahan pun diperluas. Tak kurang dari 7000 sahabat Rasulullah dikuburkan di sini. Termasuk juga ahlul baytnya yaitu Imam Hasan bin Ali, Imam Ali bin Husayn, Imam Muhammad Al_Baqir, dan Imam Ja’far al-Sadiq.&lt;br /&gt;Selain itu saudara Rasulullah yang dimakamkan di al-baqi adalah, Bibi Safiyah dan Aatikah. Di al-baqi dimakamkan pula Fatimah binti al-Asad (Ibunda Imam Ali bin Abi Thalib).&lt;br /&gt;Khalifah Usman dimakamkan di luar al-Baqi namun belakangan karena perluasan makam maka ia termasuk di al-Baqi. Imam mazhab sunni yang terkenal Malik bin Anas juga dimakamkan di al-Baqi. Tak pelak al-Baqi adalah tempat amat bersejarah bagi Kaum Muslimin di seluruh jagat raya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Al-Baqi Dalam Perspektif Ahli Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Jubair melukiskan al-Baqi saat ia berkunjung ke Madinah berkata,” al-Baqi terletak di timur Madinah. Gerbang al-Baqi akan menyambut anda saat tiba di al-baqi. Saat anda masuk kuburan pertama yang anda lihat di sebelah kiri adalah kuburan Safiyah, bibi Rasulullah. Agak jauh dari situ terletak pusara Malik bin Anas, Salah seorang Imam Ahlus Sunnah dari Madinah. Di atas makamnya didirikan sebuah kubah kecil. Di depannya ada kubah putih tempat makam putra Rasulullah Ibrahim. Di sebelah kanannya adalah makam Abdurahman bin Umar putra Umar bin Khatab, dikenal sebagai Abu Shahma. Abu Shahma dihukum cambuk oleh ayahnya karena minum khamar. Hukuman cambuk untuk peminum khamar seharusnya tidak hingga mati . Namun Umar mencambuknya hingga ajal merenggutnya. Di hadapan kuburan Abu Shahma adalah makam Aqeel bin Abi Thalib dan Abdulah bin Ja’far al-Tayyar.Di muka kuburan mereka terbaring pusara isteri Rasul dan Abbas bin Abdul Mutalib. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Makam Imam Hasan bin Ali, terletak di sisi kanan dari gerbang al-Baqi. Makam ini dilindungi kubah tinggi . Di sebelah atas nisan Imam Hasan adalah makam Abbas bin Abdul Muthalib. Kedua makam diselimuti kubah tinggi. Dindingnya dilapisi bingkai kuning bertahtakan bintang indah. Bentuk serupa juga menghias makam Ibrahim putra Rasulullah. Di belakang makam Abbas berdiri rumah yang biasa digunakan Fatimah binti Rasulullah as. Biasa disebut “Bayt al-Ahzaan” (rumah duka cita). Di tempat ini putri Rasulullah biasa berkabung mengenang kepergian ayahnya tercinta rasulullah SAWW. Di ujung penghabisan al-Baqi berdiri kubah kecil tempat Usman di makamkan. Di dekatnya terbaring ibunda Ali bin Abi Thalib Fatimah binti Asad”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu setengah abad kemudian pengelana terkenal Ibnu Batutah mengunjungi al-Baqi dan menemukan al Baqi tidaklah berbeda dengan yang dilukiskan Ibnu Jubair. Ia menambahkan,” Al-Baqi adalah kuburan sejumlah kaum Muhajirin dan Anshar dan sahabat nabi lainnya. Kebanyakan mereka tidaklah dikenal’. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berabad-abad lamanya al-Baqi tetap keramat dengan berbagai perbaikan bangunan yang diperlukan. Semuanya berakhir diabad 19 kala Kaum Wahabi muncul. Mereka menajiskan pusara mulia dan menunjukkan sikap kurangajar pada para syahid dan para sahabat nabi yang dimakamkan di sana. Muslim yang tidak sependapat dicap sebagai kafir dan dikejar-kejar untuk dibunuh. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Penghancuran Pertama al-Baqi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://qitori.files.wordpress.com/2008/08/makam-al-baqi-setelah-dihancurkan-wahhabi-for-blog.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7FhdSn7ZI/AAAAAAAAAmo/s6RQCdczSeE/s1600-h/albaqi1.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309398189305490834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 211px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7FhdSn7ZI/AAAAAAAAAmo/s6RQCdczSeE/s320/albaqi1.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kaum Wahabi percaya menziarahi makam dan pusara Nabi, Imam dan para syuhada adalah pemujaan terhadap berhala dan pekerjaan yang tidak Islami. Mereka yang melakukanya pantas dibunuh dan harta bendanya dirampas. Sejak invasi pertama ke Irak hingga kini, faktanya, Kaum Wahabi, dan penguasa Negara teluk lainnya membantai Kaum Muslim yang tidak sepaham dengan mereka. Tak pelak lagi seluruh dunia Islam sangat menghormati pemakaman al-Baqi. Khalifah Abu Bakar dan Umar bahkan menyatakan keinginannya untuk dimakamkan di dekat makam Rasulullah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1205 Hijriah hingga 1217 Hijriah Kaum Wahabi mencoba menguasai Semenanjung Arabia namun gagal. Akhirnya 1217 Hijriah mereka berhasil menguasai Thaif dengan menumpahkan darah muslim yang tak berdosa. Mereka memasuki Mekah tahun 1218 Hijriah dan menghancurkan semua bangunan dan kubah suci, termasuk kubah yang menaungi sumur Zamzam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1221, Kaum Wahabi masuk kota Madinah dan menajiskan al-Baqi dan semua mesjid yang mereka lewati. Kaum Wahabi bahkan mencoba menghancurkan pusara Rasulullah , namun entah dengan alasan apa usaha gila itu dihentikan. Di tahun-tahun berikutnya jemaah haji asal Irak, Suriah dan Mesir ditolak untuk masuk kota Mekah untuk berhaji. Raja al-saud memaksa setiap muslim yang ingin berhaji harus menjadi wahabi atau jika tidak akan dicap sebagai kafir dan dilarang masuk kota Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Baqi pun diratakan dengan tanah tanpa menyisakan apapun, termasuk nisan atau pusara .Belum puas dengan tindakan barbarnya Kaum Wahabi memerintahkan tiga orang kulit hitam yang sedang berziarah ke pusara Nabi untuk menunjukkan tempat persembunyian harta benda. Raja Ibnu Saud merampas harta benda itu untuk dirinya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ribuan Muslim melarikan diri dari Mekah dan Madinah . Mereka menghindari kejaran Kaum Wahabi. Muslim seluruh dunia mengutuk tindakan Saudi dan mendesak khalifah kerajaan Otoman menyelamatkan situs-situs bersejarah dari kehancuran. Dibawah pimpinan Muhammad Ali Basha mereka menyerang Hijaz , dengan bantuan suku-suku setempat, akhirnya mereka menang.lalu ia mengatur hukum dan pemerintahan di Hijaz, khususnya Mekah dan Madinah. Sekaligus mengusir keluarga al-Saud. Muslim di seluruh dunia bergembira. Di Mesir perayaan berlanjut hingga 5 hari! Tak diragukan lagi kegembiraan karena mereka bisa pergi haji dan pusara mulia pun diperbaiki lagi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahun 1818 Masehi Khalifah Ottoman Abdul Majid dan penggantinya Abdul Hamid dan Mohammad, merekonstruksi semua tempat suci, memperbaiki semua warisan Islam yang penting. Dari 1848 hingga 1860, biaya perbaikan telah mencapai 700 ribu Poundsterling. Sebagian besar dana diperoleh dari uang yang terkumpul di makam Rasulullah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tindakan Barbar Kedua Kaum Wahabi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7FSpeRpnI/AAAAAAAAAmg/kFgCX5J2Vsw/s1600-h/albaqi2.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309397934877550194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 222px; CURSOR: hand; HEIGHT: 172px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7FSpeRpnI/AAAAAAAAAmg/kFgCX5J2Vsw/s320/albaqi2.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Ottoman telah mempercantik Madinah dan Mekah dengan memperbaiki semua bangunan keagamaan dengan arsitektur bercita rasa seni tinggi. Richard Burton, yang berkunjung ke makam rasulullah tahun 1853 dengan menyamar sebagai muslim asal Afghanistan dengan nama Abdullah mengatakan Madinah dipenuhi 55 mesjid dan kuburan suci. Orang Inggris lain yang dating ke Madinah tahun 1877-1878 melukiskan keindahan yang setara dengan Istambul. Ia menulis tentang dinding putih, menara berhias emas dan rumput yang hijau. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1924 Wahabi masuk ke Hijaz untuk kedua kalinya Untuk kedua kalinya pula pembantaian dan perampasan dilakukan. Orang-orang di jalan dibantai. Tak terkecuali perempuan dan anak-anak jadi korban. Rumah-rumah diratakan dengan tanah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Awn bin Hashim menulis: lembah-lembah dipenuhi kerangka manusia, darah kering berceceran di mana-mana. Sulit untuk menemukan pohon yang tidak ada satu atau dua mayat tergeletak di dekat akarnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Madinah akhirnya menyerah setelah digempur habis Kaum Wahabi. Semua warisan Islam dimusnahkan. Hanya pusara Nabi Saw yang tersisa.&lt;br /&gt;Ibnu Jabhan (Ulama Wahabi) memberikan alasan mengapa ia merasa harus meratakan makam Nabi Saw, ” Kami tahu nisan di makam Rasulullah bertentangan dengan akidah dan mendirikan mesjid di pemakamannya adalah dosa besar’. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pusara Sang Syahid Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi) beserta syahid perang Uhud lainnya dihancurkan. Masjid Nabi dilempari. Setelah protes dari Kaum Muslim dunia Ibnu saud berjanji akan memperbaiki bangunanbersejarah tersebut. Namun janji itu tidak pernah ditempati. Ibnu saud juga berjanji Hijaz akan dikelola pemerintahan multinasional, khsusnya menyangkut Madinah dan Mekah. Namun janji itu tinggalah janji.&lt;br /&gt;Tahun 1925 giliran Janat al-Mulla pemakaman di Mekah dihancurkan. Ikut juga dihancurkan rumah tempat Rasulullah dilahirkan. Sejak itulah hari duka untuk semua muslim di jagat raya.&lt;br /&gt;Tidakkah mengherankan Kaum Wahabi menghancurkan makam, pusara mulia dan semua tempat-tempat bersejarah bagi dunia islam (semuanya diam tak bergerak), sementara itu Raja-raja Saudi dijaga dengan ketat mengabiskan jutaan dolar?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;br /&gt;Hujan Protes&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1926 protes massal Kaum Muslim bergerak di seluruh dunia. Resolusi diluncurkan dan daftar kejahatan wahabi dibuat. Isinya di antaranya adalah: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7FDIEDzLI/AAAAAAAAAmY/NSS8tojmCbA/s1600-h/albaqi3.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309397668211182770" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 220px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7FDIEDzLI/AAAAAAAAAmY/NSS8tojmCbA/s320/albaqi3.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1. Penghancuran dan penodaan tempat suci ,di antaranya rumah kelahiran Nabi, pusara Bani Hasyim di Mekah dan Jannat al-Baqi (Madinah), penolakan wahabi pada muslim yang melafalkan al-fatihah di makam-makam suci tersebut. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Penghancuran tempat ibadah di antaranya Masjid Hamzah, Masjid Abu Rasheed, dan pusara para Imam dan sahabat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;3. Campurtangan pelaksanaan ibadah haji&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;4. Memaksa muslim mengikuti inovasi wahabi dan menghapus aturan atas keyakinan yang diajarkan para Imam mazhab &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Pembantaian para sayid di Thaif, madina, Ahsa dan Qatif &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Meratakan kuburan para Imam di al-Baqi yang sangat di hormati kaum Syiah &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Protes yang sama bermunculan di Iran, Irak, Mesir, Indonesia dan Turki. Mereka mengutuk tindakan barbar Saudi Wahabi. Beberapa ulama menulis traktat dan buku untuk mengabarkan dunia fakta-fakta yang terjadi di Hijaz adalah konspirasi karya Yahudi melawan Islam dengan berkedok Tauhid. Tujuan utama adalah menghapus secara sistematis akar sejarah Kaum Muslim sehingga nantinya Kaum Muslim kehilangan asal-usul keagamaannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tindakan barbar Kaum Wahabi boleh jadi menginspirasi peristiwa bersejarah lainnya.Sejarah perang dunia kedua mengingatkan kita akan kekejaman Nazi Jerman. Orang-orang Yahudi melarikan diri setelah dikejar-kejar untruk dibunuh Nazi. Kekejaman Hitler diperingati dunia (Khususnya Jerman dan sekutunya). Kini Nazi dilarang dan orang yang mengusung simbol-simbolnya bisa dihukum dan diusir dari Jerman. Hitler dan Nazi Jerman membantai jutaan Yahudi (versi Ahmadinejad tidak mungkin sebanyak itu). Hitler tidak merusak bangunan karya Yahudi. Hitler tidak merusak kuburan. Bandingkan dengan tindakan Kaum Wahabi yang tidak saja membunuh dan mengusir orang hidup tapi juga orang-orang yang sudah wafat juga ikut “dibunuh’!!!” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini daftar makam dan tempat yang juga dihancurkan Kaum Wahabi&lt;br /&gt;-Pemakaman al-Mualla di Mekah termasuk pusara isteri tercinta Nabi, Sayidah Khadijah binti Khuwailid , Makam Ibunda Rasul Siti Aminah binti Wahhab, makam pamananda Rasul Abu Thalib (Ayahanda Ali bin Abu Thalib) dan makam kakek Nabi Abdul Muthalib&lt;br /&gt;-makam Siti Hawa di Jedah&lt;br /&gt;-makam ayahanda Rasul Abdullah bin Abdul Muthalib di Madinah&lt;br /&gt;-rumah duka (baytl al-Ahzan) Sayidah Fatimah di Madinah&lt;br /&gt;-Masjid Salman al_Farisi di Madinah&lt;br /&gt;-Masjid Raj’at ash-Shams di Madinah&lt;br /&gt;-Rumah Nabi di Madinah setelah hijrah&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7EP0nD1PI/AAAAAAAAAmQ/MrgbOPBv0vA/s1600-h/albaqi4.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309396786815948018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 162px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7EP0nD1PI/AAAAAAAAAmQ/MrgbOPBv0vA/s320/albaqi4.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; dari Mekah&lt;br /&gt;-Rumah Imam Ja’far al-Shadiq di Madinah&lt;br /&gt;-Komplek (mahhalla) bani Hasyim di Madinah&lt;br /&gt;-Rumah Imam Ali bin Abi Thalib tempat Imam Hasan dan Imam Husein dilahirkan&lt;br /&gt;-Makam Hamzah dan para syuhada Uhud di gunung Uhud&lt;br /&gt;&lt;a href="http://qitori.files.wordpress.com/2008/08/peta-makam-baqi3.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;_______________________&lt;br /&gt;*diterjemahkan dari HISTORY OF THE CEMETERY OF JANNAT AL-BAQI &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber : &lt;a href="http://qitori.wordpress.com/"&gt;http://qitori.wordpress.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-7047311425148614572?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/7047311425148614572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/sejarah-berdarah-kaum-wahabi-salafi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7047311425148614572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/7047311425148614572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/sejarah-berdarah-kaum-wahabi-salafi.html' title='Sejarah Berdarah Kaum Wahabi-Salafi atas Kuburan Al-Baqi'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7F00zxWhI/AAAAAAAAAmw/jrO1DngYDeU/s72-c/al+baqi.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1017457090473016382.post-8883056615049689377</id><published>2009-03-04T09:50:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T10:08:23.001-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><title type='text'>Daiyah Bercadar Tampil di TV, Salafi Menentang</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309392173511287458" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 230px; CURSOR: hand; HEIGHT: 190px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7ADSthIqI/AAAAAAAAAmA/oIzkXv7u7T8/s320/cadar1_thumb.jpg" border="0" /&gt; Wednesday, 04 March 2009 17:33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir, cadar tidak menghalangi para daiyah untuk tampil berdakwah di televisi, akan tetapi tampilnya mereka ditentang oleh beberapa tokoh Salafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah. com--Sejak dua bulan lalu channel Al Hafidz Mesir, menampilkan beberapa wanita bercadar, dalam acara yang bertajuk Baramij li Tahfidzi Al Qur’an wa Tafsiruhu lil An Nisa’ (Acara untuk Menghfal Al Qur’an dan Tafsirnya untuk Wanita). Bahkan kini program siaran ditambah, yang diisi oleh daiyah Iman Al Wasyihi.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, bahwa channel ini dipandangan sebagai salah satu channel jama’ah Salafi yang berkonstrasi seputar tahfidz Al Qur’an, yang umurnya sudah mendekati satu tahun.&lt;br /&gt;Tidak seperti channel televisi pada umumnya, kameramen hanya bertugas memfokuskan kamera kepada pembicara, setelah itu ia keluar dari studio, sehingga hanya pembicara yang berada dalam ruangan itu. Ini dilakukan untuk menghindari ikhtilath di dalam studio.&lt;br /&gt;Salah satu pembicara dalam channel itu adalah Syaikhah Shafa’ Ar Rifa’i yang mengisi acara “Maqra’ah An Nisa’” selama satu jam. Sebelumnya sudah 9 tahun Shafa’ aktif dalam dunia dakwah di kalangan muslimah, setelah sebelumnya mengikuti pendidikan i’dad ad du’at (pengkaderan para da’i).&lt;br /&gt;Adapun Amimah Thaha, adalah pembicara dalam acara “Ayat wa Akhawat” selama satu jam penuh. Dalam acara, ia banyak berbicara tentang kehidupan istri-istri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Beberapa Tokoh Salafi Me&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7ALWinpsI/AAAAAAAAAmI/xjYD5cJUTmI/s1600-h/cadar2_thumb.jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309392311978272450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 230px; CURSOR: hand; HEIGHT: 193px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7ALWinpsI/AAAAAAAAAmI/xjYD5cJUTmI/s320/cadar2_thumb.jpg" border="0" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;nentang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fenomena munculnya wanita-wanita bercadar di televisi direspon oleh beberapa tokoh Salafi di Mesir. Salah satunya adalah Syeikh Abu Ishaq Al Huwaini, yang juga pembicara tetap di channel An Nas yang tidak menyertakan wanita dalam siarannya.&lt;br /&gt;Al Huwaini menentang munculnya wanita-wanita bercadar di televisi, karena menurutnya, walau bercadar, mereka tetap menimbulkan fitnah dan menilai bahwa mereka tidak memahami dasar syariat, sehingga tidak layak mengajari laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;Ahmad Abdul Hamid salah satu dai Salafi di Mesir juga memilki pendapat serupa. Menurutnya, tampilnya para perempuan bercadar ditolak oleh kalangan salafiyun. Salah satu alasannya, bahwa wanita adalah fitnah, maka ketika ia tampil bisa menyebabkan fitnah, lagi pula hal itu bisa menyebabkan ikhthilayh, karena tidak semua perkerja adalah laki-laki, termasuk kameramennya.&lt;br /&gt;Menanggapi hal itu Kepala Komisaris channel Al Hafidz Athif Abdu Ar Rasyid menyatakan bahwa munculnya para wanita bercadar di televisi tidak dilarang dalam Islam, selama memegang rambu-rambu yang digariskan. Menanggapi pernyataan Al Huwaini, ia menyatakan bahwa itu hak Al Huwaini sebagai seorang dai dan itu adalah pendapatnya pribadi. Ia sendiri menilai bahwa Al Huwaini tidak memberikan dalil syar’i tentang pelarangannya. Dan menurutnya, para daiyah sudah layak untuk berdakwah, karena mereka memiliki ijazah pendidikan dai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[tho/IoL/&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/" target="_blank" included="null"&gt;http://www.hidayatullah.com/&lt;/a&gt;] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1017457090473016382-8883056615049689377?l=hakikatwahabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/feeds/8883056615049689377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/daiyah-bercadar-tampil-di-tv-salafi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/8883056615049689377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1017457090473016382/posts/default/8883056615049689377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatwahabi.blogspot.com/2009/03/daiyah-bercadar-tampil-di-tv-salafi.html' title='Daiyah Bercadar Tampil di TV, Salafi Menentang'/><author><name>Ismail Amin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00461561157182799656</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_b535izL1kDU/R54Ij8cN26I/AAAAAAAAAA8/7WbjvsXb9Tg/S220/Aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_b535izL1kDU/Sa7ADSthIqI/AAAAAAAAAmA/oIzkXv7u7T8/s72-c/cadar1_thumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
